{"id":5381,"date":"2026-07-31T08:00:23","date_gmt":"2026-07-31T01:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3198"},"modified":"2026-06-24T07:38:46","modified_gmt":"2026-06-24T00:38:46","slug":"apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html","title":{"rendered":"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?"},"content":{"rendered":"<p>Di artikel kami sebelumnya, Anda sudah belajar bahwa\u00a0Litespeed Cache\u00a0merupakan salah satu sistem yang bermanfaat membuat website Anda cepat dan mudah diakses. Saat ini, Anda bahkan bisa membuat kecepatan website Anda lebih optimal, yaitu dengan Litespeed Memcached (LSMCD).<\/p>\n<p>Apa itu Litespeed Memcached? Bagaimana cara menggunakannya? Di artikel ini, kami akan menjelaskannya kepada Anda secara lengkap.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-litespeed-memcached\"><span id=\"Apa_itu_Litespeed_Memcached\">Apa itu Litespeed Memcached?<\/span><\/h2>\n<p>Litespeed Memcached adalah sebuah sistem cache<em>\u00a0<\/em>yang terdistribusi dengan memori aplikasi.<\/p>\n<p>Sementara,\u00a0cache adalah\u00a0teknologi yang berfungsi untuk menyimpan data website pada browser. Tujuannya, supaya ketika pengguna membuka website, data yang diakses pengunjung adalah data dari cache tersebut dan bukan dari server sehingga website lebih cepat diakses.<\/p>\n<p>Litespeed Memcached berfokus pada\u00a0<strong>caching query database<\/strong>\u00a0sehingga kinerjanya dalam mengelola query bisa lebih optimal. Dampaknya, setiap request pada website bisa dijalankan dengan baik.<\/p>\n<p>Itulah alasan caching database merupakan hal yang sangat penting. Dengan caching database, beban server menjadi lebih ringan, dan performanya menjadi lebih stabil. Pada akhirnya, website juga berjalan lebih optimal. Jadi, pengunjung akan lebih nyaman ketika membuka website.<\/p>\n<p>Lalu, apa saja keunggulan dari Litespeed Memcached?<\/p>\n<h2><span id=\"Keunggulan_Litespeed_Memcached\">Keunggulan Litespeed Memcached<\/span><\/h2>\n<p>Litespeed Memcached memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem\u00a0<em>drop-in<\/em>\u00a0pada <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/litespeed-cache-vs-wp-super-cache-vs-wp-rocket-vs-w3-total-cache.html\">Litespeed<\/a>. Ada berbagai fitur penting pada Litespeed Memcached yang dapat membantu meningkatkan performa website, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>High Availability<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Litespeed Memcached memungkinkan website memiliki banyak\u00a0server\u00a0sekaligus. Dengan begitu, apabila salah satu server sedang terganggu, masih ada server lain. Tujuannya adalah untuk menjaga website supaya tetap stabil.<\/p>\n<p>Fitur ini sangat diperlukan bagi Anda yang memiliki website dengan jumlah pengunjung mencapai puluhan atau bahkan ratusan ribu per harinya. Karena fitur tersebut dapat membantu proses pengelolaan website sehingga tidak memberatkan server.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Persistence of Data<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Fitur yang satu ini juga sangat penting bagi performa website. Persistence of data adalah sebuah teknologi yang memungkinkan database tidak diletakkan pada bagian backend. Jadi, Anda tidak perlu melakukan optimasi database secara mandiri. Hasilnya, proses optimasi database bisa lebih efisien.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Separate Data by User<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain dapat meningkatkan kecepatan, Litespeed Memcached juga dapat meningkatkan keamanan website Anda. Salah satunya adalah dengan adanya pembagian data berdasarkan pengguna tertentu. Dengan begitu, data yang dimiliki oleh setiap pengguna tidak akan bisa diakses oleh orang lain.