{"id":5337,"date":"2026-09-06T08:18:10","date_gmt":"2026-09-06T01:18:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3114"},"modified":"2026-06-24T08:02:25","modified_gmt":"2026-06-24T01:02:25","slug":"bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?"},"content":{"rendered":"<p>Website yang memiliki celah keamanan sangat berpotensi merugikan Anda. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bisa membajak data penting Anda. Terlebih lagi, data pengunjung website juga terpapar resiko yang sama.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah praktis untuk mencari kelemahan di website <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/cara-menghapus-blog-di-blogspot-dan-wordpress-secara-permanen.html\">WordPress<\/a>. Namun, pertama-tama kami akan membahas terlebih dahulu alasan di balik pentingnya mengecek celah keamanan (<em>vulnerability)<\/em>\u00a0di website WordPress.<\/p>\n<h2><span id=\"Mengapa_Mencari_Celah_Vulnerability_di_WordPress_itu_Penting\">Mengapa Mencari Celah \u201cVulnerability\u201d di WordPress itu Penting?<\/span><\/h2>\n<p>Penelitian oleh Sucuri Labs di tahun 2019 menunjukkan bahwa\u00a0<a href=\"https:\/\/sucuri.net\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/20-sucuri-2019-hacked-report-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">60%<\/a>\u00a0website yang terinfeksi bermula dari adanya\u00a0<strong>celah keamanan<\/strong>.<br \/>\nMasih dari penelitian yang sama, ditemukan bahwa WordPress adalah CMS (<em>Content Management System<\/em>) yang paling banyak terinfeksi (sebanyak\u00a0<strong>94%<\/strong>).<\/p>\n<p>Walaupun memang, hasil di atas penyebabnya karena jumlah pengguna WordPress yang paling banyak (<a href=\"https:\/\/trends.builtwith.com\/cms\/traffic\/Entire-Internet\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">52%<\/a>) dibandingkan pengguna CMS lain. Tapi tidak bisa dipungkiri, situs-situs di WordPress memang butuh pengamanan ekstra.<\/p>\n<p>Berikut beberapa alasan mengapa mengecek kelemahan di website WordPress sangat penting untuk dilakukan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tindakan pencegahan\u00a0<\/strong>\u2013 Setiap harinya website Anda terancam diserang. Penelitian menunjukkan bahwa\u00a0<a href=\"https:\/\/www.securitymagazine.com\/articles\/87787-hackers-attack-every-39-seconds\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">satu serangan hacker terjadi di setiap 37 detik<\/a>.<\/li>\n<li><strong>Kredibilitas\u00a0<\/strong>\u2013 Bayangkan Anda adalah seorang pengunjung. Tentu Anda akan ragu untuk kembali ke website WordPress yang memiliki tingkat\u00a0<em>vulnerability\u00a0<\/em>tinggi, bukan?<\/li>\n<li><strong>Menghindari kerugian\u00a0<\/strong>\u2013 Tahukah Anda? Pada tahun 2018, jumlah kerugian yang ditimbulkan oleh serangan siber mencapai lebih dari\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cybintsolutions.com\/cyber-security-facts-stats\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">satu triliun US Dollar<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"Bagaimana_Cara_Mencari_Celah_Vulnerability_di_Website_WordPress\">Bagaimana Cara Mencari Celah \u201cVulnerability\u201d di Website WordPress?<\/span><\/h2>\n<p>Cara yang digunakan untuk menemukan celah keamanan website bisa berbeda tergantung dari\u00a0<strong>jenis hosting<\/strong>\u00a0yang Anda gunakan.<\/p>\n<p>Contohnya, hosting yang bersifat<strong>\u00a0fully managed<\/strong>\u00a0seperti shared hosting tidak memungkinkan Anda untuk memiliki akses khusus ke servernya. Akan tetapi, pengelolaannya sudah ditanggung oleh penyedia hosting. Sehingga, penanganan celah keamanannya menjadi lebih mudah.<\/p>\n<p>Berbeda dengan hosting\u00a0<strong>self-managed\u00a0<\/strong>seperti VPS atau Dedicated hosting. Walaupun pengelolaannya bisa Anda tangani sendiri, Anda mesti mempertimbangkan berbagai\u00a0kewajiban yang harus ditanggung saat mengurus server sendiri.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, selanjutnya kami akan menjelaskan cara mencari celah keamanan website vulnerable berdasarkan tipe hosting yang\u00a0<strong>fully managed\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>self-managed.<\/strong><\/p>\n<h3><span id=\"Menangani_Celah_Keamanan_Website_di_Fully_Managed_Hosting\">Menangani Celah Keamanan Website di Fully Managed Hosting<strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Fully managed hosting hanya memungkinkan Anda untuk mencari celah keamanan di level website. Sehingga, Anda tidak bisa melakukan audit keamanan yang lebih mendalam.<\/p>\n<p>Pilihan terbaik yang bisa Anda lakukan di tahap ini adalah memanfaatkan\u00a0<strong>website vulnerability scanner<\/strong>. Contoh alat yang bisa Anda gunakan adalah\u00a0<strong>free website security check\u00a0<\/strong>dari\u00a0<a href=\"https:\/\/sitecheck.sucuri.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Sucuri<\/a>.<\/p>\n<p>Alat ini akan menampilkan status website Anda, khususnya jika terserang\u00a0<em>malware<\/em>\u00a0dan terkena blacklist oleh mesin pencari.