{"id":5379,"date":"2026-08-04T08:11:19","date_gmt":"2026-08-04T01:11:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3192"},"modified":"2026-06-24T07:41:55","modified_gmt":"2026-06-24T00:41:55","slug":"taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html","title":{"rendered":"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"<p>Taksonomi WordPress merupakan bagian penting dari pembuatan kategori konten di situs WordPress. Namun, istilah ini mungkin terdengar asing dan cukup membingungkan bagi Anda. Maklum saja, istilah \u201ctaksonomi\u201d memang bukan sesuatu yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Di artikel ini, kami akan bahas secara tuntas apa itu taksonomi WordPress, apa saja taksonomi WordPress dan bagaimana cara membuat taksonomi WordPress secara custom. Baiklah, tanpa berlama-lama, mari simak penjelasannya berikut ini.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-taksonomi-wordpress\"><span id=\"Apa_itu_Taksonomi_WordPress\">Apa itu Taksonomi WordPress?\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/make.wordpress.org\/core\/components\/taxonomy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Taksonomi WordPress<\/a> adalah pengelompokkan konten berdasarkan karakteristik tertentu. Misalnya, Anda memiliki blog olahraga. Anda dapat membuat mengelompokkan postingan berdasarkan jenis olahraganya, seperti sepak bola, basket, voli dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Taksonomi juga dapat meningkatkan\u00a0user experience\u00a0pembaca blog Anda. Kenapa? Karena taksonomi dapat memudahkan pembaca menemukan konten-konten yang terkait.<\/p>\n<p>Misalnya, di blog olahraga Anda, pembaca blog Anda hanya ingin membaca topik tentang bola basket. Pembaca cukup mengunjungi topik bola basket saja. Bayangkan jika ratusan konten Anda tidak dikelompokkan. Pembaca harus mencari satu per-satu konten terkait topik bola basket. Sangat melelahkan, bukan?<\/p>\n<p>Sebenarnya, taksonomi ini sudah cukup sering Anda temukan ketika Anda berbelanja di toko online. Misalnya di toko online produk kecantikan. Alih-alih mencari satu per-satu produk make up di semua produk, Anda tentu akan langsung klik taksonomi\u00a0<strong>Make Up<\/strong>, bukan? Hal ini tentu akan sangat membantu Anda dalam mencari produk-produk make up.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-saja-jenis-taksonomi-wordpress\"><span id=\"Apa_Saja_Jenis_Taksonomi_WordPress\">Apa Saja Jenis Taksonomi WordPress?<\/span><\/h2>\n<p>Setelah mengetahui apa itu taksonomi WordPress, sekarang mari simak apa saja jenis taksonomi di WordPress. Secara default, taksonomi pada WordPress ada dua, yaitu\u00a0<strong>Category\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>Tag<\/strong>. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai Category dan Tag.<\/p>\n<h3 id=\"h-1-category\"><span id=\"1_Category\">1. Category\u00a0<\/span><\/h3>\n<p>Category WordPress adalah taksonomi default dari WordPress. Anda dapat menggunakan kategori untuk mengurutkan dan mengelompokkan postingan blog Anda. Misalnya, situs blog Anda bertema keuangan, Anda bisa membuat kategori Investasi, Fintech, Asuransi, Wirausaha, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Kategori akan membantu pengunjung menemukan topik yang ingin mereka baca. Kategori juga memungkinkan mereka untuk menavigasi blog Anda lebih mudah dan lebih cepat.<\/p>\n<p>Jika Anda tidak memilih kategori saat posting konten, postingan Anda tersebut akan masuk ke kategori \u201cUncategorized\u201d secara otomatis. Untuk menambahkan kategori, caranya sangat mudah.<\/p>\n<p><strong>Cara pertama,<\/strong>\u00a0saat mengedit postingan blog, Anda dapat langsung menambahkan kategori pada kolom kategori di bagian kanan layar Anda.<\/p>\n<p>Jika ingin menambahkan kategori baru, cukup klik \u201c<strong>Add New Category\u201d\u00a0<\/strong>di bawah daftar kategori yang ada.<\/p>\n<p><strong>Cara kedua,\u00a0<\/strong>menambahkan Category melalui menu<strong>\u00a0Post &gt; Category<\/strong>\u00a0pada halaman dashboard.<\/p>\n<p>Pada kolom\u00a0<strong>Name<\/strong>, ketik nama kategori yang ingin Anda tambahkan. Kemudian pada kolom\u00a0<strong>Slug,\u00a0<\/strong>tambahkan URL kategori jika Anda ingin membuat URL custom. Jika Anda tak mengisi kolom Slug, WordPress akan secara otomatis membuat slug berdasarkan kategori yang Anda buat.<\/p>\n<p>Tambahkan deskripsi dari kategori jika Anda mau. Opsi tersebut bersifat opsional. Jadi, Anda boleh untuk tidak mengisinya. Terakhir, klik tombol\u00a0<strong>Add New Category.