{"id":5439,"date":"2026-09-15T20:01:09","date_gmt":"2026-09-15T13:01:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3164"},"modified":"2026-06-24T08:07:28","modified_gmt":"2026-06-24T01:07:28","slug":"panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html","title":{"rendered":"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress"},"content":{"rendered":"<p>Sejak\u00a0update 5.0 di tahun 2018\u00a0silam, editor WordPress berubah menjadi Gutenberg yang mengusung Block Based User Interface. Di mana tampilan editor tersusun dari kotak (<em>block<\/em>) yang bisa dipindah-pindah hanya dengan menggesernya saja.<\/p>\n<p>Nah, salah satu fitur \u201crahasia\u201d Gutenberg yang tak banyak orang ketahui adalah reusable blok. Padahal, fitur ini bisa mempermudah pengalaman Anda dalam membuat post di WordPress, lho.<\/p>\n<p>Penasaran tentang apa itu reusable blok dan cara menggunakan reusable blok? Tenang, kami akan menjelaskan semuanya di artikel ini.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-reusable-blok\"><span id=\"Apa_Itu_Reusable_Blok\">Apa Itu Reusable Blok?<\/span><\/h2>\n<p>Singkatnya, <a href=\"https:\/\/learn.wordpress.org\/lesson-plan\/reusable-blocks\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">reusable blok<\/a> adalah kotak yang bisa Anda gunakan lagi karena sudah disimpan sebelumnya. Sehingga Anda bisa menghemat waktu dan tenaga karena tak perlu membuat kotak-kotak yang sama lagi dari nol.<\/p>\n<p>Anda bisa menyimpan berbagai jenis kotak dengan reusable blok. Mulai dari yang simpel seperti teks, gambar dan\u00a0CTA, hingga kombinasi berbagai elemen website dalam satu kotaknya.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, Anda bisa menyimpan apapun di Gutenberg dengan reusable blok ini. Sangat berguna, bukan?<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-menggunakan-reusable-blok-gutenberg\"><span id=\"Cara_Menggunakan_Reusable_Blok_Gutenberg\">Cara Menggunakan Reusable Blok Gutenberg<\/span><\/h2>\n<p>Kami akan membagi panduan cara menggunakan reusable blok menjadi empat bagian. Mulai dari pembuatannya hingga cara menggunakan reusable blok yang barusan dibuat di <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/optimasi-pagespeed-website\">website<\/a> lainnya.<\/p>\n<h3 id=\"h-1-membuat-reusable-blok-baru\"><span id=\"1_Membuat_Reusable_Blok_Baru\">1. Membuat Reusable Blok Baru<\/span><\/h3>\n<p>Sebelum bisa menggunakan reusable block, Anda harus membuatnya terlebih dahulu dengan cara di bawah ini.<\/p>\n<ul>\n<li>Pertama, Anda harus membuat atau mengedit post\/halaman di website Anda. Setelah masuk ke Gutenberg Editor, klik tombol\u00a0<strong>Add Block\u00a0<\/strong>di kiri atas.<\/li>\n<li>Anda bisa memilih blok apapun di menu yang terbuka. Sebagai contoh, kami memilih blok\u00a0<strong>Paragraph\u00a0<\/strong>karena ingin menyimpan paragraf penutup artikel.<\/li>\n<li>Setelah selesai membuat blok sesuai kebutuhan, klik blok Anda tersebut lalu klik tiga titik yang muncul di atasnya. Lalu, pilih opsi\u00a0<strong>Reusable Blok<\/strong>.<\/li>\n<li>Anda bisa memberikan nama apapun di reusable blok yang barusan dibuat. Namun, usahakan membuat nama yang sesuai dengan blok dan tujuannya dibuat. Sehingga Anda bisa mencarinya dengan mudah saat ingin dipakai nanti. Setelah itu, klik\u00a0<strong>Save<\/strong>.<\/li>\n<li>Oh ya, Anda juga bisa menyimpan reusable block untuk dua blok atau lebih, lho. Misalnya, selain\u00a0<strong>Paragraph\u00a0<\/strong>di atas, kami juga ingin menyimpan blok\u00a0<strong>Button\u00a0<\/strong>sebagai CTA.<\/li>\n<li>Lalu, klik tiga titik yang ada di atasnya dan pilih\u00a0<strong>Reusable Blok<\/strong>. Berikan nama, klik\u00a0<strong>Save\u00a0<\/strong>dan selesai! Beberapa blok Anda sudah tersimpan dan siap dipakai dengan satu klik saja.