{"id":5409,"date":"2026-10-24T08:01:22","date_gmt":"2026-10-24T01:01:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3142"},"modified":"2026-06-24T10:31:34","modified_gmt":"2026-06-24T03:31:34","slug":"panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html","title":{"rendered":"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p>Bagi pemilik website atau seorang developer, memahami HTTP status code itu sangatlah penting. Sebab, status code\u00a0HTTP adalah\u00a0kunci utama yang akan membantu memperbaiki berbagai error di website Anda.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, di artikel kali ini kami akan menjelaskan dengan lengkap daftar HTTP status code beserta arti dibalik kode tersebut. Pastikan membaca artikel ini sampai selesai agar Anda tidak panik dan kebingungan saat error HTTP status code ini muncul di website Anda, ya!<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-http-status-code\"><span id=\"Apa_itu_HTTP_Status_Code\">Apa itu HTTP Status Code?<\/span><\/h2>\n<p>Singkatnya, HTTP status adalah jawaban server website atas permintaan data oleh browser Anda. Jawaban ini berbentuk kode tiga digit dan biasanya Anda tak akan menyadarinya kalau proses pertukaran data berjalan dengan lancar.<\/p>\n<p>Baru saat ada sesuatu yang tidak normal, kode ini akan langsung muncul dengan tiba-tiba di browser Anda. Dengan kata lain, kemunculan HTTP status code ini adalah cara server berkata, \u201cHai, ternyata ada yang\u00a0<em>nggak<\/em> beres, nih. Ini aku berikan catatan kode yang bisa menjelaskan masalah error-nya.\u201d<\/p>\n<p>Oh ya, Anda juga bisa melihat HTTP status code yang tidak dimunculkan oleh browser, lho. Umumnya, kode yang tidak dimunculkan oleh browser itu berarti semua berjalan dengan lancar, sehingga server tak perlu memberitahu Anda.<\/p>\n<p>Akan tetapi, jika Anda penasaran dan ingin mempelajari HTTP status code dengan lebih mendalam, Anda bisa menggunakan tool online seperti\u00a0<a href=\"https:\/\/websniffer.cc\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Web Sniffer<\/a>.<\/p>\n<h2 id=\"h-daftar-lengkap-dan-arti-dari-http-status-code\"><span id=\"Daftar_Lengkap_dan_Arti_dari_HTTP_Status_Code\">Daftar Lengkap dan Arti dari HTTP Status Code<\/span><\/h2>\n<p>Di bawah ini, kami membagi HTTP response code menjadi lima kategori. Kategori ini dibuat karena miripnya arti atau saling berhubungannya kode-kode dalam satu kategori tersebut.<\/p>\n<h3 id=\"h-1-http-status-code-100-an\"><span id=\"1_HTTP_Status_Code_100-an\">1. HTTP Status Code 100-an<\/span><\/h3>\n<p>Kode-kode di kategori ini memberitahukan informasi bahwa permintaan dari browser masih diproses karena suatu hal. Tidak melulu error, kok. Hanya sebagai informasi tambahan agar Anda tahu apa sedang terjadi.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>100 \u2013 Continue<\/strong><br \/>\nMaksudnya adalah server sudah menerima permintaan \u201cheader\u201d dari browser Anda dan sekarang sudah siap untuk menerima permintaan \u201cbody.\u201d Ini membuat proses menjadi lebih efisien karena mencegah browser agar tidak mengirimkan permintaan \u201cbody\u201d karena \u201cheader\u201d ditolak.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>101 \u2013 Switching Protocols<\/strong><br \/>\nBrowser Anda meminta server untuk mengganti\/berpindah protokol dan server telah memenuhi permintaan tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>103 \u2013 Early Hints<\/strong><br \/>\nHTTP code yang satu ini berarti server mengirimkan \u201cheader\u201d terlebih dahulu ke browser sebelum data dari server sepenuhnya terbuka.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-2-http-status-code-200-an\"><span id=\"2_HTTP_Status_Code_200-an\">2. HTTP Status Code 200-an<\/span><\/h3>\n<p>Kode yang berarti bahwa permintaan browser telah berhasil diterima, dipahami, dan diproses oleh server. Dengan kata lain, semua berjalan dengan lancar.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>200 \u2013 Everything is OK<\/strong><br \/>\nKode ini muncul saat halaman website atau data bekerja sebagaimana mestinya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>201 \u2013 Created<\/strong><br \/>\nServer telah memenuhi permintaan browser Anda. Hasilnya, server membuat data baru.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>202 \u2013 Accepted<\/strong><br \/>\nServer sudah menerima permintaan browser Anda, tapi masih diproses.