{"id":5423,"date":"2026-10-16T17:22:33","date_gmt":"2026-10-16T10:22:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3216"},"modified":"2026-06-24T10:23:55","modified_gmt":"2026-06-24T03:23:55","slug":"panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html","title":{"rendered":"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP"},"content":{"rendered":"<p>Apakah Anda memiliki website bisnis? Sudahkah Anda melengkapinya dengan SFTP?<\/p>\n<p><em>Hah? Apa itu SFTP?<\/em><\/p>\n<p>Sebelum ke sana, Anda perlu tahu dulu bahwa dunia digital juga banyak kriminal. Bahkan, sekarang ini cyber crime meningkat\u00a0<a href=\"https:\/\/www.securitymagazine.com\/articles\/93722-uk-sees-a-31-increase-in-cyber-crime-amid-the-pandemic\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">31%<\/a>, lho.<\/p>\n<p>Karena itu, website<strong>\u00a0apalagi yang bergerak di bidang bisnis<\/strong>\u00a0membutuhkan perlindungan ekstra seperti SFTP.<\/p>\n<p>SFTP adalah salah satu\u00a0<strong>cara mengamankan website<\/strong>\u00a0dari berbagai ancaman digital. Tanpa SFTP, seluruh data dan transaksi mudah saja dibajak oleh oknum tertentu.<\/p>\n<p>Apakah Anda mau informasi sensitif yang tersimpan pada website dicuri dan disalahgunakan? Pastinya tidak.<\/p>\n<p>Nah untuk menjauhkan website dari tangan-tangan jahil, sebaiknya Anda mengetahui<strong>\u00a0cara menggunakan SFTP<\/strong>. Tapi sebelum membahasnya, kami akan mendampingi Anda mengenal SFTP lebih jauh.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-sftp\"><span id=\"Apa_Itu_SFTP\">Apa Itu SFTP?<\/span><\/h2>\n<p><strong>SFTP (<em>SSH File Transfer Protocol<\/em>) adalah metode untuk mengamankan pengiriman atau pertukaran informasi antara server dengan klien.<\/strong><\/p>\n<p>Sesuai dengan kepanjangannya, SFTP adalah\u00a0<strong>bagian dari\u00a0<\/strong><strong>SSH<\/strong><strong><em>\u00a0(Secure Shell)<\/em><\/strong>. Gampangannya, SSH itu protokol alias prosedur yang m<strong>emungkinkan dua komputer berkomunikasi secara aman dan dalam bahasa yang disepakati<\/strong>.<\/p>\n<p>Tanpa SSH, protokol tersebut hanyalah berupa\u00a0<strong>FTP\u00a0<\/strong><strong><em>(File Transfer Protocol)<\/em><\/strong>. Yang artinya, lalu lintas pengiriman file tidak memiliki pengaman.<\/p>\n<p>Hmmm, memang apa sih bedanya memakai pengaman dengan yang tidak? Mari temukan jawabannya di poin selanjutnya.<\/p>\n<h2 id=\"h-perbedaan-sftp-dan-ftp\"><span id=\"Perbedaan_SFTP_dan_FTP\">Perbedaan SFTP dan FTP<\/span><\/h2>\n<p>Sekarang, bayangkan Anda dan seorang rekan kerja ingin\u00a0<em>ngegosipin<\/em>\u00a0atasan. Karena takut ada yang\u00a0<em>nguping<\/em>\u00a0pembicaraan, kalian pun memilih ngobrol di meja paling sepi di kantin.<\/p>\n<p>Saking asyiknya ngerumpi, Anda dan teman Anda sampai tidak memperhatikan sekitar. Tanpa Anda sadari, Si Bos sedang duduk di dekat meja tersebut dan dia sudah mendengar seluruh rumpian Anda. Apes banget, kan?<\/p>\n<p>Nah, itulah yang terjadi jika Anda menggunakan\u00a0<strong>FTP<\/strong>. Setiap pertukaran informasi cukup terbuka sehingga mudah bocor dan\u00a0<strong>mengundang lebih banyak ancaman<\/strong>.<\/p>\n<p>Lain halnya dengan\u00a0<strong>SFTP<\/strong>. Jika menggunakan SFTP, setiap\u00a0<strong>aliran informasi akan diubah menjadi kode-kode unik alias terenkripsi<\/strong>.<\/p>\n<p>Ibaratnya seperti berbicara dengan bahasa isyarat yang hanya diketahui Anda dan teman Anda. Sehingga, orang lain yang mendengarnya tidak akan bisa menerjemahkan pembicaraan kalian berdua. Alhasil, informasi pun lebih aman.<\/p>\n<p>Lebih lengkapnya, berikut perbedaan SFTP dan FTP.