{"id":5437,"date":"2026-09-25T21:09:08","date_gmt":"2026-09-25T14:09:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3590"},"modified":"2026-06-24T08:50:11","modified_gmt":"2026-06-24T01:50:11","slug":"mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html","title":{"rendered":"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi &#038; Contohnya!]"},"content":{"rendered":"<p>Ingin membuat blog atau toko online di website Anda secara khusus, tapi tidak mau membeli domain baru? Menggunakan third level domain bisa menjadi solusinya!<\/p>\n<p>Penggunaan third level domain adalah cara efektif untuk membuat bagian dari sebuah website dengan domain tersendiri dengan lebih mudah. Mengapa bisa demikian? Lalu, apa saja\u00a0<em>sih\u00a0<\/em>contoh third level domain yang bisa menjadi inspirasi Anda?<\/p>\n<p>Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu menyimak artikel ini sampai tuntas. Yuk, scroll ke bawah!<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-third-level-domain\"><span id=\"Apa_Itu_Third_Level_Domain\"><strong>Apa Itu Third Level Domain?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Third level\u00a0domain adalah\u00a0domain yang letaknya sebelum nama domain utama (Second Level Domain) dan ekstensi domain (Top Level Domain). Sebutan lain dari third level domain adalah subdomain.<\/p>\n<p>Third level domain bisa mengarahkan pengunjung ke halaman spesifik dalam sebuah website.<\/p>\n<p>Ibarat domain adalah rumah, third level domain adalah ruangan di dalam rumah tersebut, yang bisa langsung diakses tanpa harus masuk melalui pintu depan dulu.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, kalau Anda ingin membuat halaman berita perusahaan, Anda dapat membuat subdomain seperti news.namadomain.com. Jadi, nantinya pengunjung bisa langsung mengakses ke subdomain apabila ingin mengakses halaman berita di website tersebut.<\/p>\n<p>Penggunaan subdomain cukup penting karena pengunjung tersebut akan yakin bahwa berita yang mereka baca berasal dari Anda. Sebab, nama domain utama yang digunakan sama.<\/p>\n<p>Artinya, bisa dikatakan bahwa subdomain memiliki nama yang sama dengan domain utama karena merupakan salah satu bagiannya. Pun demikian, bisa saja bagian tersebut merupakan sebuah website yang terpisah.<\/p>\n<p>Sudah paham pengertian third level domain, \u2018kan? Mari pelajari lebih lanjut fungsinya.<\/p>\n<h2 id=\"h-fungsi-third-level-domain\"><span id=\"Fungsi_Third_Level_Domain\"><strong>Fungsi Third Level Domain<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Di bawah ini adalah fungsi subdomain yang perlu Anda ketahui:<\/p>\n<h3 id=\"h-1-membuat-halaman-khusus-pada-website\"><span id=\"1_Membuat_Halaman_Khusus_pada_Website\"><strong>1. Membuat Halaman Khusus pada Website<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Fungsi third level domain adalah untuk memudahkan Anda mengorganisir konten pada beberapa halaman website, tanpa harus membuat domain baru.<\/p>\n<p>Misalnya, Anda mempunyai website yang membagikan ulasan film dan ingin menjual merchandise buatan Anda tentang dunia perfilman. Maka, Anda bisa membuat halaman toko online dengan subdomain seperti shop.namadomain.com atau store.namadomain.com.<\/p>\n<p>Langkah ini bisa Anda lakukan dengan berbagai halaman lain yang akan membantu mengembangkan website. Sebab, seluruh halaman tersebut tetap di domain yang sama. Contohnya, blog, forum, atau lainnya.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-melakukan-a-b-testing\"><span id=\"2_Melakukan_AB_Testing\"><strong>2. Melakukan A\/B Testing<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Sebuah website kadang akan mengalami pembaruan sesuai kebutuhan\u00a0 atau strategi tertentu, \u2018kan? Biasanya, web developer akan membuat versi testing dari sebuah website sebelum pembaruan tersebut diluncurkan.<\/p>\n<p>Nah, sebuah halaman baru dengan subdomain seringkali digunakan untuk menunjukkan tampilan baru sebuah website yang disebut\u00a0A\/B testing.<\/p>\n<p>Dengan subdomain, web developer bisa melakukan A\/B testing tanpa mempengaruhi kinerja website utama. Selain itu, cukup menghapus subdomain tersebut apabila ternyata pembaruan yang dilakukan kurang mendapat hasil yang baik.