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Oh ya, ada beberapa kategori yang masih memiliki pengelompokkan dalam kategori tersebut. Biasanya disebut sebagai sub-kategori atau Child Category. Misalnya, dalam Kategori\u00a0<strong>Make Up,\u00a0<\/strong>Anda bisa menambahkan sub kategori atau anak kategori seperti Lipstik, Eye Look, Foundation, Blush On, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Caranya sangat mudah. Isi nama sub-kategori dan slug, kemudian klik menu drop down pada menu\u00a0<strong>Parent Category<\/strong>, lalu pilih kategori mana yang akan dijadikan induk kategori.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-tag\"><span id=\"2_Tag\">2. Tag\u00a0<\/span><\/h3>\n<p>Meskipun sama-sama berfungsi mengelompokkan konten postingan, Tag tidaklah seperti Category yang memiliki struktur hirarkis. Tag berdiri sendiri dan tidak memiliki tingkatan pengelompokkan. Selain itu, tag bersifat lebih spesifik atau khusus di satu konten.<\/p>\n<p>Misalnya, pada postingan tentang review gadget iPhone X Pro. Anda bisa menambahkan tag berupa \u201ciPhone X Pro\u201d.<\/p>\n<p>Untuk menambahkan tag, caranya sama seperti menambahkan kategori. Anda bisa langsung menambahkan tag saat mengedit postingan di kolom tag.<\/p>\n<p>Tag yang pernah ditambahkan pada postingan, juga dapat ditampilkan di halaman utama blog Anda. Pengunjung jadi bisa melihat tag apa yang paling populer.<\/p>\n<p>Di artikel itu, Anda juga akan mengetahui bagaimana cara menampilkan Cloud Tag di website Anda supaya terlihat lebih menarik.<\/p>\n<h2 id=\"h-custom-taksonomi-wordpress\"><span id=\"Custom_Taksonomi_WordPress\">Custom Taksonomi WordPress<\/span><\/h2>\n<p>Meskipun telah tersedia taksonomi dari WordPress secara default, Anda bisa membuat kategori atau khusus. Alih-alih hanya berupa label \u201cCategories\u201d dan \u201cTags\u201d, Anda bisa mengubahnya jadi lebih menarik, loh! Misalnya Anda mempunyai blog review buku, Anda bisa menambahkan taksonomi khusus dengan label\u00a0<strong>\u201cGenre\u201d.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Lalu, Anda bisa menambahkan sub-kategori seperti \u201cFiksi\u201d, \u201cNon-fiksi\u201d, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pembaca dapat lebih mudah menemukan konten yang berkaitan dengan genre yang mereka sukai. Tak hanya kategori, Anda juga bisa membuat custom tag sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.<\/p>\n<p>Nah, untuk mengetahui bagaimana cara membuatnya, simak penjelasan di bawah ini.<\/p>\n<h3 id=\"h-cara-membuat-taksonomi-wordpress-secara-custom-pakai-plugin\"><span id=\"Cara_Membuat_Taksonomi_WordPress_secara_Custom_Pakai_Plugin\">Cara Membuat Taksonomi WordPress secara Custom Pakai Plugin\u00a0<\/span><\/h3>\n<p>Plugin memang selalu memudahkan banyak hal, termasuk membuat taksonomi WordPress. Untuk membuat custom taksonomi WordPress rekomendasikan plugin\u00a0<strong>Custom Post Types UI.\u00a0<\/strong>Plugin ini merupakan plugin custom post type populer dengan pengguna lebih dari 800.000 pengguna. Berikut langkah menggunakannya:<\/p>\n<p>1. Install dan Activate Plugin\u00a0<strong>Custom Post Type UI<\/strong><\/p>\n<p>2. Klik\u00a0<strong>Custom Post Type UI<\/strong>\u00a0&gt;\u00a0<strong>Add\/edit Taxonomies<\/strong><\/p>\n<p>3. Isi kolom berikut dengan nama taksonomi yang Anda inginkan. Misalnya, nama \u201cGenre\u201d.<\/p>\n<p>4. Klik\u00a0<strong>Add Taxonomy.<\/strong><\/p>\n<p>5. Setelah klik tombol Klik Add Taxonomy, Anda akan melihat kolom taksonomi baru pada saat mengedit postingan.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana jika ingin membuat kategori? Begini caranya! Scroll ke bawah pada menu Add\/Edit Taxonomies. Cari opsi\u00a0<strong>Hierarchical,\u00a0<\/strong>ubah menjadi\u00a0<strong>True<\/strong>.<\/p>\n<p>Oh ya, plugin ini juga bisa Anda gunakan untuk membuat Custom Post Type.<\/p>\n<h3 id=\"h-cara-membuat-taksonomi-wordpress-dengan-menambahkan-kode-pada-functions-php\"><span id=\"Cara_Membuat_Taksonomi_WordPress_dengan_Menambahkan_Kode_pada_functionsphp\">Cara Membuat Taksonomi WordPress dengan Menambahkan Kode pada functions.php<\/span><\/h3>\n<p>Jika menggunakan plugin belum bisa memaksimalkan kebutuhan Anda, bisa membuat custom taksonomi WordPress secara manual. Nah, berikut ini caranya!<\/p>\n<p>Klik\u00a0<strong>Appearance &gt; Theme Editor<\/strong>. Lalu pilih file\u00a0<strong>functions.php<\/strong>. Fungsi yang akan Anda tambahkan adalah fungsi\u00a0<strong>register_taxonomy ().\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Jika, Anda ingin membuat taksonomi kategori, maka parameter hierarchical-nya adalah\u00a0<strong>\u201ctrue\u201d<\/strong>. Namun, jika Anda ingin membuat taksonomi tag, maka parameter hierarchical-nya adalah\u00a0<strong>\u201cfalse\u201d<\/strong>.