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-table\">\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Parameter<\/strong><\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>FTP<\/strong><\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>SFTP<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Full Form<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">File Transfer Protocol.<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Secure FTP Protocol.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Basic<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">FTP tidak menawarkan channel aman untuk mentransfer file antar host<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">SFTP menawarkan channel aman untuk mentransfer file antar host<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Encryption<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">FTP dapat diakses secara anonymous dan kebanyakan proses transfer file tidak dienkripsi.<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">SFTP mengenkripsi data sebelum mengirimnya ke host lain.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Architecture used<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Client-Server<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">SSH<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Protocol<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">FTP adalah protokol TCP\/IP<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">SFTP adalah bagian dari SSH protokol yang merupakan program aplikasi remote login.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Number of channels used<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">2<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Commonly used<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Yes<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">No<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Transfer method<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Direct transfer<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Tunneling<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Inbound Port<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Mengizinkan koneksi masuk, menggunakan port 21<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Mengizinkan koneksi masuk, menggunakan port 22<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Outbound Port<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Mengizinkan koneksi keluar, menggunakan port 21<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Mengizinkan koneksi keluar, menggunakan port 22<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/figure>\n<h2 id=\"h-kenapa-menggunakan-sftp\"><span id=\"Kenapa_Menggunakan_SFTP\">Kenapa Menggunakan SFTP?<\/span><\/h2>\n<p>Dengan menggunakan SFTP,\u00a0 website Anda akan mendapatkan keuntungan ini:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Koneksi transfer selalu aman;<\/strong><\/li>\n<li><strong>Sandi atau data file tidak mudah dibaca pihak asing;<\/strong><\/li>\n<li><strong>Memastikan orang yang masuk ke server bukan ancaman;<\/strong><\/li>\n<li><strong>Memeriksa keaslian dan sumber data;<\/strong><\/li>\n<li><strong>Memenuhi syarat keamanan dari undang-undang internasional<\/strong>, seperti SOX (untuk investor, keuangan, dll), HIPAA (untuk bidang medis), dll.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Meski begitu, bukan berarti SFTP tidak memiliki kekurangan. Dari segi pengoperasiannya, tentu lebih mudah\u00a0menggunakan FTP\u00a0daripada SFTP. Sebab, SFTP cukup membutuhkan kemampuan teknis.<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-menggunakan-sftp-di-cpanel\"><span id=\"Cara_Menggunakan_SFTP_di_cPanel\">Cara Menggunakan SFTP di cPanel<\/span><\/h2>\n<p>Gimana sih cara menggunakan SFTP demi hosting yang lebih aman? Ini dia cara menggunakan SFTP di cPanel.