<\/p>\n<h3 id=\"h-3-membuat-tampilan-website-versi-mobile\"><span id=\"3_Membuat_Tampilan_Website_Versi_Mobile\"><strong>3. Membuat Tampilan Website Versi Mobile<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Pada tahun 2015, Google mengutamakan konten mobile-friendly lebih sering muncul di hasil pencarian, seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna perangkat mobile.<\/p>\n<p>Itulah mengapa, pemilik website mulai membuat website versi mobile dengan memanfaatkan subdomain yang menunjukkan domain utama.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, saat Anda akan mengakses Facebook melalui handphone, Anda akan diarahkan ke versi mobile mereka dengan alamat m.facebook.com. Itu tandanya, Anda akan masuk ke versi mobile dari Facebook.<\/p>\n<h3 id=\"h-4-membuat-versi-website-bahasa-lain\"><span id=\"4_Membuat_Versi_Website_Bahasa_Lain\"><strong>4.\u00a0<\/strong><strong>Membuat Versi Website Bahasa Lain<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Website yang tersedia dalam berbagai bahasa dapat menjangkau lebih banyak audiens. Sebab,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/speak-your-customers-native-language-make-them-feel-home-?trk=organization-update-content_share-article\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">72,1%<\/a>\u00a0orang lebih nyaman mengunjungi website yang menggunakan bahasa ibu mereka.<\/p>\n<p>Nah, adanya subdomain memungkinkan Anda untuk membangun website dalam versi bahasa lain dalam satu nama domain. Misalnya jika Anda ingin membuat website dengan bahasa Jepang, maka Anda dapat membuat subdomain seperti jp.namadomain.com.<\/p>\n<p>Nah, sudah mempelajari tentang fungsi dari third level domain, selanjutnya mari kita bahas contoh third level domain dari berbagai website.<\/p>\n<h2 id=\"h-10-contoh-third-level-domain\"><span id=\"10_Contoh_Third_Level_Domain\"><strong>10 Contoh Third Level Domain<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Berikut ini adalah beberapa contoh third level domain:<\/p>\n<h3 id=\"h-1-Pediaon-forum\"><span id=\"1_Pediaon_Forum\"><strong>1. Pediaon Form<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: form.pediaon.com<\/em><\/p>\n<p>Contoh third level domain pertama adalah Pediaon Forum. Kata \u201cforum\u201d menunjukkan bahwa subdomain ini digunakan untuk menyediakan wadah bagi pengguna untuk berbagi informasi dan memecahkan masalah yang dialami.<\/p>\n<p>Subdomain ini juga memudahkan Pediaon untuk membuat tampilan website yang berbeda dari website utama tanpa membeli domain baru.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-google-help\"><span id=\"2_Google_Help\"><strong>2. Google Help<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: support.google.com<\/em><\/p>\n<p>Contoh subdomain kali ini adalah Google Help, sebuah halaman berisi informasi yang dibutuhkan pembaca tentang penggunaan produk Google.<\/p>\n<p>Dengan banyaknya produk yang dimiliki, membuat sebuah halaman\u00a0FAQ adalah\u00a0hal penting. Nah, Google merancang halaman Frequently Asked Questions (FAQ) mereka terbagi dalam beberapa kategori khusus untuk memudahkan pengguna mencari informasi.<\/p>\n<p>Tak cukup pada pembagian kategori, membuat halaman khusus dengan subdomain juga dianggap sebagai strategi yang tepat.<\/p>\n<h3 id=\"h-3-Pediaon-course\"><span id=\"3_Pediaon_Course\"><strong>3. Pediaon Member<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: member.pediaon.com<\/em><\/p>\n<p>Contoh third level domain yang selanjutnya adalah Pediaon Course. Subdomain ini digunakan untuk membagikan informasi tentang layanan kursus pembelajaran online gratis.<\/p>\n<p>Subdomain ini dibuat supaya Pediaon tidak perlu mengubah tampilan website utama saat mengunggah informasi baru tentang kelas online.<\/p>\n<h3 id=\"h-4-youtube-music\"><span id=\"4_YouTube_Music\"><strong>4. YouTube Music<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: music.youtube.com<\/em><\/p>\n<p>YouTube memang dikenal sebagai platform yang digunakan untuk berbagi video. Namun YouTube mulai mengembangkan layanannya menjadi platform streaming musik.<\/p>\n<p>Untuk memisahkan platform streaming musik ini, YouTube membuat subdomain baru yaitu music.youtube.com. Dengan subdomain ini, pengguna bisa streaming audio musik sekaligus membaca liriknya hingga membuat playlist lagu.