{"id":5469,"date":"2026-08-10T11:00:13","date_gmt":"2026-08-10T04:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3412"},"modified":"2026-06-24T07:45:34","modified_gmt":"2026-06-24T00:45:34","slug":"apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html","title":{"rendered":"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya"},"content":{"rendered":"<p>Apa itu DNS server? Singkatnya, DNS adalah sebuah sistem yang mengubah URL website ke dalam bentuk IP Address. Tanpa DNS, Anda harus mengetikkan IP Address secara lengkap ketika ingin mengunjungi sebuah website.<\/p>\n<p>Jika Anda penasaran penjelasan lebih lengkapnya, jangan beranjak dari artikel ini ya. Sebab di sini, kami akan jelaskan lengkap pengertian DNS dan fungsinya, bagian-bagian dari DNS, cara kerja DNS, dan cara melakukan setting DNS domain.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-dns\"><span id=\"Apa_Itu_DNS\">Apa Itu DNS?<\/span><\/h2>\n<p>Domain Name Server atau DNS adalah sebuah sistem yang menghubungkan\u00a0Uniform Resource Locator\u00a0atau URL dengan Internet Protocol Address atau\u00a0IP Address.<\/p>\n<p>Normalnya, untuk mengakses internet, Anda perlu mengetikkan IP Address sebuah website. Cara ini cukup merepotkan. Sebab, ini artinya, Anda perlu punya daftar lengkap IP Address website yang dikunjungi dan memasukkannya secara manual.<\/p>\n<p>DNS adalah sistem yang meringkas pekerjaan ini untuk Anda. Kini, Anda tinggal mengingat nama domain dan memasukkannya dalam\u00a0<em>address bar<\/em>. DNS kemudian akan menerjemahkan domain tersebut ke dalam IP Address yang komputer pahami.<\/p>\n<p>Misalkan, Anda ingin mengakses Google. Alih-alih menulis 172.217.0.142 ke dalam\u00a0<em>address bar<\/em>, Anda tinggal memasukkan alamat\u00a0<strong>Google.com<\/strong>.<\/p>\n<h2 id=\"h-fungsi-dns\"><span id=\"Fungsi_DNS\">Fungsi DNS<\/span><\/h2>\n<p>Dari penjelasan apa itu DNS, Anda pasti sudah bisa mengira-ngira bagaimana sebetulnya DNS berfungsi. Namun, supaya lebih jelas, berikut kami jabarkan tiga\u00a0fungsi dan cara kerja DNS:<\/p>\n<ol>\n<li>Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain;<\/li>\n<li>Meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan;<\/li>\n<li>Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Itulah ketiga fungsi DNS yang bekerja secara otomatis ketika anda sedang mengakses internet.<\/p>\n<p>Nah, sebelum masuk ke penjelasan cara kerja DNS, Anda tentu bertanya kenapa harus menggunakan DNS?<\/p>\n<h2 id=\"h-kelebihan-dns\"><span id=\"Kelebihan_DNS\">Kelebihan DNS<\/span><\/h2>\n<p>Berikut ini adalah beberapa manfaat penggunaan DNS dalam aktivitas berinternet:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Lebih Mudah untuk Berinternet<\/strong>. Dibanding mengingat deretan angka IP address, tentu akan lebih nyaman untuk mengingat nama website. Hadinya DNS telah berhasil menjembatani komunikasi antara pengguna internet dengan komputer. Apalagi jika Anda juga menggunakan DDNS.\u00a0DDNS adalah\u00a0metode untuk memperbarui IP Address secara otomatis di layanan DNS Anda.<\/li>\n<li><strong>Lebih Konsisten<\/strong>\u00a0<strong>dalam Penggunaan<\/strong>. Anda bisa menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahan pada IP Address yang digunakan. Dengan demikian, akses pengunjung ke salah satu website tetap bisa dilakuakan meskipun telah terjadi penggantian IP Address.<\/li>\n<li><strong>Lebih Mudah Dikonfigurasi<\/strong>. Saat terjadi kendala pada IP Address yang digunakan, Anda bisa mengganti dengan IP yang berbeda dengan mudah. Cukup dengan melakukan update data pencocokan DNS dan IP Address. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada Cara Kerja DNS.