<\/p>\n<ol>\n<li>Download Software FileZilla;<\/li>\n<li>Generate SSH Access;<\/li>\n<li>Konfigurasi SFTP<\/li>\n<\/ol>\n<p>Lebih detailnya lagi, silakan ikuti panduan berikut.<\/p>\n<h3 id=\"h-1-download-dan-install-software-filezilla\"><span id=\"1_Download_dan_Install_Software_FileZilla\">1. Download dan Install Software FileZilla<\/span><\/h3>\n<p>Pertama, unduh dan instal software\u00a0<a href=\"https:\/\/filezilla-project.org\/download.php?show_all=1\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">FileZilla<\/a>. FileZilla digunakan untuk melakukan pengiriman data antara hosting dengan komputer.<\/p>\n<p>Setelah selesai mengunduh, install FileZilla dengan mengikuti perintah instalasi.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-generate-ssh-keys\"><span id=\"2_Generate_SSH_Keys\">2. Generate SSH Keys<\/span><\/h3>\n<p>Di tahapan ini, Anda akan membuat\u00a0<strong>Public Key<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Private Key<\/strong>. Meski keduanya sama-sama digunakan untuk mengenkripsi (mengubah data ke kode tertentu) dan mendekripsi (menerjemahkan file yang terenkripsi), ada perbedaan besar:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Public Key<\/strong>\u00a0\u2192 mengenkripsi dan mendekripsi data untuk\u00a0<em>dibagikan<\/em>\u00a0ke penerima data;<\/li>\n<li><strong>Private Key<\/strong>\u00a0\u2192 hanya digunakan untuk mengenkripsi data dan mendekripsi data agar bisa dipahami user.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berikut cara mendapatkan Public Key dan Private Key dari cPanel.<\/p>\n<p><strong>1. Login cPanel<\/strong><\/p>\n<p>Pertama, login ke akun cPanel Anda. Masukkan username dan password cPanel lalu klik\u00a0<strong>Log in<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>2. Pilih SSH Access<\/strong><\/p>\n<p>Setelah masuk ke dashboard cPanel, cari menu\u00a0<strong><em>Security<\/em><\/strong>\u00a0dan pilih fitur\u00a0<strong><em>SSH Access<\/em><\/strong> seperti pada gambar di bawah ini.<\/p>\n<p><strong>3. Pilih Manage SSH Key<\/strong><\/p>\n<p>Kemudian klik tombol\u00a0<strong>Manage SSH Keys<\/strong> pada halaman berikutnya<\/p>\n<p><strong>4. Generate a New Key<\/strong><\/p>\n<p>Setelah itu, klik\u00a0<strong>Generate a New Key<\/strong> untuk mendapatkan Public Key baru.<\/p>\n<p><strong>5. Isikan Informasi Key<\/strong><\/p>\n<p>Pada halaman selanjutnya, Anda akan diberikan tampilan form yang harus Anda isi. Berikut ini keterangannya.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Key Name<\/strong>: Nama key yang akan digunakan. secara default sistem akan menggunakan nama key\u00a0<strong>id_rsa<\/strong>. Anda bisa mengubah nama key tersebut sesuai keinginan Anda.<\/li>\n<li><strong>Key Password<\/strong>: Password yang akan digunakan untuk Public Key.<\/li>\n<li><strong>Re Enter Password<\/strong>: Ketik ulang password Anda<\/li>\n<li><strong>Key Type<\/strong>: Jenis key yang akan digunakan untuk public key, pada panduan ini kami menggunakan<\/li>\n<li><strong>Key Size<\/strong>: Ukuran file key.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah Anda mengisi informasi Public Key klik\u00a0<strong>Generate Key<\/strong>\u00a0untuk menyimpan Public Key.<\/p>\n<p>Apabila berhasil membuat Public Key, Anda akan diarahkan pada halaman berikut. Klik\u00a0<strong>Go back<\/strong>\u00a0untuk melanjutkan proses Generate Keys.<\/p>\n<p><strong>6. Authorize Public Key<\/strong><\/p>\n<p>Kemudian Anda perlu melakukan authorize pada Public Key yang Anda buat dengan klik tombol\u00a0<strong>Manage<\/strong>\u00a0lalu klik\u00a0<strong>Authorize<\/strong>. Setelah itu, klik Go Back untuk kembali ke halaman SSH Access.<\/p>\n<p><strong>7. Download Private Key<\/strong><\/p>\n<p>Setelah melakukan Authorize pada Public Key, scroll ke bawah pada Private Keys dan klik\u00a0<strong>View\/Download<\/strong>\u00a0lalu klik\u00a0<strong>Download Key<\/strong>.