<\/p>\n<h3 id=\"h-5-hubspot-blog\"><span id=\"5_HubSpot_Blog\"><strong>5. HubSpot Blog<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: blog.hubspot.com<\/em><\/p>\n<p>HubSpot Blog berisi tentang artikel yang tidak hanya tentang software<em>\u00a0Customer Relationship Management<\/em>\u00a0saja, tetapi topik lain seperti web development.<\/p>\n<p>Adanya subdomain ini tidak hanya untuk menjaga website agar tetap terorganisir, tetapi juga memudahkan pengunjung untuk mencari konten apa yang mereka butuhkan.<\/p>\n<h3 id=\"h-6-microsoft-store\"><span id=\"6_Microsoft_Store\"><strong>6. Microsoft Store<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: apps.microsoft.com<\/em><\/p>\n<p>Website utama Microsoft difokuskan untuk membagikan konten informasi tentang produk yang ditawarkan.<\/p>\n<p>Nah, ketika Anda mengunjungi subdomain apps.microsoft.com, Anda akan melihat tampilan website yang difokuskan untuk menjadi toko aplikasi. Subdomain ini akan memudahkan Anda mencari dan meng-install aplikasi dan tema yang Anda sukai.<\/p>\n<h3 id=\"h-7-wikipedia-indonesia\"><span id=\"7_Wikipedia_Indonesia\"><strong>7. Wikipedia Indonesia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: id.wikipedia.org<\/em><\/p>\n<p>Wikipedia menggunakan subdomain untuk membuat website sesuai dengan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan informasinya. Hal ini karena audiens wikipedia berasal dari berbagai negara, dan informasinya akan lebih dipahami dengan bahasa audiens.<\/p>\n<p>Itulah kenapa\u00a0 subdomain id.wikipedia.org digunakan untuk halaman wikipedia yang memuat artikel yang\u00a0 ditulis dalam bahasa Indonesia dan ditujukan untuk audiens di Indonesia.<\/p>\n<h3 id=\"h-8-gojek-career\"><span id=\"8_Gojek_Career\"><strong>8. Gojek Career<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: career.gojek.com<\/em><\/p>\n<p>Subdomain career biasanya digunakan untuk memudahkan job seeker mencari lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan.<\/p>\n<p>Seperti halaman karir Gojek pada gambar di atas, penggunaan subdomain memudahkan Gojek untuk menampilkan informasi khusus lowongan dengan lengkap. Tidak hanya mencantumkan daftar lowongan, tetapi juga menampilkan testimoni dari karyawan Gojek tentang pengalaman selama bekerja di perusahaan ini.<\/p>\n<h3 id=\"h-9-kompas-edukasi\"><span id=\"9_Kompas_Edukasi\"><strong>9. Kompas Edukasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: edukasi.kompas.com<\/em><\/p>\n<p>Kompas menggunakan website utamanya untuk mengunggah berita terkini. Supaya lebih terorganisir, Kompas memisahkan topik-topik beritanya menggunakan subdomain.<\/p>\n<p>Seperti subdomain edukasi.kompas.com yang memudahkan pengunjung untuk mencari topik berita tentang pendidikan.<\/p>\n<h3 id=\"h-10-twitter-mobile\"><span id=\"10_Twitter_Mobile\"><strong>10. Twitter Mobile<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><em>Third Level Domain: m.twitter.com<\/em><\/p>\n<p>Contoh third level domain yang terakhir adalah versi mobile dari media sosial Twitter. Apabila Anda menggunakan mobile device untuk mengakses Twitter melalui web, maka secara otomatis, Anda akan langsung dialihkan ke website versi mobile.<\/p>\n<p>Bagaimana? Sudah tahu beberapa contoh third level domain, \u2018kan? Sekarang, yuk kita bahas perbedaan subdomain dengan addon domain.<\/p>\n<h2 id=\"h-perbedaan-third-level-domain-dengan-addon-domain\"><span id=\"Perbedaan_Third_Level_Domain_dengan_Addon_Domain\"><strong>Perbedaan Third Level Domain dengan Addon Domain<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Third level domain seringkali dianggap sama dengan addon domain karena berada pada satu hosting yang sama. Benarkah demikian?<\/p>\n<p>Third level domain adalah bagian dari sebuah domain utama dan masih akan memiliki nama domain utama tersebut. Contohnya developers.google.com.<\/p>\n<p>Sementara itu,\u00a0addon domain adalah\u00a0sebuah domain yang berbeda dari domain utama di dalam sebuah hosting.<\/p>\n<p>Misalnya, Anda punya domain akusiap.com dalam sebuah hosting. Lalu, membeli domain kitasiap.com untuk hosting yang sama. Nantinya, Anda dapat mengatur kedua domain ini menjadi dua website terpisah yang dikelola di satu akun hosting.<\/p>\n<h2 id=\"h-tertarik-buat-pakai-third-level-domain\"><span id=\"Tertarik_Buat_Pakai_Third_Level_Domain\"><strong>Tertarik Buat Pakai Third Level Domain?