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>203 \u2013 Non-Authoritative Information<\/strong><br \/>\nHTTP code yang satu ini muncul saat penggunaan\u00a0proxy\u00a0berhasil dideteksi. Jadi, server proxy menerima kode 200 dari server asli, tapi hasilnya dimodifikasi oleh proxy tersebut sebelum dikirimkan ke browser Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>204 \u2013 No Content<\/strong><br \/>\nMaksudnya adalah server sudah berhasil memproses permintaan, tapi tidak menghasilkan konten apapun.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>205 \u2013 Reset Content<\/strong><br \/>\nHampir mirip dengan kode 204. HTTP code 205 ini berarti server telah memproses permintaan, tapi tidak menghasilkan konten apapun. Server juga meminta browser Anda untuk mereset\u00a0<em>document view<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>206 \u2013 Partial Content<\/strong><br \/>\nKode ini muncul saat browser Anda menggunakan \u201crange header.\u201d Sehingga menyebabkan server hanya mengirim sebagian dari data yang diminta.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-3-http-status-code-300-an\"><span id=\"3_HTTP_Status_Code_300-an\">3. HTTP Status Code 300-an<\/span><\/h3>\n<p>Kode-kode ini adalah kode\u00a0redirect<strong>.\u00a0<\/strong>Redirect sendiri adalah saat data lama telah dipindahkan ke tempat yang baru. Sehingga<strong>\u00a0<\/strong>saat permintaan terjadi, data baru tersebut yang diberikan kepada browser daripada data yang sebenarnya diminta.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>300 \u2013 Multiple Choices<\/strong><br \/>\nKadang, ada beberapa kemungkinan resource yang bisa server kirimkan untuk memenuhi permintaan browser Anda. Nah, HTTP code 300 ini mengharuskan browser Anda untuk memilih salah satu di antara resource tersebut.Kode ini biasanya muncul karena ada beberapa versi ekstensi file di server atau saat server menerima permintaan yang ambigu dari browser.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>301 \u2013 The requested resource has been moved permanently<\/strong><br \/>\nKode ini muncul saat halaman website atau data telah diganti secara permanen dengan data yang baru. Dengan kata lain, HTTP code ini digunakan untuk\u00a0Redirect 301.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>302 \u2013 The requested resource has moved, but was found<\/strong><br \/>\nHTTP code yang satu ini terjadi saat data yang diminta itu ditemukan, tapi tidak berada di lokasi yang dikira.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>303 \u2013 See Other<\/strong><br \/>\nUntuk memahami kode 303 ini, Anda haruslah paham mengenai perbedaan antara empat\u00a0<a href=\"https:\/\/developer.mozilla.org\/en-US\/docs\/Web\/HTTP\/Methods\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">metode permintaan HTTP<\/a>. Intinya, kode ini memberitahu browser Anda bahwa data yang diminta melalui POST, PUT, atau DELETE telah ditemukan. Namun, untuk mendapatkannya melalui GET, Anda harus meminta dengan URL yang berbeda dari sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>304 \u2013 The requested resource has not been modified since the last time you accessed it<\/strong><br \/>\nKode ini memberitahu browser bahwa data yang disimpan di cache itu tidak berubah. Sehingga halaman website bisa lebih cepat dibuka.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>307 \u2013 Temporary Redirect<\/strong><br \/>\nMuncul saat data telah dipindah sementara di URL yang berbeda. Namun, metode HTTP masihlah sama.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>308 \u2013 Permanent Redirect<\/strong><br \/>\nBerarti data yang diminta telah dipindah secara permanen di URL baru. Namun, metode HTTP juga masih sama.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-4-http-status-code-400-an\"><span id=\"4_HTTP_Status_Code_400-an\">4. HTTP Status Code 400-an<\/span><\/h3>\n<p>Nah, di kategori inilah HTTP response code mulai menjadi masalah. Kode di kategori ini menunjukan adanya error dari sisi web browser. Entah dari web browser-nya sendiri atau dari permintaan browser.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>400 \u2013 Bad Request<\/strong><br \/>\nServer tak bisa memenuhi permintaan karena adanya error dari browser Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>401 \u2013 Unauthorized<\/strong><br \/>\nError ini muncul karena browser tak bisa memberikan bukti kewenangan yang sah saat diminta server.