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Memory Distribution<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Salah satu keunggulan dari Litespeed Memcached adalah dapat mendistribusikan memori. Artinya, bagian memori yang cukup dapat membagi memori ke bagian yang kurang. Dengan begitu, tidak ada kesenjangan kinerja dari setiap memori.<\/p>\n<p>Dampak positifnya, website Anda akan menjadi jauh lebih stabil karena setiap memori telah memiliki kapasitas yang sama. Selain itu, kapasitas memori juga bisa dibilang cukup untuk manajemen website.<\/p>\n<p>Dengan adanya virtual memori, pekerjaan server jadi lebih ringan. Sebab, virtual memori akan membantu menangani proses dari banyak permintaan pengguna. Terutama, saat trafik di website Anda meningkat.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/1VCcWMQsbka3tEU23v_Fe9CfFA5sfYR4JAXd3wp1mu0uYX20UYjqhjYywF8u71_ctTcN0_YIhn92LVSF8T3UQagF5BNmxa6CHyAD7tQ_7aljvCwDynvcyIlG8P3C8Bnw5xP9tdSl\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<h2><span id=\"Cara_Mengaktifkan_Litespeed_Memcached\">Cara Mengaktifkan Litespeed Memcached<\/span><\/h2>\n<p>Setelah mengetahui manfaat Litespeed Memcached, Anda perlu tahu bagaimana cara mengaktifkannya.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, Anda perlu tahu bahwa layanan ini kini bisa dinikmati tidak hanya oleh pengguna\u00a0cloud hosting\u00a0saja, pengguna layanan\u00a0unlimited hosting\u00a0juga bisa menikmati fitur ini.<\/p>\n<p>Untuk mengaktifkannya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Login pada cPanel Anda<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Anda bisa login ke cPanel dengan cara mengakses\u00a0<strong>domainanda\/cpanel\u00a0<\/strong>pada web browser.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/ROaLhYdvq9deaGH7awWSTKN3slEicxXmjMmf157NVuvruAS17SI7KtWva4Mn_CgYwF6YnQgCRlX6cMSpjQX8IQ50T6a9ueEne3q2cVhk9aWZaNMigComiAKUpnfBAPfo9CpLDI6X\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Akses Litespeed Memcached User Manager<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah berhasil login, Anda bisa mencari fitur bernama\u00a0<strong>Litespeed Memcached User Manager\u00a0<\/strong>dengan mengetikkan kata\u00a0<strong>Litespeed Memcached<\/strong>\u00a0pada kotak pencarian di cPanel. Setelah itu, Anda bisa klik tulisan\u00a0<strong>Litespeed Memcached User<\/strong>.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/FicWrgptCJGvnE8-RSdD3CXozbEw3eLqmys79KGeYd1Hgs0XuITbjTjTXxaaE9yPqZHxls7dN5D6aLJtJPkFnT6T6msZhttXkBPgcZyrlhsq6LvJYFIB1Y89hANKvORX0xxMTX2L\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Mengganti Password Litespeed Memcached<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah berhasil masuk ke menu\u00a0<strong>Litespeed Memcached User Manager<\/strong>, Anda perlu mengganti password Litespeed Memcached supaya dapat digunakan.<\/p>\n<p>Anda bisa mencari halaman\u00a0<strong>User Management of Litespeed Memcached<\/strong>. Setelah itu, Anda klik tombol\u00a0<strong>Change Password<\/strong>.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Anda bisa mengubah\u00a0<em>password<\/em>\u00a0baru lalu klik tombol\u00a0<strong>Change Password<\/strong>\u00a0untuk melakukan perubahan.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/JA_vrxCMpfasG8L7j5UAICNmBbMSp_slS2oSJzRDCw7by6_tOM5hXO_zvVWM4GGGYeCsiLfAKLw_sn3jAeJgMgBcPzYO15sTGpHRIvd6DJYgiWdx8ZYpSJNBzYTCwPjIoSiyfXSa\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Setelah mengubah password, akan ada pemberitahuan\u00a0<strong>Password set Successfully<\/strong>. Artinya,\u00a0<em>password\u00a0<\/em>telah berhasil diubah.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Aktifkan Memcached<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Langkah berikutnya adalah mengaktifkan\u00a0<em>memcached<\/em>\u00a0pada server Anda. Caranya, dengan mencari fitur\u00a0<strong>Select PHP Version<\/strong>\u00a0pada cPanel.