<\/li>\n<li><strong>Lebih Aman<\/strong>. Ketika menggunakan sistem DNS, semua aktivitas transfer data online akan melalui server DNS yang terjaga keamanannya. Sistem tersebut akan mencegah upaya peretasan yang coba dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Jadi, website akan menjadi lebih aman. Ingin lebih aman? Gunakan DNSSEC. Simak artikel\u00a0apa itu DNSSEC\u00a0untuk tahu penjelasan lengkapnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah mengetahui kelebihannya, mari belajar lebih lanjut tentang bagian dari DNS.<\/p>\n<h2 id=\"h-bagian-bagian-dns\"><span id=\"Bagian-Bagian_DNS\">Bagian-Bagian DNS<\/span><\/h2>\n<p>Prinsip dasar cara kerja DNS adalah dengan cara mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP Address. Setiap URL dan IP Address memiliki bagian-bagian yang saling menjelaskan satu dengan yang lain.<\/p>\n<p>Jika Anda sulit membayangkan teknisnya, anggap saja ini seperti kegiatan mencari buku di perpustakaan. Ketika Anda mencari buku di perpustakaan, biasanya Anda akan diberi kode yang menjelaskan letak buku tersebut.<\/p>\n<p>Kode buku perpustakaan tersebut dinamai Dewey Decimal System (DDS). Biasanya ia terdiri atas kode topik buku, kode nama belakang penulis, dan kode tahun buku diterbitkan.<\/p>\n<p>Kira-kira prinsip yang sama diterapkan dalam DNS. Untuk memahaminya lebih dalam, Anda perlu mengetahui bagian-bagian URL yang tersusun dalam hierarki DNS. Sama seperti kode buku perpustakaan, setiap bagiannya menjelaskan bagian\u00a0domain.<\/p>\n<p>Satu perbedaan kentara ialah kode perpustakaan mulai dari depan. Di sisi lain, kode yang berlaku pada DNS diurutkan dari belakang. Maka dari itu, kita akan runut bagian-bagian DNS ini dari belakang. Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Root-Level Domain<\/strong>\u00a0merupakan bagian tertinggi dari hirarki DNS. Biasanya ia berwujud tanda titik (.) di bagian paling belakang sebuah URL.<\/li>\n<li><strong>Top Level Domain\u00a0<\/strong>adalah ekstensi yang berada di bagian depan root-level domain. Terdapat dua jenis TLD yang umumnya dipakai. Keduanya, yaitu Generic Top-Level Domain (GTLD) dan\u00a0Country Code Top Level Domain\u00a0(CCLTD).<\/li>\n<\/ul>\n<p>GTLD biasanya menjelaskan sifat institusi dari pemilik web. Katakanlah, website untuk tujuan komersial biasanya memiliki ekstensi .COM. Lalu, .EDU untuk institusi pendidikan dan .GOV untuk lembaga pemerintahan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, CCLTD merupakan ekstensi yang menjelaskan asal negara dari pemilik situs. Misalnya, akhiran .ID untuk website Indonesia, .AU untuk Australia, .UK untuk Inggris, dan sebagainya.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Second Level Domain\u00a0<\/strong>ialah nama lain untuk domain itu sendiri. Ia sering digunakan sebagai identitas institusi atau branding. Dalam kasus URL en.wikipedia.org, yang dimaksud SLD adalah wikipedia.<\/li>\n<li><strong>Third-Level Domain\u00a0<\/strong>atau\u00a0subdomain\u00a0merupakan bagian dari domain utama yang berdiri sendiri. Apabila domain diibaratkan sebagai rumah, subdomain adalah salah satu\u00a0 ruang khusus di rumah itu sendiri.<\/li>\n<li><strong>Hostname\u00a0<\/strong>atau bisa disebut juga dengan scheme. Ini merupakan bagian yang mengawali sebuah URL. Bagian ini menunjukkan sebuah fungsi dari sebuah website atau halamannya. Contoh paling banyak digunakan, yaitu HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-cara-kerja-dns\"><span id=\"Cara_Kerja_DNS\">Cara Kerja DNS<\/span><\/h2>\n<p>DNS bekerja dalam tahapan-tahapan. Dimulai proses meminta informasi atau DNS query. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan-tahapan lain seperti DNS recursion, root nameserver, TLD nameserver, hingga authoritative nameserver.<\/p>\n<p>Tanpa perlu basa-basi lagi, berikut adalah penjelasan soal cara kerja DNS. Semuanya diurutkan tahap per tahap.