<\/p>\n<p>Nah, Anda telah berhasil mendapatkan file .ppk yang bisa digunakan untuk menghubungkan localhost ke SFTP.<\/p>\n<h3 id=\"h-3-konfigurasi-sftp\"><span id=\"3_Konfigurasi_SFTP\">3. Konfigurasi SFTP<\/span><\/h3>\n<p>Setelah mendapatkan Public Key, kini Anda bisa melakukan konfigurasi untuk terhubung ke hosting melalui SFTP dan menggunakan Software FileZilla.<\/p>\n<p>Mari ikuti langkah-langkah di bawah ini:<\/p>\n<p><strong>1. Tambahkan Private Key<\/strong><\/p>\n<p>Buka aplikasi FileZilla lalu klik menu Edit dan pilih Settings untuk menambahkan file\u00a0<em>.ppk<\/em>\u00a0yang sudah Anda download.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Anda akan diarahkan pada halaman\u00a0<strong>Settings<\/strong>\u00a0lalu klik menu\u00a0<strong>SFTP\u00a0<\/strong>dan tambahkan key dengan cara klik\u00a0<strong>Add key file<\/strong>.<\/p>\n<p>Setelah itu akan terbuka file explorer, lalu cari file\u00a0<em>.ppk<\/em>\u00a0dan klik\u00a0<strong>Open<\/strong>. Kemudian, klik\u00a0<strong>OK<\/strong>\u00a0untuk menyimpan perubahan.<\/p>\n<p><strong>3. Tambahkan Site Manager<\/strong><\/p>\n<p>Setelah\u00a0 menambahkan keys pada SFTP,\u00a0 tambahkan hostname, port, username, dan password pada menu site manager. Caranya klik menu\u00a0<strong>File<\/strong>\u00a0lalu pilih\u00a0<strong>Site Manager<\/strong>.<\/p>\n<p>Selanjutnya, klik\u00a0<strong>New Site<\/strong>\u00a0untuk login ke hosting Anda. Anda akan diberikan form untuk mengisi form berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Protocol<\/strong>: Pilih jenis protokol yang digunakan. Pilih SFTP<\/li>\n<li><strong>Host<\/strong>: Masukkan nama host dari hosting Anda<\/li>\n<li><strong>Port<\/strong>: Masukkan port pada web hosting Anda (Bagi pengguna Hostinger, gunakanlah <strong>port<\/strong>\u00a0<strong>65002<\/strong>\u00a0jika dengan\u00a0<strong>port 22<\/strong>\u00a0terjadi error)<\/li>\n<li><strong>Logon Type<\/strong>: Pilih normal<\/li>\n<li><strong>User<\/strong>: Ketik nama user FTP\/cPanel hosting Anda<\/li>\n<li><strong>Password<\/strong>: Masukkan password cPanel hosting Anda<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika Anda sudah mengisinya dengan sesuai, klik\u00a0<strong>Connect<\/strong>\u00a0untuk masuk ke dalam file manager hosting melalui SFTP.<\/p>\n<p>Kemudian Anda akan mendapatkan pop up seperti\u00a0 gambar di bawah\u00a0 yang memberikan keterangan terkait hosting yang digunakan. Klik\u00a0<strong>OK<\/strong>\u00a0untuk melanjutkan proses login.<\/p>\n<p>Apabila\u00a0 berhasil login melalui SFTP, Anda akan diarahkan ke halaman directory hosting Anda.<\/p>\n<p>Setelah berhasil masuk ke dalam directory hosting melalui SFTP, Anda bisa melakukan\u00a0<strong><em>file access<\/em>,\u00a0<em>file transfer<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>file management<\/em><\/strong>\u00a0secara aman.<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-menggunakan-sftp-di-vps\"><span id=\"Cara_Menggunakan_SFTP_di_VPS\">Cara Menggunakan SFTP di VPS<\/span><\/h2>\n<p>Selain pada cPanel, Anda juga bisa menggunakan SFTP di\u00a0VPS, lho. Berikut ini adalah panduan cara menggunakan SFTP di VPS.<\/p>\n<h3><span id=\"1_Cara_Terhubung_ke_SFTP\"><strong>1. Cara Terhubung ke SFTP<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Pertama, pastikan Anda sudah terhubung ke SFTP. Apabila belum terhubung ke\u00a0 SFTP, masukkan perintah berikut ke dalam command line untuk login menggunakan SFTP.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>sftp root@IP_Server_Anda_atau_HostName<\/code><\/pre>\n<p>Saat\u00a0 menjalankan perintah di atas, Anda akan diminta untuk memasukkan password dari user atau hostname Anda.<\/p>\n<p>Perintah di atas akan menghubungkan Anda ke dalam remote system dan prompt Anda akan berubah menjadi prompt SFTP seperti pada gambar di bawah ini.