{"id":5335,"date":"2026-09-16T18:03:09","date_gmt":"2026-09-16T11:03:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3110"},"modified":"2026-06-24T08:08:14","modified_gmt":"2026-06-24T01:08:14","slug":"panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html","title":{"rendered":"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah"},"content":{"rendered":"<p>WordPress adalah CMS yang terkenal dengan berbagai fasilitas yang memudahkan penggunanya. Shortcode WordPress adalah salah satunya. Berkat fitur ini, Anda tidak perlu menuliskan kode-kode HTML yang rumit untuk melakukan kustomisasi pada halaman situs dan konten blog.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin mempelajari shortcode WordPress, artikel ini adalah tempat yang tepat. Di sini, Anda akan dipandu secara lengkap, mulai dari pengenalan hingga cara membuat shortcode custom. Selamat membaca!<\/p>\n<h2><span id=\"Apa_Itu_Shortcode_WordPress\">Apa Itu Shortcode WordPress?<\/span><\/h2>\n<p>Shortcode WordPress adalah kode-kode pendek yang digunakan untuk merubah format konten atau menambahkan fitur di halaman situs.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, ia memiliki fungsi yang sama dengan kode HTML dan embed. Hanya saja, bentuknya sangat ringkas.<\/p>\n<p>Shortcode ditandai dengan tag. Karena itu, ia diawali dengan tanda [ dan diakhiri dengan tanda ]. Selain itu, shortcode dibagi menjadi dua jenis:<\/p>\n<ul>\n<li><strong><em>Self-enclosed shortcode<\/em><\/strong>\u00a0\u2014 Jenis shortcode ini hanya memiliki tag pembuka. Untuk memasukkan galeri gambar di konten atau sidebar, misalnya, Anda hanya memerlukan shortcode\u00a0<em>gallery<\/em>.<\/li>\n<li><strong><em>Enclosing shortcode<\/em><\/strong>\u00a0\u2014 Jenis shortcode ini terdiri dari tag pembuka dan penutup. Tipe ini digunakan untuk memanipulasi konten yang ada di antara tag pembuka dan penutup, seperti [shortcode]KONTEN[\/shortcode]. Contohnya adalah shortcode yang digunakan untuk memberi keterangan pada gambar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Baik\u00a0<em>self-enclosed shortcode<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>enclosing shortcode<\/em>\u00a0dapat diikuti dengan\u00a0<em>attribute<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>value<\/em>\u00a0untuk kustomisasi lebih lanjut. Contohnya seperti demikian:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">[shortcode attr=\u201dxyz\u201d]KONTEN[\/shortcode]<\/pre>\n<h2><span id=\"Cara_Menggunakan_Shortcode_WordPress\">Cara Menggunakan Shortcode WordPress<\/span><\/h2>\n<p>Apa saja shortcode yang bisa digunakan? WordPress memiliki enam shortcode bawaan, yaitu audio, playlist, gallery, video, caption, dan embed.<\/p>\n<p>Selain itu, masih ada banyak shortcode lainnya yang tersedia jika Anda memasang plugin dan tema tertentu. Bahkan, Anda bisa membuat shortcode custom yang caranya akan kami jelaskan nanti.<\/p>\n<p>Sekarang Anda belajar untuk menggunakan shortcode WordPress di editor halaman dan post terlebih dahulu.<\/p>\n<h3><span id=\"Cara_Menggunakan_Shortcode_WordPress_di_Halaman_dan_Post\">Cara Menggunakan Shortcode WordPress di Halaman dan Post<\/span><\/h3>\n<p>Di panduan ini, kami akan mencontohkan penggunaan shortcode di blog post. Pertama, klik\u00a0<strong>Posts &gt; Add New<\/strong>\u00a0di Dashboard WordPress. Kemudian klik ikon + untuk menambahkan blok baru. Pilih blok\u00a0<strong>Shortcode<\/strong>.<\/p>\n<p>Jika susah untuk menemukannya, ketikkan saja nama blok tersebut pada search bar yang ada di atas daftar blok.<\/p>\n<p>Setelah blok shortcode muncul, masukkan kode dari formatting atau fitur yang ingin digunakan pada kolom yang tersedia. Sebagai contoh, kami memasukkan shortcode galeri beserta\u00a0<em>attribute<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>value<\/em>-nya:<\/p>\n<ul>\n<li>ids \u2014 ID dari gambar yang sudah diunggah<\/li>\n<li>columns \u2014 jumlah kolom yang diinginkan<\/li>\n<li>size \u2014 ukuran gambar yang ditampilkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bagaimana cara mengetahui ID gambar yang telah diunggah? Sebenarnya mudah, tetapi ID ini cukup tersembunyi.