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.exabytes.co.id\/blog\/apa-itu-third-level-domain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><strong>Third level domain<\/strong><\/a> adalah\u00a0domain\u00a0yang menjadi bagian dari domain utama dan sering disebut sebagai subdomain karena masih menggunakan nama domain tersebut. Contohnya adalah en.wikipedia.org.<\/p>\n<p>Fungsi subdomain cukup banyak. Mulai dari memudahkan Anda membuat halaman khusus dari sebuah website, sampai membangun website baru dengan bahasa yang berbeda. Namun, jangan samakan subdomain dengan <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/addon-domain-semua-hal-yang-perlu-anda-ketahui.html\">addon domain<\/a>, ya. Subdomain punya nama domain yang sama dengan website utama, sedangkan addon domain memiliki domain berbeda, tetapi bisa dikelola dalam satu layanan hosting.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ingin membuat blog atau toko online di website Anda secara khusus, tapi tidak mau membeli domain baru? Menggunakan third level domain bisa menjadi solusinya! Penggunaan third level domain adalah cara efektif untuk membuat bagian dari sebuah website dengan domain tersendiri dengan lebih mudah. Mengapa bisa demikian? Lalu, apa saja\u00a0sih\u00a0contoh third level domain yang bisa menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5972,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15,5],"tags":[14,16,6,9],"class_list":["post-5437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-domain","category-teknologi","tag-domain","tag-hosting","tag-tutorial","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi &amp; Contohnya!]<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengenal third level domain lengkap dengan fungsi dan contohnya. Pelajari cara kerja subdomain tingkat ketiga untuk website Anda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi &amp; Contohnya!]\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal third level domain lengkap dengan fungsi dan contohnya. Pelajari cara kerja subdomain tingkat ketiga untuk website Anda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-25T14:09:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T01:50:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html\",\"name\":\"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya!]\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-25T14:09:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T01:50:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Mengenal third level domain lengkap dengan fungsi dan contohnya. Pelajari cara kerja subdomain tingkat ketiga untuk website Anda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya!]\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi &#038; Contohnya!]\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya!]","description":"Mengenal third level domain lengkap dengan fungsi dan contohnya. Pelajari cara kerja subdomain tingkat ketiga untuk website Anda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya!]","og_description":"Mengenal third level domain lengkap dengan fungsi dan contohnya. Pelajari cara kerja subdomain tingkat ketiga untuk website Anda.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-09-25T14:09:08+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T01:50:11+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html","name":"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya!]","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp","datePublished":"2026-09-25T14:09:08+00:00","dateModified":"2026-06-24T01:50:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Mengenal third level domain lengkap dengan fungsi dan contohnya. Pelajari cara kerja subdomain tingkat ketiga untuk website Anda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Mengenal-Third-Level-Domain-Lengkap-dengan-Fungsi-Contohnya.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi & Contohnya!]"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/mengenal-third-level-domain-lengkap-dengan-fungsi-contohnya.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Third Level Domain [Lengkap dengan Fungsi &#038; Contohnya!]"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5437"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6326,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5437\/revisions\/6326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}