<\/p>\n<h3 id=\"h-dns-query\"><span id=\"DNS_Query\">DNS Query<\/span><\/h3>\n<p>DNS Query merupakan istilah teknis untuk meminta informasi soal IP Address. Tahapan ini dimulai ketika Anda mengetikkan URL ke\u00a0<em>address bar<\/em>.<\/p>\n<p>DNS server kemudian mencari informasi di filehosts. Jika informasi yang dicari tidak ditemukan, server akan berusaha mencari kepingan informasi atau rekam informasi yang pernah tercatat di sistem (<em>cache<\/em>).<\/p>\n<p>Dalam tahapan awal ini sendiri, terdapat tiga jenis DNS Query. Ketiganya adalah\u00a0<em>recursive query, iterative query<\/em>, dan\u00a0<em>non-recursive query.<\/em>\u00a0Di bawah ini, Anda bisa temukan pengertiannya:<\/p>\n<h3 id=\"h-recursive-query\"><span id=\"Recursive_query\"><strong>Recursive query<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>User memberikan hostname yang mana kemudian DNS Resolver harus berikan jawaban. Ada dua kemungkinan jawaban yang diberikan. Pertama, DNS akan menyediakan informasi relevan setelah mencari di Root Server ataupun Authoritative Name Server. Kedua, browser akan menampilkan pesan error karena informasi tak bisa ditemukan.<\/p>\n<h3 id=\"h-iterative-query\"><span id=\"Iterative_query\"><strong>Iterative query<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>User memasukkan hostname. DNS resolver akan mencari cache yang relevan di memori. Jika tidak berhasil, DNS resolver akan mencari informasi di Root Server dan Authoritative Name Server yang paling dekat dan relevan dengan DNS zone.<\/p>\n<h3 id=\"h-non-recursive-query\"><span id=\"Non-recursive_query\"><strong>Non-recursive query<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Ini merupakan proses pencarian informasi yang tercepat. Tipe ini tidak memerlukan pencarian di Root Server atau Authoritative Name Server karena data yang dicari tersimpan dalam cache.<\/p>\n<h3 id=\"h-dns-recursor-dns-recursive-resolver\"><span id=\"DNS_Recursor_DNS_Recursive_Resolver\">DNS Recursor \/ DNS Recursive Resolver<\/span><\/h3>\n<p>DNS recursor merupakan tahapan pertama pencarian informasi. Ketika user memasukkan URL dan tidak menemukan hasil yang valid di cache, sistem akan mencari informasi dalam cache penyedia internet atau internet service provider (ISP).<\/p>\n<h3 id=\"h-root-name-server\"><span id=\"Root_Name_Server\">Root Name Server<\/span><\/h3>\n<p>Katakanlah informasi yang Anda cari tak bisa ditemukan di ISP. Maka kemudian, sistem akan mencari informasi yang Anda butuhkan ke root name server.<\/p>\n<p>Root name server merupakan semacam database yang menjawab pertanyaan soal nama domain dan IP Address. Server ini tidak memiliki jawaban tepat untuk informasi yang dicari.<\/p>\n<p>Akan tetapi, server ini bisa meneruskan permintaan informasi ke pihak yang lebih mengetahui. Di dunia ini, terdapat 13 root server yang bekerja. Root server tersebut diurutkan secara alfabetis dari A sampai M.<\/p>\n<p>Root server semacam ini dikelola organisasi seperti Internet Systems Consortium, Verisign, ICANN, the University of Maryland, and the U.S. Army Research Lab.<\/p>\n<h3 id=\"h-tld-name-server\"><span id=\"TLD_Name_Server\">TLD Name Server<\/span><\/h3>\n<p>Dari root name server, sistem akan membaca jenis informasi yang dicari dari top-level domain. Setiap TLD seperti .COM, .ORG, .EDU, .ID, .AU, dan sebagainya memiliki server yang spesifik.<\/p>\n<p>Dengan membaca informasi ini, sistem bisa meneruskan pencarian informasi ke server yang benar-benar memiliki data yang dicari.<\/p>\n<h3 id=\"h-authoritative-name-server\"><span id=\"Authoritative_Name_Server\">Authoritative Name Server<\/span><\/h3>\n<p>Setelah menemukan klu di mana server yang diinginkan, sampailah kita pada authoritative name server. Jenis server satu ini memiliki semua informasi lengkap soal situs web yang dituju.<\/p>\n<p>Ketika informasi yang diminta sesuai dengan hasilnya, maka browser akan menampilkan situs web atau halaman yang Anda minta di awal. Tentu saja hasil pencarian ini memiliki masa waktu tertentu.