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>402 \u2013 Payment Required<\/strong><br \/>\nBanyak platform yang memunculkan HTTP status code ini saat pengguna tidak memenuhi jumlah pembayaran yang dibutuhkan. Contohnya: melewati batas penggunaan harian Google Developers API, belum membayar biaya\u00a0Shopify, dan pembayaran melalui Stripe yang gagal diproses.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>403 \u2013 Access to that resource is forbidden<\/strong><br \/>\nKode ini muncul saat pengguna berusaha mengakses sesuatu yang tak diizinkan. Misalnya, mengakses konten yang dikunci tanpa login terlebih dahulu.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>404 \u2013 The requested resource was not found<\/strong><br \/>\nInilah kode error tiga digit paling terkenal di jagat maya. Error ini menunjukkan bahwa data yang diminta browser itu tidak ada di server.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>405 \u2013 Method not allowed<\/strong><br \/>\nKode ini menunjukkan bahwa server hosting telah menerima dan mengenali permintaan dari browser. Namun, ia menolak metode HTTP yang digunakan. Sehingga browser tak bisa menampilkan halaman yang diminta.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>406 \u2013 Not acceptable response<\/strong><br \/>\nHTTP status code yang satu ini berarti browser mengirim permintaan \u201caccept header\u201d dan server tak bisa memenuhinya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>407 \u2013 Proxy Authentication Required<\/strong><br \/>\nMenunjukkan bahwa proxy server sedang digunakan dan server meminta browser Anda untuk memberikan kewenangan terlebih dahulu sebelum melanjutkan.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>408 \u2013 The server timed out waiting for the rest of the request from the browser<\/strong><br \/>\nMuncul saat server kehabisan waktu (<em>time out<\/em>) karena menunggu browser menyelesaikan permintaannya. Dengan kata lain, server tidak menerima seluruh permintaan yang dikirim browser. Mungkin saja karena koneksi pengguna sehingga komunikasi dengan server terputus.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>409 \u2013 Conflict<\/strong><br \/>\nSeperti namanya, HTTP response code ini muncul saat terjadi konflik antara data yang diminta dan data yang tersedia. Biasanya karena data tersebut sering diubah-ubah.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>410 \u2013 The requested resource is gone and won\u2019t be coming back<\/strong><br \/>\nHampir mirip dengan error 404. Bedanya, 410 itu data memang tidak ada dan tak pernah ada.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>411 \u2013 Length Required<\/strong><br \/>\nServer membutuhkan browser untuk menyebutkan \u201clength\u201d tertentu dan gagal untuk memenuhinya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>412 \u2013 Precondition Failed<\/strong><br \/>\nMuncul saat browser Anda memasukkan beberapa syarat khusus dalam permintaannya dan server tak bisa memenuhinya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>413 \u2013 Request Entity Too Large<\/strong><br \/>\nPermintaan browser Anda terlalu besar untuk diproses server.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>414 \u2013 URL Too Long<\/strong><br \/>\nSeperti namanya, error 414 URL Too Long terjadi saat URL yang dikirim oleh browser terlalu panjang untuk bisa diproses server.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>415 \u2013 Unsupported Media Type<\/strong><br \/>\nHTTP status code 415 muncul saat browser Anda meminta jenis media yang tak didukung oleh server.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>416 \u2013 Range Not Satisfiable<\/strong><br \/>\nHTTP status ini muncul saat server tak bisa memenuhi permintaan \u201crange\u201d dari browser Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>417 \u2013 Expectation Failed<\/strong><br \/>\nServer tak bisa memenuhi syarat khusus yang ada di dalam \u201cheader\u201d permintaan browser Anda.<\/li>\n<li><strong>418 \u2013 I\u2019m a teapot<\/strong><br \/>\nKode ini hanyalah\u00a0<em>prank\u00a0<\/em>atau guyonan April Mop dari tahun 1988.<\/li>\n<li><strong>422 \u2013 Unprocessable Entity<\/strong><br \/>\nTerjadi karena terdapat kesalahan bahasa di dalam permintaan browser Anda, sehingga server tidak bisa memprosesnya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>425 \u2013 Too Early<\/strong><br \/>\nServer tak mau memproses permintaan Anda karena mungkin permintaan tersebut diulang.