<\/p>\n<p>Untuk mengetahuinya, akses Media Library dan arahkan kursor Anda ke salah satu judul gambar. Kemudian, perhatikan URL yang muncul di pojok kiri bawah halaman.<\/p>\n<p>Di setiap URL gambar, Anda akan menemukan \u201cpost=\u201d yang diikuti oleh angka. Nah, angka tersebut adalah ID-nya.<\/p>\n<p>Langkah-langkah di atas dilakukan jika Anda menggunakan editor Gutenberg bawaan WordPress. Bagi yang lebih suka dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/classic-editor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" aria-label=\" (opens in a new tab)\">editor klasik<\/a>, Anda tinggal mengetikkan shortcode tanpa klik tombol apapun.<\/p>\n<h3><span id=\"Cara_Menggunakan_Shortcode_WordPress_di_Sidebar\">Cara Menggunakan Shortcode WordPress di Sidebar<\/span><\/h3>\n<p>Selain untuk konten halaman dan blog post, shortcode WordPress juga bisa Anda gunakan di sidebar sebagai widget.<\/p>\n<p>Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua tema WordPress mendukung sidebar. Tema bawaan WordPress, misalnya, hanya mendukung widget di area footer. Apabila Anda memang menginginkan sidebar untuk widget, carilah tema yang mendukungnya.<\/p>\n<p>Tidak perlu repot-repot. Klik\u00a0<strong>Appearance &gt; Themes &gt; Add New<\/strong>. Di halaman tema klik\u00a0<strong>Feature Filter<\/strong>\u00a0dan centang checkbox\u00a0<strong>Left Sidebar<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>Right Sidebar<\/strong>. Kemudian, klik\u00a0<strong>Apply Filters<\/strong>\u00a0untuk menampilkan hasil pencarian tema.<\/p>\n<p>Jika sudah meng-install tema yang bisa menggunakan sidebar, klik\u00a0<strong>Appearance &gt; Widgets<\/strong>\u00a0di Dashboard. Pada halaman selanjutnya Anda dapat menemukan daftar berbagai jenis widgets. Klik\u00a0<strong>Text<\/strong>\u00a0dan geser ke daftar widget sidebar.<\/p>\n<p>Klik\u00a0<strong>Text<\/strong>\u00a0lagi untuk membuka pengaturan widget-nya, kemudian beri judul, ketikkan shortcode, dan klik\u00a0<strong>Save<\/strong>.<\/p>\n<h3><span id=\"Cara_Menggunakan_Shortcode_WordPress_di_Tema\">Cara Menggunakan Shortcode WordPress di Tema<\/span><\/h3>\n<p>Anda dapat menampilkan berbagai elemen atau fitur di sidebar atau footer dengan bantuan shortcode.<\/p>\n<p>Namun, fungsi shortcode sebenarnya lebih dari itu. Anda juga bisa meletakkannya di mana saja pada halaman website. Misalnya, Anda ingin meletakkan formulir sederhana di akhir setiap blog post.<\/p>\n<p>Untuk melakukannya, Anda perlu menggunakan fungsi do_shortcode. Ini adalah sebuah baris kode yang ditambahkan dalam file tema WordPress, seperti\u00a0<strong>header.php<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>footer.php<\/strong>. Contoh kodenya seperti demikian:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">&lt;?php echo do_shortcode(\"[shortcode_anda]\"); ?&gt;<\/pre>\n<p>Pada kode tersebut, [shortocde_anda] adalah tempat di mana Anda meletakkan shortcode dari elemen yang diinginkan.<\/p>\n<h2><span id=\"Cara_Membuat_Shortcode_WordPress_Custom\">Cara Membuat Shortcode WordPress Custom<\/span><\/h2>\n<p>WordPress menyediakan ribuan tema dan plugin yang memudahkan pengguna untuk membuat website sesuai keinginan. Namun, bagaimana jika Anda tidak menemukan fitur atau fungsi yang dikehendaki? Atau mungkin Anda ingin membuat fitur tersendiri?<\/p>\n<p>Anda bisa melakukannya dengan membuat shortcode WordPress sendiri. Caranya tidak semudah langkah-langkah yang telah kami bahas sebelumnya karena membutuhkan pemahaman dasar tentang bahasa pemrograman PHP. Akan tetapi, akan sangat memudahkan Anda dalam melakukan kustomisasi jika dapat melakukannya.