<\/p>\n<p>Proses pencarian ini akan diulang untuk memastikan informasi yang ditampilkan tetap\u00a0<em>up-to-date<\/em>. Namun, tentu saja, beberapa informasi ini disimpan dalam bentuk cache di device untuk berjaga-jaga agar proses query berjalan cepat.<\/p>\n<h2 id=\"h-macam-macam-dns\"><span id=\"Macam-Macam_DNS\">Macam-Macam DNS<\/span><\/h2>\n<p>Informasi yang diminta user dalam sistem DNS disebut dengan DNS record. Ada beberapa jenis informasi yang bisa diminta dalam sistem DNS. Berikut adalah 10 DNS record yang paling sering dijumpai:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>A Record\u00a0<\/strong>atau Address record\u00a0<strong>\u2500\u00a0<\/strong>menyimpan informasi soal hostname, time to live (TTL), dan IPv4 Address.<\/li>\n<li><strong>AAA Record \u2500\u00a0<\/strong>menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6 address.<\/li>\n<li><strong>MX Record\u00a0\u2500\u00a0<\/strong>merekam server SMTP yang khusus digunakan untuk saling berkirim email di suatu domain.<\/li>\n<li><strong>CNAME\u00a0Record \u2500\u00a0<\/strong>digunakan untuk me-<em>redirect\u00a0<\/em>domain atau subdomain ke sebuah IP Address. Lewat fungsi satu ini, Anda tak perlu memperbarui DNS record.<\/li>\n<li><strong>NS Record \u2500\u00a0<\/strong>merujuk subdomain pada authoritative name server yang diinginkan. Record ini berguna jika subdomain Anda di\u00a0<strong>web hosting<\/strong>\u00a0berbeda dengan domain.<\/li>\n<li><strong>PTR Record \u2500\u00a0<\/strong>memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasi soal IP Address dan menampilkan hostname (reverse DNS lookup).<\/li>\n<li><strong>CERT Record \u2500\u00a0<\/strong>menyimpan sertifikat enkripsi atau sertifikat keamanan.<\/li>\n<li><strong>SRV Record \u2500\u00a0<\/strong>menyimpan informasi terkait lokasi komunikasi, semacam Priority, Name, Weight, Port, Points, dan TTL<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>TXT Record \u2500\u00a0<\/strong>membawa dan menyalurkan data yang hanya bisa dibaca oleh mesin.<\/li>\n<li><strong>SOA Record \u2500\u00a0<\/strong>bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone. Bagian yang sama juga merujuk pada Authoritative Name Server serta informasi lengkap sebuah domain.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain macam-macam DNS, Anda juga bisa menggunakan berbagai layanan\u00a0DNS tercepat\u00a0pihak ketiga yang pastinya lebih praktis.<\/p>\n<h2 id=\"h-bagaimana-cara-setting-dns-domain\"><span id=\"Bagaimana_Cara_Setting_DNS_Domain\">Bagaimana Cara Setting DNS Domain?<\/span><\/h2>\n<p>Untuk dapat mempraktikkan\u00a0cara setting DNS\u00a0Domain, Anda perlu membuka fitur\u00a0<strong>Zone Editor<\/strong>\u00a0di cPanel. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk melakukan setting DNS:<\/p>\n<ol>\n<li>Login ke cPanel.<\/li>\n<li>Cari bagian\u00a0<strong>Domains.<\/strong><\/li>\n<li>Klik\u00a0<strong>Zone Editor<\/strong>.<\/li>\n<li>Pilih domain dan klik\u00a0<strong>Manage.<\/strong><\/li>\n<li>Tambahkan record sesuai yang dibutuhkan (A, AAAA, CAA, CNAME, MX, SRV, atau TXT)<\/li>\n<li>Simpan record.<\/li>\n<li>Tunggu waktu\u00a0propagasi DNS\u00a0hingga 1\u00d724 jam.<\/li>\n<li>Setting DNS selesai dilakukan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 id=\"h-sudah-paham-kan-apa-itu-dns\"><span id=\"Sudah_Paham_Kan_Apa_Itu_DNS\">Sudah Paham Kan, Apa Itu DNS?<\/span><\/h2>\n<p>Lewat artikel ini, Anda jadi tahu apa sebenarnya DNS itu. Intinya, DNS adalah sistem yang memudahkan Anda dalam melakukan browsing di internet. Anda tidak perlu mengingat alamat website dalam angka. Anda cukup menuliskan nama domain yang ingin Anda buka dan DNS akan menerjemahkannya ke alamat IP tujuan Anda.