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/b_BhjTYLOUqIVxG5EZrhXdttaBvirSURXmq4QrhmTiZriUrmIPwfyryTF9Fy7Uc3O-f2X8n-isWqnXhxO_eOdeTsr1HkjUolhIrKq7VP1beTas-xRQAbZ9MsrgKQB9ZhmtK_ID_Q\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Setelah menemukan halaman\u00a0<strong>Select PHP Version<\/strong>, Anda bisa centang bagian\u00a0<strong>memcached<\/strong>\u00a0seperti pada gambar di bawah ini:<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/Os2paj7d6A0vxNSvn4ihgfH3W4RPhLP4hClF9Yb1CIZL02Er_f1Ap8QG8qF4_X7kK8ewa14Tt4ni2gK4sEyEJQvtqzdj5Wlb0NRJbO-rUhnugpof3NQNqaGvlP7pbx5ndKSIhe9v\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Setelah berhasil mengaktifkan memcached, Anda bisa menggunakannya pada WordPress. Bagaimana cara menggunakannya? Simak panduan di bawah ini, ya.<\/p>\n<h2><span id=\"Cara_Menggunakan_Litespeed_Memcached_Pada_WordPress\">Cara Menggunakan Litespeed Memcached Pada WordPress<\/span><\/h2>\n<p>Untuk dapat menggunakan Litespeed Memcached, Anda cukup gunakan plugin bernama\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wordpress.org\/plugins\/litespeed-cache\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Litespeed Cache<\/a>. Berikut langkah-langkahnya:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Install Plugin<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk dapat menginstall plugin, Anda perlu masuk dashboard WordPress dengan cara mengakses\u00a0<strong>domainanda\/wp-admin<\/strong>.<\/p>\n<p>Setelah berhasil masuk\u00a0<em>dashboard<\/em>, maka Anda bisa klik menu\u00a0<strong>Plugins &gt; Add New<\/strong>.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/nhMEhlYGLWPoIAq-kKIjFcfe6tNVGl3V3vbn9-jUGLQs5WKetnhnB5ZybgpTQGFTFGiOv_kyBSI7ZvQ487MtwlfqrvguLibOHOILRj4u1PICb3f-87uumhTPQ3i1kwO91L85Lmj_\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Ketikkan\u00a0<strong>litespeed cache<\/strong><strong><em>\u00a0<\/em><\/strong>di kotak pencarian, seperti gambar di bawah:<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/8IbafAYAKR2oCcV4HoPgiWggQuPnNFzhd9xDm3mOy4UckZFcjaVYhlwuNUyG4VVdNA2eBab_UyJk0HpKJry3ALBgjXzho3nsd-eox_fsCGAPliPCBGaWiXUN_3-6t-5KThffmd8L\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Setelah plugin berhasil ditemukan, klik tombol\u00a0<strong>Install Now<\/strong>\u00a0kemudian\u00a0<strong>Activate<\/strong>\u00a0untuk mengaktifkan plugin.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Konfigurasi LiteSpeed Cache<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Anda bisa klik menu\u00a0<strong>Litespeed Cache &gt; Cache<\/strong>\u00a0pada\u00a0<em>sidebar<\/em>\u00a0WordPress. Selanjutnya, Anda bisa klik tab\u00a0<strong>[6] Object<\/strong>\u00a0dan lakukan konfigurasi dengan data seperti ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Object Cache:\u00a0<strong>ON<\/strong><\/li>\n<li>Method:\u00a0<strong>Memcached<\/strong><\/li>\n<li>Host:\u00a0<strong>localhost<\/strong><\/li>\n<li>Port: 1121<\/li>\n<li>Default Object Lifetime:\u00a0<strong>360<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/o9PCdMIaMPhdsgCjnN0E0_dulS2QVOwKzEf-bOgbylMqaiB0HMYqmmyCTc8XYOMXfKd83s_Wjh8U8VchGVFrqKSL0md-TJ7ZvjgxYnkglH9AJ-psLlASBouZDCkE2FQGrgd_Nuhs\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Setelah berhasil mengatur konfigurasi, Anda bisa turun ke bawah untuk mengisi kolom\u00a0<em>username\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>password<\/em>\u00a0yang telah Anda buat pada menu\u00a0<strong>Litespeed Memcached User Manager<\/strong>.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/PSNZG0kEvMfIJLCLg5n4oLA87EX3xza-NeKB9ICmUpu4QRpAwP_GabtQrudmAqacmZxjxb4CWcmJjkPww3Wf7w_eRfQ983h4eMf1GIZNsZHKRU359mRpdFC0yP7PoWpOrU_yjhdQ\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Jika sudah, Anda bisa klik tombol\u00a0<strong>Save Changes<\/strong>.<\/p>\n<p>Apabila Anda melihat hasil seperti pada gambar, itu artinya Litespeed Memcached sudah aktif untuk website WordPress Anda.