<\/p>\n<p>Sebelum mulai mempelajari cara membuat shortcode WordPress, Anda perlu memahami shortcode API terlebih dahulu yang akan kami jelaskan pada bagian ini.<\/p>\n<h3><span id=\"Apa_Itu_Shortcode_API\">Apa Itu Shortcode API?<\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/codex.wordpress.org\/Shortcode_API\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" aria-label=\" (opens in a new tab)\">Shortcode API<\/a>\u00a0milik WordPress adalah protokol yang menjadi dasar pembuatan dan penggunaan shortcode. Tanpanya, shortcode tidak dapat berfungsi.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, API tersebut bertugas untuk melakukan parsing terhadap kode-kode yang telah ditetapkan untuk sebuah shortcode dan\u00a0<em>attribute<\/em>-nya. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengetikkan baris kode yang rumit setiap kali ingin menambahkan sebuah elemen atau fitur pada halaman.<\/p>\n<p>Tugas tersebut dilakukan setiap kali halaman website Anda diakses. Saat proses halaman dimuat, shortcode API mencari shortcode-shortcode yang terdaftar di dalamnya.<\/p>\n<p>Jika menemukan shortcode yang terdaftar, protokol tersebut menampilkan elemen yang sesuai pada letak yang ditentukan.<\/p>\n<h3><span id=\"Cara_Mendaftarkan_Shortcode_WordPress\">Cara Mendaftarkan Shortcode WordPress<\/span><\/h3>\n<p>Nah, bagaimana cara mendaftarkan shortcode yang Anda buat? Untuk melakukannya, Anda perlu memasukkan fungsi\u00a0<a href=\"https:\/\/developer.wordpress.org\/reference\/functions\/add_shortcode\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" aria-label=\" (opens in a new tab)\">add_shortcode()<\/a>\u00a0di dalam file\u00a0<strong>functions.php<\/strong>\u00a0milik tema atau plugin yang digunakan. Di bawah ini adalah format kodenya:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">add_shortcode( 'shortcode_name', 'shortcode_handler_function' );<\/pre>\n<p>Kode tersebut diikuti oleh dua hal:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Shortcode_name<\/strong>\u00a0\u2014 Ini adalah nama shortcode yang Anda buat. Karakter yang diperbolehkan untuk nama shortcode hanyalah huruf kecil dan angka. Untuk spasi, gunakan\u00a0<em>underscore<\/em>.<\/li>\n<li><strong>Shortcode_handler_function\u00a0<\/strong>\u2014 Ini adalah fungsi yang akan dijalankan shortcode API setelah menemukan shortcode yang terdaftar. Seperti nama shortcode, Anda bebas menamainya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berikut adalah format kode\u00a0<em>handler function<\/em>:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">function shortcode_handler_function( $atts, $content, $tag ){ }<\/pre>\n<p>Pada kode tersebut terdapat tiga bagian, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>$atts<\/strong>\u00a0\u2014\u00a0<em>Attribute<\/em>\u00a0yang digunakan untuk sebuah shortcode. Jika tidak memerlukan\u00a0<em>attribute<\/em>\u00a0apapun, Anda tidak perlu memasukkannya<\/li>\n<li><strong>$content<\/strong>\u00a0\u2014 Konten yang diapit oleh tag pembuka dan penutup jika Anda membuat\u00a0<em>enclosing shortcode<\/em><\/li>\n<li><strong>$tag\u00a0<\/strong>\u2014 Tag milik sebuah shortcode. Ini digunakan untuk membedakan beberapa shortcode dengan nama yang sama<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"Cara_Menggunakan_Fungsi_add_shortcode\">Cara Menggunakan Fungsi add_shortcode()<\/span><\/h3>\n<p>Tadi sudah kami sebutkan bahwa fungsi add_shortcode() dimasukkan ke dalam file\u00a0<strong>functions.php<\/strong>\u00a0tema atau plugin. Akan tetapi, penanganan keduanya sedikit berbeda.<\/p>\n<p>Untuk tema, Anda tinggal menambahkan kode fungsi add_shortcode() beserta nama shortcode dan\u00a0<em>handler function<\/em>-nya.<\/p>\n<p>Untuk plugin, Anda dianjurkan untuk memastikan bahwa shortcode custom dijalankan hanya setelah halaman website selesai dimuat. Ini diperlukan Agar plugin terkait tidak mengalami error.