<\/p>\n<p>Untuk keluar dari prompt SFTP, Anda cukup menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>exit<\/code><\/pre>\n<h3><span id=\"2_Pelajari_Perintah_Dasar_SFTP\"><strong>2. Pelajari Perintah Dasar SFTP<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Apabila Anda adalah pengguna baru SFTP,\u00a0 tidak perlu khawatir. Sebab SFTP menyediakan fitur bantuan untuk mengetahui perintah-perintah dasar di SFTP.<\/p>\n<p>Untuk melihat perintah-perintah dasar di SFTP, cukup gunakan perintah help atau \u2018?\u2019 yang outputnya akan seperti gambar di bawah ini<\/p>\n<h3><span id=\"3_Navigasi_dengan_SFTP\"><strong>3. Navigasi dengan SFTP<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Ketika masuk ke remote server, direktori default yang digunakan adalah direktori home. Untuk memeriksanya, Anda bisa menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>pwd<\/code><\/pre>\n<p>Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini. Artinya Anda berada pada direktori kerja home.<\/p>\n<p>Untuk melihat daftar file yang ada di dalam direktori home, Anda dapat menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>ls<\/code><\/pre>\n<p>Anda juga dapat berpindah ke direktori lainnya. Misalnya, di bawah ini kami berpindah dari direktori root ke direktori etc:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>cd \/etc<\/code><\/pre>\n<p>Anda bisa menyesuaikan perintah di atas dengan direktori Anda sendiri. Untuk memastikan lokasi direktori, cek menggunakan perintah pwd ke command line Anda.<\/p>\n<h3><span id=\"4_Transfer_File_Dengan_SFTP\"><strong>4. Transfer File Dengan SFTP<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Dengan\u00a0 SFTP Anda juga dapat transfer file secara aman. Berikut ini adalah cara transfer file menggunakan SFTP.<\/p>\n<h4><span id=\"Unduh_File_dengan_Perintah_SFTP\"><strong>Unduh File dengan Perintah SFTP<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Untuk mengunduh file menggunakan SFTP, pastikan Anda berada di lokasi direktori file tersebut disimpan. Untuk mengunduh satu file dari remote server, gunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>get namafile.zip<\/code><\/pre>\n<p>Outputnya akan seperti di bawah ini:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Fetching \/home\/remote_username\/namafile.zip to namafile.zip\r\n\/home\/nama_remote\/namafile.zip          90%   28MB   1.8MB\/s   00:14<\/code><\/pre>\n<p>Jika ingin menyimpan file yang diunduh menggunakan nama berbeda, Anda dapat menggunakan nama baru sebagai argumen kedua pada perintah seperti contoh berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>get namafile.zip namafilebeda.zip<\/code><\/pre>\n<p>Keterangan perintah di atas adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>namafile.zip merupakan file yang akan di-download dan namafilebeda.zip adalah hasil download file.<\/p>\n<h4><span id=\"Upload_File_dengan_Perintah_SFTP\"><strong>Upload File dengan Perintah SFTP<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Sebelum meng-upload file dari komputer, pastikan Anda berada di direktori file yang akan di-upload. Kemudian Anda dapat menggunakan perintah berikut untuk mulai meng-upload file dari komputer:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>put namafile.zip<\/code><\/pre>\n<p>Outputnya akan seperti di bawah ini:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Uploading filename.zip to \/home\/remote_username\/namafile.zip\r\nnamafile.zip                          90%   15MB   1.8MB\/s   00:07<\/code><\/pre>\n<p>Apabila saat proses upload file ke direktori server gagal, Anda dapat mengulanginya menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>reput namafile.zip<\/code><\/pre>\n<h3><span id=\"5_Pelajari_Perintah_Dasar_SFTP\"><strong>5. Pelajari Perintah Dasar SFTP<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Berikut ini adalah beberapa perintah dasar yang sering digunakan saat menggunakan SFTP untuk remote server.