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/K_CbfngUV2xJ6-5abQ03jpNkgH_2r4zmbkLVg-JoxmwlnV9ueV6P3WiSkuzuVcqzSspXRu7Yz4AlhYoEZyXCw524AlX_c-JDACNS7wZnYvMtfKlt48Oqo_rMXmU43hK0pkaPKusC\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<h2><span id=\"Tingkatkan_Performa_Website_Anda_Sekarang\">Tingkatkan Performa Website Anda Sekarang<\/span><\/h2>\n<p>Anda telah belajar tentang Litespeed Memcached (LSMCD). Sistem cache ini sangat bermanfaat bagi kecepatan website. Cara menggunakannya pun cukup mudah, seperti yang telah dijelaskan di panduan ini.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan Litespeed Memcached, performa website Anda akan meningkat. Jadi, para pengunjung akan betah mengunjungi website Anda.<\/p>\n<p>Karenanya tunggu apa lagi, segera dapatkan hosting harga terjangkau dengan performa maksimal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel kami sebelumnya, Anda sudah belajar bahwa\u00a0Litespeed Cache\u00a0merupakan salah satu sistem yang bermanfaat membuat website Anda cepat dan mudah diakses. Saat ini, Anda bahkan bisa membuat kecepatan website Anda lebih optimal, yaitu dengan Litespeed Memcached (LSMCD). Apa itu Litespeed Memcached? Bagaimana cara menggunakannya? Di artikel ini, kami akan menjelaskannya kepada Anda secara lengkap. Apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6024,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8,10],"tags":[4,6,7,9],"class_list":["post-5381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","category-website","category-wordpress","tag-plugin","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu LiteSpeed Memcached? Pelajari fungsi, manfaat, dan cara mengaktifkannya untuk mempercepat performa website secara signifikan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu LiteSpeed Memcached? Pelajari fungsi, manfaat, dan cara mengaktifkannya untuk mempercepat performa website secara signifikan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-31T01:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T00:38:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html\",\"name\":\"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-31T01:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T00:38:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Apa itu LiteSpeed Memcached? Pelajari fungsi, manfaat, dan cara mengaktifkannya untuk mempercepat performa website secara signifikan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?","description":"Apa itu LiteSpeed Memcached? Pelajari fungsi, manfaat, dan cara mengaktifkannya untuk mempercepat performa website secara signifikan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?","og_description":"Apa itu LiteSpeed Memcached? Pelajari fungsi, manfaat, dan cara mengaktifkannya untuk mempercepat performa website secara signifikan.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-07-31T01:00:23+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T00:38:46+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html","name":"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp","datePublished":"2026-07-31T01:00:23+00:00","dateModified":"2026-06-24T00:38:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Apa itu LiteSpeed Memcached? Pelajari fungsi, manfaat, dan cara mengaktifkannya untuk mempercepat performa website secara signifikan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-itu-Litespeed-Memcached-dan-Bagaimana-Cara-Mengaktifkannya.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-litespeed-memcached-dan-bagaimana-cara-mengaktifkannya.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Litespeed Memcached dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5381"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6235,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5381\/revisions\/6235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6024"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}