<\/p>\n<p>Anda dapat memastikannya dengan fungsi\u00a0<a href=\"https:\/\/developer.wordpress.org\/reference\/hooks\/init\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" aria-label=\" (opens in a new tab)\">shortcodes_init<\/a>. Kodenya seperti di bawah ini:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">function shortcodes_init(){<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0add_shortcode( 'shortcode_name', 'shortcode_handler_function' );<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">}<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">add_action('init', 'shortcodes_init');<\/pre>\n<h2><span id=\"Contoh_Shortcode_WordPress_Custom\">Contoh Shortcode WordPress Custom<\/span><\/h2>\n<p>Tiba bagian yang Anda tunggu, yaitu membuat shortcode WordPress custom. Untuk mempraktikkan cara yang telah dibahas pada bagian sebelumnya, kami akan memberikan dua contoh shortcode beserta langkah pembuatannya.<\/p>\n<p>Sebagai catatan, pastikan Anda telah melakukan\u00a0backup WordPress\u00a0sebelum mengubah file tema maupun plugin. Ini diperlukan agar Anda bisa restore website jika terjadi kesalahan dalam mengedit file tersebut.<\/p>\n<h3><span id=\"Contoh_1_Tombol_CTA\">Contoh 1: Tombol CTA<\/span><\/h3>\n<p>Tombol CTA atau\u00a0<em>call-to-action<\/em>\u00a0umumnya digunakan untuk mengajak pengunjung situs atau blog agar melakukan hal yang dikehendaki pemilik website. Misalnya mendaftar ke sebuah layanan, mengisi formulir, dan subscribe konten blog.<\/p>\n<p>Apabila ingin menyisipkan tombol serupa, Anda dapat menggunakan template kode di bawah ini.\u00a0<em>Attribute<\/em>-nya juga dapat disesuaikan dengan keinginan Anda, tentunya.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">add_shortcode( 'tombol_cta', 'contoh_cta' );<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">function contoh_cta( $atts ) {<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0$a = shortcode_atts( array(<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'link' =&gt; '#',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'id' =&gt; 'cta',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'color' =&gt; 'blue',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'size' =&gt; '',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'label' =&gt; 'Button',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'target' =&gt; '_self'<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0), $atts );<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0$output = '&lt;p&gt;&lt;a href=\"' . esc_url( $a['link'] ) . '\" id=\"' . esc_attr( $a['id'] ) . '\" class=\"button ' . esc_attr( $a['color'] ) . ' ' . esc_attr( $a['size'] ) . '\" target=\"' . esc_attr($a['target']) . '\"&gt;' . esc_attr( $a['label'] ) . '&lt;\/a&gt;&lt;\/p&gt;';<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0return $output;<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">}<\/pre>\n<p>Agar mudah dipahami kami akan menjelaskan bagian-bagian dari kode di atas:<\/p>\n<ul>\n<li>Contoh shortcode tersebut kami namakan tombol_cta dengan shortcode handler contoh_cta<\/li>\n<li>shortcode_atts() adalah\u00a0<em>function<\/em>\u00a0WordPress yang digunakan untuk mengelola\u00a0<em>attribute\u00a0<\/em>sebuah shortcode<\/li>\n<li>$output digunakan untuk membawa kode HTML dari elemen yang dihasilkan oleh shortcode<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"Contoh_2_Kotak_Teks\">Contoh 2: Kotak Teks<\/span><\/h3>\n<p>Pada contoh yang kedua ini kami akan membuat sebuah shortcode untuk menampilkan kotak teks. Elemen ini dapat digunakan jika Anda ingin meletakkan tulisan penting dalam sebuah kotak.