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-2-memasukkan-reusable-blok\"><span id=\"2_Memasukkan_Reusable_Blok\">2. Memasukkan Reusable Blok<\/span><\/h3>\n<p>Setelah reusable blok dibuat, berikut kami berikan cara untuk memasukkannya di post atau halaman website Anda.<\/p>\n<ul>\n<li>Klik\u00a0<strong>Add Block\u00a0<\/strong>di kiri atas. Lalu, geser ke bawah sampai Anda menemukan\u00a0<strong>Reusable<\/strong>. Klik saja panah yang ada di sampingnya untuk membuka menu yang berisi reusable block yang pernah Anda simpan.<\/li>\n<li>Cara lain yang lebih cepat adalah dengan memasukkan nama reusable block Anda di kotak pencarian. Maka dari itu, buatlah nama reusable blok yang mudah diingat dan sesuai kebutuhan.<\/li>\n<li>Kemudian, klik saja reusable blok yang ingin Anda gunakan. Ia akan langsung muncul di editor setelahnya. Mudah sekali, bukan?<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-3-cara-mengedit-reusable-blok\"><span id=\"3_Cara_Mengedit_Reusable_Blok\">3. Cara Mengedit Reusable Blok<\/span><\/h3>\n<p>Bagaimana kalau Anda ingin mengubah isi reusable block? Mungkin menambahkan kata-kata atau sekedar mengganti warnanya? Tak perlu khawatir, Anda juga bisa melakukannya.<\/p>\n<div id=\"tambahan-spesial\">\n<div class=\"kotak-panduan biru\">\n<div class=\"judul-bab\">\n<blockquote>\n<h3><span id=\"Peringatan\">Peringatan!<\/span><\/h3>\n<\/blockquote>\n<\/div>\n<div class=\"ringkasan-panduan\">\n<p>Mengedit reusable blok akan mengganti semua blok di post\/halaman sebelumnya dengan reusable blok versi baru. Jadi, misalnya saja Anda mengedit reusable blok untuk mengganti warnanya. Nah, berarti semua post\/halaman yang menggunakan reusable blok tersebut juga akan secara otomatis berganti warnanya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<ul>\n<li>Pertama Anda harus klik tombol\u00a0<strong>Add Block\u00a0<\/strong>di kiri atas. Lalu, geser ke bawah hingga Anda menemukan\u00a0<strong>Reusable<\/strong>. Klik panah di sampingnya, kemudian pilih\u00a0<strong>Manage all reusable blocks<\/strong>. Anda akan dibawa keluar dari Gutenberg Editor, jadi pastikan post\/page sudah Anda simpan dulu sebelumnya.<\/li>\n<li>Pilih reusable block mana yang ingin Anda ubah, lalu klik\u00a0<strong>Edit\u00a0<\/strong>di bawahnya.<\/li>\n<li>Setelah itu, Anda akan dibawa ke editor. Lakukan perubahan yang Anda inginkan, kemudian klik\u00a0<strong>Update\u00a0<\/strong>di kanan atas.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-4-cara-menggunakan-reusable-blok-yang-sama-di-website-lainnya\"><span id=\"4_Cara_Menggunakan_Reusable_Blok_yang_Sama_di_Website_Lainnya\">4. Cara Menggunakan Reusable Blok yang Sama di Website Lainnya<\/span><\/h3>\n<p>Kelebihan reusable blok lainnya adalah penggunaannya tak hanya terbatas pada satu website saja. Anda juga bisa menggunakan reusable blok yang sama di website lain tanpa perlu membuatnya dari awal. Ini tentu saja sangat berguna bagi Anda yang mempunyai banyak website atau pemilik\u00a0bisnis jasa pembuatan website.<\/p>\n<ul>\n<li>Untuk melakukannya, Anda harus mengklik\u00a0<strong>Add Block\u00a0<\/strong>di Gutenberg Editor. Lalu, geser ke bawah hingga menemukan menu\u00a0<strong>Reusable<\/strong>. Klik panah di sampingnya, kemudian pilih\u00a0<strong>Manage all reusable blocks<\/strong><\/li>\n<li>Klik\u00a0<strong>Export as JSON\u00a0<\/strong>tepat di bawah reusable blok yang ingin Anda gunakan di website lainnya. Dengan begini, reusable blok tersebut akan disimpan di komputer Anda.<\/li>\n<li>Nah, setelah itu Anda login ke website lainnya. Ulangi langkah di atas, tapi sekarang Anda harus memilih\u00a0<strong>Import from JSON<\/strong>\u00a0alih-alih Export as JSON<strong>.\u00a0<\/strong>Kemudian pilih reusable blok yang sudah Anda simpan di komputer tadi melalui\u00a0<strong>Choose FIle<\/strong>, lalu klik\u00a0<strong>Import<\/strong>.