<\/p>\n<p>Selain itu, tingkat keamanan website Anda juga akan diukur dengan menggunakan skala \u2013 dari tingkat\u00a0<strong>minimal\u00a0<\/strong>hingga\u00a0<strong>critical<\/strong>.<\/p>\n<p>Nah, apa yang harus dilakukan jika ternyata website Anda terserang oleh\u00a0<em>malware<\/em>?<\/p>\n<p>Tak usah khawatir, ada banyak plugin keamanan website yang tersedia di direktori plugin WordPress. Dalam kasus ini, Anda bisa menggunakan plugin\u00a0<a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/sucuri-scanner\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Sucuri<\/a>\u00a0atau\u00a0<a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/wordfence\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">WordFence<\/a>\u00a0untuk membersihkan website Anda dari infeksi\u00a0<em>malware<\/em>.<\/p>\n<p>Ingin tahu lebih detail tentang cara membasmi\u00a0<em>malware\u00a0<\/em>pada website? Anda bisa mengunjungi\u00a0artikel kami\u00a0yang membahas tentang penanganan malware.<\/p>\n<p>Setelah membersihkan\u00a0<em>malware<\/em>, bisa jadi website Anda masih terkena blacklist dari Google.<\/p>\n<p>Solusinya, Anda bisa meminta Google untuk me-review website Anda melalui\u00a0<a href=\"https:\/\/search.google.com\/search-console\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Google Search Console<\/a>. Namun ingat, ini hanya bisa dilakukan jika website Anda sudah terverifikasi di Google Search Console.<\/p>\n<h3><span id=\"Mencari_Celah_Keamanan_Website_di_Self-Managed_Hosting\">Mencari Celah Keamanan Website di Self-Managed Hosting<\/span><\/h3>\n<p>Dengan Self-managed hosting, Anda punya kendali penuh atas pengelolaan server website Anda. Jadi, Anda bisa mencari celah keamanan secara lebih detail melalui\u00a0<strong>audit keamanan<\/strong>.<\/p>\n<p>Audit keamanan sendiri terdiri dari tiga tahap, yaitu: audit server, audit database, dan audit CMS. Berikut adalah ulasannya:<\/p>\n<h4><span id=\"Audit_Server\">Audit Server\u00a0<\/span><\/h4>\n<p>Yang pertama perlu Anda lakukan adalah mengaudit servernya terlebih dahulu. Sehingga, website Anda memiliki dasar yang aman. Ini adalah langkah-langkah yang perlu Anda tempuh saat melakukan audit server:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Memperbarui PHP dan MySQL<\/strong>\u00a0\u2013 keduanya merupakan software backend yang esensial dalam pengembangan website serta manajemen database. Versi PHP dan MySQL yang tidak diperbarui berpotensi membuka celah keamanan.<\/li>\n<li><strong>Menginstall security update terbaru<\/strong>\u00a0\u2013 jika sistem operasi Anda menawarkan update security terbaru, usahakan untuk segera menginstalnya.<\/li>\n<li><strong>Mengamankan traffic jaringan<\/strong>\u00a0\u2013 pasang firewall di setiap port, kecuali pada port-port yang menangani jaringan aplikasi dan service yang penting.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan FTP yang lebih aman<\/strong>\u00a0\u2013 gunakan\u00a0protokol\u00a0yang lebih aman seperti SFTP (<em>Secure File Transfer Protocol<\/em>). Sehingga, informasi yang ditransfer akan dienkripsi secara otomatis untuk menghindari gangguan dari pihak ketiga.<\/li>\n<li><strong>Melakukan backup\u00a0<\/strong>\u2013 untuk mengatasi kemungkinan terburuk (kehilangan data atau informasi penting), lakukan backup secara berkala. Pilihan terbaik adalah melakukan backup harian.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span id=\"Audit_Database\">Audit Database<\/span><\/h4>\n<p>Selanjutnya, Anda perlu melakukan audit database untuk melindungi data website Anda. Berikut adalah caranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menyaring input pengguna \u2013\u00a0<\/strong>pengguna biasanya memasukkan input melalui form. Jika tidak disaring, hacker bisa memasukkan data yang dapat menembus database (dan menimbulkan masalah seperti\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Injeksi_SQL\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">SQL Injection<\/a>). Gunakan plugin seperti\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wordpress.org\/plugins\/ninja-forms\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Ninja Forms<\/a>\u00a0untuk mengatasinya.<\/li>\n<li><strong>Membatasi akses database \u2013\u00a0<\/strong>ketika akses database tidak dibatasi, akan ada kemungkinan infeksi di satu database akan menyebar ke database lain.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan SSL (<\/strong><strong><em>Secure Socket Layer<\/em><\/strong><strong>) \u2013\u00a0<\/strong>melakukan transfer informasi di website yang terlindungi SSL akan lebih aman, karena datanya akan dienkripsi secara otomatis.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span id=\"Audit_Aplikasi_dan_CMS\">Audit Aplikasi dan CMS<\/span><\/h4>\n<p>Terakhir, Anda harus melakukan audit pada bagian terluar \u2013 yaitu aplikasi dan CMS:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Update CMS Anda \u2013\u00a0<\/strong>versi CMS yang baru akan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik. Jangan lupa untuk memperbarui plugin dan temanya juga.