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">add_shortcode( 'kotak_teks', 'contoh_kotak_teks' );<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">function contoh_kotak_teks( $atts, $content = null ) {<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0$a = shortcode_atts( array(<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'title' =&gt; 'Title',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'title_color' =&gt; 'white',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0'color' =&gt; 'blue',<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0), $atts );<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0$output = '&lt;div class=\"contoh_kotak_teks\" style=\"border:2px solid ' . esc_attr( $a['color'] ) . ';\"&gt;'.'&lt;div class=\"judul_contoh_kotak_teks\" style=\"background-color:' . esc_attr( $a['color'] ) . ';\"&gt;&lt;h3 style=\"color:' . esc_attr( $a['title_color'] ) . ';\"&gt;' . esc_attr( $a['title'] ) . '&lt;\/h3&gt;&lt;\/div&gt;'.'&lt;div class=\"isi_contoh_kotak_teks\"&gt;&lt;p&gt;' . esc_attr( $content ) . '&lt;\/p&gt;&lt;\/div&gt;'.'&lt;\/div&gt;';<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">\u00a0return $output;<\/pre>\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">}<\/pre>\n<p>Karena shortcode\u00a0 ini digunakan untuk mengubah format teks, Anda perlu memberitahu WordPress bahwa ia merupakan\u00a0<em>enclosing<\/em>\u00a0shortcode. Maka dari itu, $content = null harus ditambahkan ke dalam shortcode handler.<\/p>\n<h2><span id=\"Kelebihan_dan_Kekurangan_Penggunaan_Shortcode_WordPress\">Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Shortcode WordPress<\/span><\/h2>\n<p>Seperti yang telah dipelajari dari artikel ini, shortcode WordPress memudahkan kustomisasi website. Namun, penggunaannya tidak selalu berimbas baik untuk situs Anda. Di bawah ini kami jelaskan kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda waspadai ketika menggunakan shortcode.<\/p>\n<h3><span id=\"Kelebihan_Penggunaan_Shortcode_WordPress\">Kelebihan Penggunaan Shortcode WordPress<\/span><\/h3>\n<p>Berikut adalah manfaat yang Anda dapatkan dengan adanya shortcode:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menambahkan fitur pada halaman jadi mudah<\/strong>\u00a0\u2014 Tanpa harus mengetikkan kode HTML atau PHP, Anda sudah dapat menambahkan fitur atau elemen pada halaman situs atau artikel blog. Oleh karena itu, shortcode WordPress mempermudah dan mempercepat pembuatan website.<\/li>\n<li><strong>Memungkinkan fitur untuk dikustomisasi lebih lanjut<\/strong>\u00a0\u2014 Seperti yang telah dijelaskan di awal, shortcode tertentu dapat dimanipulasi dengan\u00a0<em>attribute<\/em>. Ini memungkinkan Anda untuk mengatur outputnya sesuai keinginan.<\/li>\n<li><strong>Tidak dipengaruhi tema<\/strong>\u00a0\u2014 Fungsi shortcode sebuah plugin maupun yang Anda buat sendiri tidak akan terpengaruh tema WordPress.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"Kekurangan_Penggunaan_Shortcode_WordPress\">Kekurangan Penggunaan Shortcode WordPress<\/span><\/h3>\n<p>Berikut adalah kekurangan yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan shortcode:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tidak mudah digunakan oleh pengguna baru\u00a0<\/strong>\u2014 Meskipun shortcode memudahkan kustomisasi website, tidak semua pengguna baru WordPress dapat mempelajari penggunaannya dengan cepat.<\/li>\n<li><strong>Shortcode dapat berselisih dengan kode HTML<\/strong>\u00a0\u2014 Shortcode bisa berselisih dengan kode HTML tertentu dan merusak fungsinya. Untuk menghindari ini, sebaiknya Anda membaca dokumentasi shortcode yang ingin digunakan terlebih dahulu.<\/li>\n<li><strong>Shortcode bisa memperlambat website<\/strong>\u00a0\u2014 Shortcode memang praktis, tetapi dapat memperlambat kecepatan loading website jika jumlahnya terlalu banyak. Maka dari itu, gunakanlah shortcode seperlunya.