<\/p>\n<p>Untungnya, <a href=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id?REFERRALCODE=1SONI71\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Hostinger<\/strong><\/a> menyediakan tools untuk\u00a0cek DNS\u00a0dengan mudah. Jadi, Anda bisa melihat DNS website Anda tanpa perlu repot.<\/p>\n<p>Di artikel ini, Anda juga belajar apa saja fungsi DNS dan bagian-bagian di dalamnya. Tak kalah penting, Anda jadi paham bagaimana DNS dan internet bekerja. Semua proses di atas bisa berjalan dalam waktu sepersekian milidetik. Ajaib, bukan?<\/p>\n<p>Kalau Anda memiliki pertanyaan seputar DNS dan pernak-pernik internet lainnya, jangan sungkan untuk tinggalkan komentar di bawah. Jangan lupa untuk subscribe Hostinger Blog untuk jadi yang paling\u00a0<em>update\u00a0<\/em>soal info dan tren internet terbaru.<\/p>\n<p>Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya. Salam!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu DNS server? Singkatnya, DNS adalah sebuah sistem yang mengubah URL website ke dalam bentuk IP Address. Tanpa DNS, Anda harus mengetikkan IP Address secara lengkap ketika ingin mengunjungi sebuah website. Jika Anda penasaran penjelasan lebih lengkapnya, jangan beranjak dari artikel ini ya. Sebab di sini, kami akan jelaskan lengkap pengertian DNS dan fungsinya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5914,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15,5],"tags":[14,6,7,9],"class_list":["post-5469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-domain","category-teknologi","tag-domain","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari Apa Itu DNS, pengertian, fungsi, cara kerja, dan cara settingnya untuk mengelola domain website dengan lebih mudah dan optimal.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari Apa Itu DNS, pengertian, fungsi, cara kerja, dan cara settingnya untuk mengelola domain website dengan lebih mudah dan optimal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-10T04:00:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T00:45:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html\",\"name\":\"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-10T04:00:13+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T00:45:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Pelajari Apa Itu DNS, pengertian, fungsi, cara kerja, dan cara settingnya untuk mengelola domain website dengan lebih mudah dan optimal.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya","description":"Pelajari Apa Itu DNS, pengertian, fungsi, cara kerja, dan cara settingnya untuk mengelola domain website dengan lebih mudah dan optimal.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya","og_description":"Pelajari Apa Itu DNS, pengertian, fungsi, cara kerja, dan cara settingnya untuk mengelola domain website dengan lebih mudah dan optimal.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-08-10T04:00:13+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T00:45:34+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html","name":"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp","datePublished":"2026-08-10T04:00:13+00:00","dateModified":"2026-06-24T00:45:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Pelajari Apa Itu DNS, pengertian, fungsi, cara kerja, dan cara settingnya untuk mengelola domain website dengan lebih mudah dan optimal.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-DNS-Pengertian-Fungsi-Cara-Kerja-dan-Cara-Settingnya.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-dns-pengertian-fungsi-cara-kerja-dan-cara-settingnya.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5469"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5469\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5544,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5469\/revisions\/5544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}