<\/p>\n<h4><span id=\"Cek_Informasi_Disk\"><strong>Cek Informasi Disk<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Anda dapat melakukan cek informasi disk atau penyimpanan pada server Anda menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>df<\/code><\/pre>\n<h4><span id=\"Buat_Direktori\"><strong>Buat Direktori<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Untuk membuat direktori pada remote server, Anda bisa menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mkdir nama_direktori<\/code><\/pre>\n<h4><span id=\"Rename_File\"><strong>Rename File<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Untuk mengubah nama file pada remote server, masukkan perintah di bawah ini:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>rename nama_file_lama nama_file_baru<\/code><\/pre>\n<h4><span id=\"Hapus_File\"><strong>Hapus File<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Untuk menghapus file dalam remote server, Anda dapat menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>rm nama_file<\/code><\/pre>\n<h4><span id=\"Ubah_Izin_File\"><strong>Ubah Izin File<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Anda juga dapat merubah izin file saat menggunakan remote server. caranya adalah dengan menggunakan perintah chmod. Berikut perintah lengkapnya:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>chmod 644 nama_file<\/code><\/pre>\n<h4><span id=\"Ubah_Pemilik_File\"><strong>Ubah Pemilik File<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Untuk mengubah hak akses pemilik file di remote server, gunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>chown user_id nama_file<\/code><\/pre>\n<h4><span id=\"Ubah_Pemilik_Group_File\"><strong>Ubah Pemilik Group File<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Anda dapat merubah pemilik group file menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>chgrp group_id nama_file<\/code><\/pre>\n<p>Nah, itu tadi cara menggunakan SFTP baik di cPanel maupun VPS. Dengan menggunakan SFTP, akan lebih mudah untuk melakukan backup dan upload file secara aman ke hosting.<\/p>\n<h2 id=\"h-website-apa-saja-yang-membutuhkan-sftp\"><span id=\"Website_Apa_Saja_yang_Membutuhkan_SFTP\">Website Apa Saja yang Membutuhkan SFTP?<\/span><\/h2>\n<p>Jika website Anda memproses berbagai<strong>\u00a0informasi sensitif<\/strong>, kami sarankan menggunakan SFTP.<\/p>\n<p>Mungkin masih segar di ingatan Anda, Tokopedia sempat gempar karena data penggunanya bocor. Bahkan, ada oknum yang menjualnya di dark web.<\/p>\n<p>Untungnya, Tokopedia sudah memasang sistem keamanan yang cukup ketat. Alhasil, hacker hanya bisa merampok file yang sudah terenkripsi sehingga tidak bisa menerjemahkannya. Dengan begitu, kerahasiaan data pengguna pun tetap terjaga.<\/p>\n<p>Jadi, website apa saja sih yang membutuhkan SFTP? Coba tengok apakah perusahaan Anda bergerak di bidang-bidang berikut.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Online shop<\/strong>\u00a0\ud804\udc4b di mana ada berbagai proses transaksi yang membutuhkan data personal customer, data rekening, dsb;<\/li>\n<li><strong>Instansi keuangan<\/strong>\u00a0\ud804\udc4b banyak menyimpan informasi keuangan customer;<\/li>\n<li><strong>Firma hukum<\/strong>\u00a0\ud804\udc4b memerlukan pengawasan ketat agar file penting, surat perjanjian, dan salinannya tidak tersebar ke sembarang oknum;<\/li>\n<li><strong>Production house<\/strong>\u00a0\ud804\udc4b pendistribusian film secara digital harus aman agar tidak mudah dibajak;<\/li>\n<li><strong>Perusahaan IT<\/strong>\u00a0\ud804\udc4b perlunya melindungi sistem agar jauh dari serangan hacker dan\u00a0cyber crime\u00a0lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Apakah perusahaan Anda ada dalam daftar di atas? Jika iya, pertimbangkanlah untuk segera memasang SFTP.