<\/li>\n<li><strong>Shortcode sebuah tema tidak dapat digunakan di tema lain<\/strong>\u00a0\u2014 Banyak tema WordPress yang mudah dikustomisasi karena shortcode-shortcode-nya. Akan tetapi, kode-kode tersebut tidak dapat dijalankan jika Anda mengganti tema. Alih-alih menampilkan sebuah elemen, shortcode tersebut akan muncul sebagai teks di halaman website.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span id=\"Sudah_Siap_untuk_Membuat_Shortcode_WordPress\">Sudah Siap untuk Membuat Shortcode WordPress?<\/span><\/h2>\n<p>Bagi Anda yang sedang belajar\u00a0membuat situs dengan WordPress, shortcode adalah fitur yang sangat membantu. Dengannya, Anda dapat menambahkan berbagai elemen pada halaman website maupun konten blog.<\/p>\n<p>Dengan mempelajari panduan ini, Anda tidak hanya memahami cara menggunakannya, tetapi juga cara membuat shortcode WordPress custom.<\/p>\n<p>Jika memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WordPress adalah CMS yang terkenal dengan berbagai fasilitas yang memudahkan penggunanya. Shortcode WordPress adalah salah satunya. Berkat fitur ini, Anda tidak perlu menuliskan kode-kode HTML yang rumit untuk melakukan kustomisasi pada halaman situs dan konten blog. Jika Anda ingin mempelajari shortcode WordPress, artikel ini adalah tempat yang tepat. Di sini, Anda akan dipandu secara lengkap, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6116,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8,10],"tags":[4,13,6,7,9],"class_list":["post-5335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","category-website","category-wordpress","tag-plugin","tag-tema","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan shortcode WordPress untuk kustomisasi situs lebih mudah tanpa coding. Gunakan shortcode agar website lebih fleksibel dan dinamis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan shortcode WordPress untuk kustomisasi situs lebih mudah tanpa coding. Gunakan shortcode agar website lebih fleksibel dan dinamis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-16T11:03:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T01:08:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html\",\"name\":\"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-16T11:03:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T01:08:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Panduan shortcode WordPress untuk kustomisasi situs lebih mudah tanpa coding. Gunakan shortcode agar website lebih fleksibel dan dinamis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah","description":"Panduan shortcode WordPress untuk kustomisasi situs lebih mudah tanpa coding. Gunakan shortcode agar website lebih fleksibel dan dinamis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah","og_description":"Panduan shortcode WordPress untuk kustomisasi situs lebih mudah tanpa coding. Gunakan shortcode agar website lebih fleksibel dan dinamis.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-09-16T11:03:09+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T01:08:14+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html","name":"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp","datePublished":"2026-09-16T11:03:09+00:00","dateModified":"2026-06-24T01:08:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Panduan shortcode WordPress untuk kustomisasi situs lebih mudah tanpa coding. Gunakan shortcode agar website lebih fleksibel dan dinamis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Shortcode-WordPress-Kustomisasi-Situs-Lebih-Mudah.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-shortcode-wordpress-kustomisasi-situs-lebih-mudah.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Shortcode WordPress: Kustomisasi Situs Lebih Mudah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5335"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5615,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5335\/revisions\/5615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}