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>426 \u2013 Upgrade Required<\/strong><br \/>\nServer menolak permintaan browser dan mengharuskan Anda untuk meningkatkan (<em>upgrade<\/em>) ke protokol yang berbeda.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>428 \u2013 Precondition Required<\/strong><br \/>\nHTTP status code yang satu ini terjadi karena server membutuhkan beberapa syarat untuk dipenuhi oleh browser terlebih dahulu.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>429 \u2013 Too many requests<\/strong><br \/>\nMuncul karena browser mengirim terlalu banyak permintaan di rentang waktu tertentu. Ini kadang terjadi karena bot atau script yang berusaha membajak website tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>431 \u2013 Request Header Fields Too Large<\/strong><br \/>\nSeperti namanya, error ini muncul karena\u00a0<em>header field\u00a0<\/em>yang terlalu besar sehingga tak bisa diproses oleh server.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>451 \u2013 Unavailable for Legal Reasons<\/strong><br \/>\nMuncul saat data yang ingin Anda akses\/minta itu tak tersedia karena masalah hukum.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>499 \u2013 Client closed request<\/strong><br \/>\nTerjadi saat browser tiba-tiba menghentikan permintaan padahal sedang diproses oleh\u00a0NGINX.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-5-http-status-code-500-an\"><span id=\"5_HTTP_Status_Code_500-an\">5. HTTP Status Code 500-an<\/span><\/h3>\n<p>Jika kategori 400-an adalah error di sisi web browser, kategori 500-an ini menunjukkan adanya error dari server. Sehingga error HTTP response code kategori ini lebih sulit untuk diperbaiki karena masalah di <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-server-inilah-pengertian-fungsi-dan-cara-kerjanya.html\">server<\/a>.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>500 \u2013 There was an error on the server and the request could not be completed<\/strong><br \/>\nIni adalah kode generik yang muncul karena adanya kesalahan di server atau \u201cinternal server error\u201d.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>501 \u2013 Not Implemented<\/strong><br \/>\nError ini muncul karena fungsi server tidak mendukung permintaan dari browser. Error ini hampir selalu karena kesalahan server dan harus diperbaiki oleh penyedia hosting.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>502 \u2013 Bad Gateway<\/strong><br \/>\nUmumnya, HTTP status code ini muncul karena salah satu server menerima respons yang tak beres dari server lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>503 \u2013 The server is unavailable to handle this request right now<\/strong><br \/>\nKode HTTP status ini terjadi karena server tak bisa memenuhi permintaan Anda saat ini. Mungkin karena server kepenuhan atau yang lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>504 \u2013 The server, acting as a gateway, timed out waiting for another server to respond<\/strong><br \/>\nError 504 ini biasanya muncul saat server tidak bisa terkoneksi dengan server pusat untuk menyelesaikan permintaan.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>505 \u2013 HTTP Version Not Supported<\/strong><br \/>\nSeperti namanya, error ini muncul karena server tidak mendukung versi HTTP yang dipakai browser saat membuat permintaan.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>511 \u2013 Network Authentication Required<\/strong><br \/>\nHTTP response code ini muncul saat jaringan yang Anda pakai membutuhkan otentikasi sebelum bisa mengirimkan permintaan ke server. Misalnya, Anda baru bisa menggunakan wifi publik gratisan saat sudah menyetujui syarat dan ketentuannya terlebih dahulu.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>521 \u2013 Web server is down<\/strong><br \/>\nErron ini akan muncul saat browser Anda berhasil nyambung ke Cloudflare, tapi Cloudflare tak bisa menyambungkannya lagi ke server pusat. Dengan kata lain, error ini hanya khusus untuk\u00a0Cloudflare\u00a0saja.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-cara-mengecek-http-status-code-di-google-search-console\"><span id=\"Cara_Mengecek_HTTP_Status_Code_di_Google_Search_Console\">Cara Mengecek HTTP Status Code di Google Search Console<\/span><\/h2>\n<p>Google Search Console adalah\u00a0tool yang disediakan secara gratis oleh Google untuk membantu pemilik website mengidentifikasi performa website mereka di hasil pencarian.