<\/p>\n<p>Nah, berikut ini adalah contoh kategori untuk blog review buku.<\/p>\n<p><code>&lt;?php<br \/>\nadd_action( 'init', 'create_book_tax' );<br \/>\nfunction create_book_tax() {<br \/>\nregister_taxonomy(<br \/>\n'genre',<br \/>\n'book',<br \/>\narray(<br \/>\n'label' =&gt; __( 'Genre' ),<br \/>\n'rewrite' =&gt; array( 'slug' =&gt; 'genre' ),<br \/>\n'hierarchical' =&gt; true,<br \/>\n)<br \/>\n);<br \/>\n}<br \/>\n?&gt;\u00a0<\/code><\/p>\n<p>Jika Anda ingin membuat taksonomi tag, Anda hanya perlu mengganti hierarchicalnya menjadi \u201cfalse\u201d.<\/p>\n<h2 id=\"h-optimalkan-website-anda-dengan-taksonomi-wordpress\"><span id=\"Optimalkan_Website_Anda_dengan_Taksonomi_WordPress\">Optimalkan Website Anda dengan Taksonomi WordPress!<\/span><\/h2>\n<p>Itulah cara menambahkan taksonomi WordPress pada website Anda. Tidak sulit, bukan?<\/p>\n<p>Seperti yang sudah dijelaskan, taksonomi WordPress berfungsi untuk mengelompokkan konten postingan. Pengelompokkan ini akan dapat memudahkan pengunjung menavigasi dan menemukan konten yang ingin dicari. Apalagi website Anda mempunyai banyak konten yang diposting.<\/p>\n<p>Secara tak langsung, pengaturan taksonomi yang tepat dapat meningkatkan peringkat website Anda di Google. Hal itu karena taksonomi dapat membuat website Anda jadi lebih mudah di-crawling bot Google dan juga lebih\u00a0<em>user-friendly<\/em>.<\/p>\n<p>Nah, website yang user-friendly dapat mempengaruhi performa <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/pengaruh-ekstensi-domain-terhadap-seo.html\">SEO website<\/a> Anda. Jadi, jangan lupa untuk menambahkan kategori dan tag pada setiap postingan Anda, ya!<\/p>\n<p>Demikian penjelasan tentang taksonomi WordPress. Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Taksonomi WordPress merupakan bagian penting dari pembuatan kategori konten di situs WordPress. Namun, istilah ini mungkin terdengar asing dan cukup membingungkan bagi Anda. Maklum saja, istilah \u201ctaksonomi\u201d memang bukan sesuatu yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Di artikel ini, kami akan bahas secara tuntas apa itu taksonomi WordPress, apa saja taksonomi WordPress dan bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6130,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8,10],"tags":[4,6,7,9],"class_list":["post-5379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","category-website","category-wordpress","tag-plugin","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Taksonomi WordPress: pengertian, fungsi, dan cara membuatnya untuk mengelompokkan konten agar website lebih rapi dan mudah dinavigasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Taksonomi WordPress: pengertian, fungsi, dan cara membuatnya untuk mengelompokkan konten agar website lebih rapi dan mudah dinavigasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-04T01:11:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T00:41:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html\",\"name\":\"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-04T01:11:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T00:41:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Taksonomi WordPress: pengertian, fungsi, dan cara membuatnya untuk mengelompokkan konten agar website lebih rapi dan mudah dinavigasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya","description":"Taksonomi WordPress: pengertian, fungsi, dan cara membuatnya untuk mengelompokkan konten agar website lebih rapi dan mudah dinavigasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya","og_description":"Taksonomi WordPress: pengertian, fungsi, dan cara membuatnya untuk mengelompokkan konten agar website lebih rapi dan mudah dinavigasi.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-08-04T01:11:19+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T00:41:55+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html","name":"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp","datePublished":"2026-08-04T01:11:19+00:00","dateModified":"2026-06-24T00:41:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Taksonomi WordPress: pengertian, fungsi, dan cara membuatnya untuk mengelompokkan konten agar website lebih rapi dan mudah dinavigasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Taksonomi-WordPress-Pengertian-dan-Cara-Membuatnya.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/taksonomi-wordpress-pengertian-dan-cara-membuatnya.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5379"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6242,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5379\/revisions\/6242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}