<\/li>\n<li>Selesai! Reusable blok Anda sudah siap digunakan di website tersebut. Cukup ikuti langkah nomor dua di atas untuk memasukkannya di post\/halaman Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-hemat-tenaga-dan-waktu-anda-dengan-reusable-blok\"><span id=\"Hemat_Tenaga_dan_Waktu_Anda_dengan_Reusable_Blok\">Hemat Tenaga dan Waktu Anda dengan Reusable Blok!<\/span><\/h2>\n<p>Setelah membaca artikel ini, Anda tak perlu lagi repot-repot membuat blok yang sama dari awal setiap kali membuat post\/halaman. Cukup simpan sekali dengan reusable blok dan Anda bisa menggunakan sepuasnya dengan beberapa klik saja. Hemat waktu dan tenaga!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak\u00a0update 5.0 di tahun 2018\u00a0silam, editor WordPress berubah menjadi Gutenberg yang mengusung Block Based User Interface. Di mana tampilan editor tersusun dari kotak (block) yang bisa dipindah-pindah hanya dengan menggesernya saja. Nah, salah satu fitur \u201crahasia\u201d Gutenberg yang tak banyak orang ketahui adalah reusable blok. Padahal, fitur ini bisa mempermudah pengalaman Anda dalam membuat post [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6114,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8,10],"tags":[4,13,6,7,9],"class_list":["post-5439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","category-website","category-wordpress","tag-plugin","tag-tema","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan menggunakan reusable blok Gutenberg di WordPress untuk mempercepat editing konten dan menjaga konsistensi desain website Anda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan menggunakan reusable blok Gutenberg di WordPress untuk mempercepat editing konten dan menjaga konsistensi desain website Anda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-15T13:01:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T01:07:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html\",\"name\":\"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-15T13:01:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T01:07:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Panduan menggunakan reusable blok Gutenberg di WordPress untuk mempercepat editing konten dan menjaga konsistensi desain website Anda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress","description":"Panduan menggunakan reusable blok Gutenberg di WordPress untuk mempercepat editing konten dan menjaga konsistensi desain website Anda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress","og_description":"Panduan menggunakan reusable blok Gutenberg di WordPress untuk mempercepat editing konten dan menjaga konsistensi desain website Anda.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-09-15T13:01:09+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T01:07:28+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html","name":"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp","datePublished":"2026-09-15T13:01:09+00:00","dateModified":"2026-06-24T01:07:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Panduan menggunakan reusable blok Gutenberg di WordPress untuk mempercepat editing konten dan menjaga konsistensi desain website Anda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Menggunakan-Reusable-Blok-Gutenberg-di-WordPress.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-menggunakan-reusable-blok-gutenberg-di-wordpress.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Menggunakan Reusable Blok Gutenberg di WordPress"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5439"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6308,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5439\/revisions\/6308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}