<\/p>\n<h2 id=\"h-jauhkan-website-dari-berbagai-serangan-digital\"><span id=\"Jauhkan_Website_dari_Berbagai_Serangan_Digital\">Jauhkan Website dari Berbagai Serangan Digital!<\/span><\/h2>\n<p>Sampai sini, Anda sudah memahami\u00a0<strong>SFTP adalah protokol untuk melindungi setiap proses pengiriman data antara server dengan klien.<\/strong><\/p>\n<p>Menggunakan SFTP, website yang banyak bersentuhan dengan informasi sensitif akan lebih terlindungi. Seperti website toko online, instansi keuangan, perusahaan IT, dan banyak lagi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda memiliki website bisnis? Sudahkah Anda melengkapinya dengan SFTP? Hah? Apa itu SFTP? Sebelum ke sana, Anda perlu tahu dulu bahwa dunia digital juga banyak kriminal. Bahkan, sekarang ini cyber crime meningkat\u00a031%, lho. Karena itu, website\u00a0apalagi yang bergerak di bidang bisnis\u00a0membutuhkan perlindungan ekstra seperti SFTP. SFTP adalah salah satu\u00a0cara mengamankan website\u00a0dari berbagai ancaman digital. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6111,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8,10],"tags":[4,13,6,7,9],"class_list":["post-5423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","category-website","category-wordpress","tag-plugin","tag-tema","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan lengkap SFTP: pengertian, manfaat, dan cara menggunakan SFTP untuk transfer file aman antara komputer dan server hosting.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan lengkap SFTP: pengertian, manfaat, dan cara menggunakan SFTP untuk transfer file aman antara komputer dan server hosting.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-16T10:22:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T03:23:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html\",\"name\":\"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-16T10:22:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T03:23:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Panduan lengkap SFTP: pengertian, manfaat, dan cara menggunakan SFTP untuk transfer file aman antara komputer dan server hosting.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP","description":"Panduan lengkap SFTP: pengertian, manfaat, dan cara menggunakan SFTP untuk transfer file aman antara komputer dan server hosting.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP","og_description":"Panduan lengkap SFTP: pengertian, manfaat, dan cara menggunakan SFTP untuk transfer file aman antara komputer dan server hosting.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-10-16T10:22:33+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T03:23:55+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html","name":"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp","datePublished":"2026-10-16T10:22:33+00:00","dateModified":"2026-06-24T03:23:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Panduan lengkap SFTP: pengertian, manfaat, dan cara menggunakan SFTP untuk transfer file aman antara komputer dan server hosting.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-SFTP-Pengertian-Manfaat-dan-Cara-Menggunakan-SFTP.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-sftp-pengertian-manfaat-dan-cara-menggunakan-sftp.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Lengkap SFTP: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakan SFTP"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5675,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5423\/revisions\/5675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}