<\/p>\n<p>Nah, dengan tool gratis dari Google ini, Anda bisa dengan mudah mengetahui tiga kategori HTTP status sekaligus, yakni 300-an, 400-an, dan 500-an di website. Bagaimana caranya?<\/p>\n<p>Anda cukup masuk ke opsi\u00a0<strong>Coverage\u00a0<\/strong>yang ada di menu Google Search Console Anda.<\/p>\n<p>Setelah itu, Anda akan diarahkan ke laman laporan\u00a0<strong>Coverage<\/strong>. Nah, HTTP status code ini bisa Anda temukan di bagian\u00a0<strong>Excluded, Error\u00a0<\/strong>ataupun\u00a0<strong>Valid with warnings<\/strong>\u00a0tergantung dari kodenya. Silahkan Anda cek satu-satu dan diperbaiki dengan mengikuti beberapa cara yang sudah kami jelaskan di artikel ini.<\/p>\n<h2 id=\"h-tak-perlu-panik-jika-menemukan-http-status-code\"><span id=\"Tak_Perlu_Panik_Jika_Menemukan_HTTP_Status_Code\">Tak Perlu Panik Jika Menemukan HTTP Status Code<\/span><\/h2>\n<p>Memang, jika dilihat sekilas HTTP response code itu membingungkan dan mengagetkan karena kemunculannya yang tiba-tiba. Namun, sebenarnya HTTP code itu justru sangat membantu Anda untuk mengetahui error apa yang sebenarnya terjadi, lho. Sehingga efeknya, Anda bisa mengatasi masalah di website dengan lebih cepat tanpa mencoba cara-cara yang tidak perlu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pemilik website atau seorang developer, memahami HTTP status code itu sangatlah penting. Sebab, status code\u00a0HTTP adalah\u00a0kunci utama yang akan membantu memperbaiki berbagai error di website Anda. Oleh karena itu, di artikel kali ini kami akan menjelaskan dengan lengkap daftar HTTP status code beserta arti dibalik kode tersebut. Pastikan membaca artikel ini sampai selesai agar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6108,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8,10],"tags":[4,13,6,7,9],"class_list":["post-5409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","category-website","category-wordpress","tag-plugin","tag-tema","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan lengkap daftar HTTP status code dan cara mengatasinya. Kenali arti error dan solusi untuk meningkatkan performa serta SEO website Anda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan lengkap daftar HTTP status code dan cara mengatasinya. Kenali arti error dan solusi untuk meningkatkan performa serta SEO website Anda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-24T01:01:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T03:31:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html\",\"name\":\"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-24T01:01:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T03:31:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Panduan lengkap daftar HTTP status code dan cara mengatasinya. Kenali arti error dan solusi untuk meningkatkan performa serta SEO website Anda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya","description":"Panduan lengkap daftar HTTP status code dan cara mengatasinya. Kenali arti error dan solusi untuk meningkatkan performa serta SEO website Anda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya","og_description":"Panduan lengkap daftar HTTP status code dan cara mengatasinya. Kenali arti error dan solusi untuk meningkatkan performa serta SEO website Anda.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-10-24T01:01:22+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T03:31:34+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html","name":"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp","datePublished":"2026-10-24T01:01:22+00:00","dateModified":"2026-06-24T03:31:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Panduan lengkap daftar HTTP status code dan cara mengatasinya. Kenali arti error dan solusi untuk meningkatkan performa serta SEO website Anda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Daftar-HTTP-Status-Code-dan-Cara-Mengatasinya.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-daftar-http-status-code-dan-cara-mengatasinya.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5409"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6360,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5409\/revisions\/6360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}