<\/li>\n<li><strong>Gunakan Captcha \u2013\u00a0<\/strong>Captcha berfungsi untuk menyaring komentar-komentar spam. Pasanglah di setiap form yang Anda buat.<\/li>\n<li><strong>Pakailah password yang kuat \u2013\u00a0<\/strong>Anda bisa menggunakan kombinasi angka, simbol, dan huruf kapital untuk membuat password yang lebih kuat. Sebagai perlindungan tambahan, gunakan\u00a0two factor authentication\u00a0pada website WordPress Anda.<\/li>\n<li><strong>Batasi permintaan login \u2013\u00a0<\/strong>\u00a0serangan\u00a0<a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Brute-force_attack\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">brute force<\/a>\u00a0(usaha untuk menembus akun dengan cara login berulang-ulang) adalah salah satu ancaman serius bagi pengguna website WordPress. Hindari dengan cara membatasi permintaan login.<\/li>\n<li><strong>Nonaktifkan debugging \u2013\u00a0<\/strong>debugging adalah proses identifikasi dan perbaikan kerusakan di software dan hardware. Jika Anda sedang tidak melakukannya, dinonaktifkan saja. Karena, proses ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan skrip dan konten ke dalam sistem.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"Ayo_Temukan_Celah_Vulnerability_pada_Website_WordPress_Anda\">Ayo Temukan Celah \u201cVulnerability\u201d pada Website WordPress Anda!<\/span><\/h2>\n<p>Sebagai pemilik dan pengelola website WordPress, Anda perlu tahu cara untuk mengamankan website Anda. Mulailah dengan mencari celah keamanan di dalamnya.<\/p>\n<p>Di artikel ini, Anda telah belajar beberapa metode untuk menemukan celah keamanan website WordPress. Cara paling sederhana adalah menggunakan\u00a0<strong>website vulnerability scanner<\/strong>, dan cara yang lebih detail adalah melakukan\u00a0<strong>audit keamanan<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Website yang memiliki celah keamanan sangat berpotensi merugikan Anda. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bisa membajak data penting Anda. Terlebih lagi, data pengunjung website juga terpapar resiko yang sama. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah praktis untuk mencari kelemahan di website WordPress. Namun, pertama-tama kami akan membahas terlebih dahulu alasan di balik pentingnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6028,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8,10],"tags":[4,13,6,7,9],"class_list":["post-5337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","category-website","category-wordpress","tag-plugin","tag-tema","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara mengetahui website Vulnerability secara aman dengan memahami penyebab celah keamanan, metode pengecekan, &amp; tips meningkatkan proteksi website.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara mengetahui website Vulnerability secara aman dengan memahami penyebab celah keamanan, metode pengecekan, &amp; tips meningkatkan proteksi website.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-06T01:18:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T01:02:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html\",\"name\":\"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-06T01:18:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T01:02:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Cara mengetahui website Vulnerability secara aman dengan memahami penyebab celah keamanan, metode pengecekan, & tips meningkatkan proteksi website.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerable\u201d?\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?","description":"Cara mengetahui website Vulnerability secara aman dengan memahami penyebab celah keamanan, metode pengecekan, & tips meningkatkan proteksi website.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?","og_description":"Cara mengetahui website Vulnerability secara aman dengan memahami penyebab celah keamanan, metode pengecekan, & tips meningkatkan proteksi website.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-09-06T01:18:10+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T01:02:25+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html","name":"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp","datePublished":"2026-09-06T01:18:10+00:00","dateModified":"2026-06-24T01:02:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Cara mengetahui website Vulnerability secara aman dengan memahami penyebab celah keamanan, metode pengecekan, & tips meningkatkan proteksi website.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Bagaimana-Cara-Mencari-Celah-Keamanan-Website-Vulnerable.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerable\u201d?"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/bagaimana-cara-mencari-celah-keamanan-website-vulnerability.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website \u201cVulnerability\u201d?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5337"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6302,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5337\/revisions\/6302"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}