{"id":3764,"date":"2026-07-03T15:16:56","date_gmt":"2026-07-03T08:16:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3764"},"modified":"2026-06-23T13:38:27","modified_gmt":"2026-06-23T06:38:27","slug":"panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html","title":{"rendered":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting"},"content":{"rendered":"<p>Bayangkan kalau pengunjung kesulitan mengakses website Anda. Mereka pasti jengkel, kan?<\/p>\n<p>Anda juga mungkin bingung kenapa hal itu bisa terjadi. Nah, penyebab kondisi ini bisa jadi karena\u00a0<strong>website overload<\/strong>, yang mana sering terjadi pada pengguna shared hosting.<\/p>\n<p>Tapi jangan khawatir, ada banyak cara untuk mengatasi website yang overload. Walau begitu, Anda juga perlu tahu berbagai penyebabnya.<\/p>\n<p>Penasaran, kan? Yuk simak pembahasannya lebih lanjut!<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-penyebab-website-overload\"><span id=\"Apa_Penyebab_Website_Overload\">Apa Penyebab Website Overload?<\/span><\/h2>\n<p>Website overload terjadi karena adanya penggunaan resource layanan hosting yang melebihi ketentuan wajar yang ditetapkan.<\/p>\n<p>Hal ini bisa saja terjadi pada pengguna\u00a0shared hosting\u00a0yang berbagi resource dengan pengguna lain pada server yang sama.<\/p>\n<p>Meskipun layanan shared hosting Anda bersifat unlimited, kalau penggunaan resource Anda menyebabkan gangguan performa website pengguna lain, tentu kurang adil, kan?<\/p>\n<p>Nah, itulah alasan kenapa ada penerapan\u00a0resource limit pada penggunaan storage dan memori.<\/p>\n<p>Apabila website Anda melebihi resource limit tersebut, maka website akan overload. Dampaknya, akses website jadi lambat hingga tidak bisa diakses sama sekali.<\/p>\n<p>Apa pemicunya? Penyebabnya bisa bermacam-macam. Beberapa hal yang bisa memakan habis storage dan memori server Anda.<\/p>\n<p>Penyebab\u00a0<em>resource limit<\/em>\u00a0cukup banyak, ya? Karena itu, Anda mungkin kesulitan mencari tahu apa yang terjadi pada website tersebut sebenarnya.<\/p>\n<p>Tapi tenang saja, ada tools yang bisa membantu Anda mengeceknya, kok. Simak di bagian selanjutnya, ya!<\/p>\n<h2><span id=\"Cara_Cek_Penyebab_Website_Overload\">Cara Cek Penyebab Website Overload<\/span><\/h2>\n<p>Setidaknya ada dua tools yang bisa Anda gunakan untuk memeriksa penyebab website overload, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Resource Usage di cPanel<\/strong><\/li>\n<li><strong>Plugin Query Monitor di WordPress<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Mari mulai pengecekannya dengan masing-masing tools di atas:<\/p>\n<h3><span id=\"Cara_Cek_Penyebab_Website_Overload_dengan_Resource_Usage_di_cPanel\">Cara Cek Penyebab Website Overload dengan Resource Usage di cPanel<\/span><\/h3>\n<p>Mencari tahu penyebab website overload bisa dilakukan dengan mudah melalui\u00a0cPanel. Anda tinggal mengikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n<h4><span id=\"1_Login_ke_cPanel\">1. Login ke cPanel<\/span><\/h4>\n<p>Untuk login ke cPanel, ketikkan URL website Anda dan diikuti dengan\u00a0<strong>\/cpanel<\/strong>. Misalnya,\u00a0<strong>domainku.com\/cpanel<\/strong>.<\/p>\n<p>Setelah halaman login cPanel muncul, masukkan\u00a0<strong>username<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>password<\/strong> yang diberikan penyedia hosting saat Anda membeli layanan hosting.<\/p>\n<p>Bagi pengguna Hostinger, Anda bisa login ke cPanel tanpa harus memasukkan username dan password, yaitu melalui<strong>\u00a0Member Area<\/strong>.<\/p>\n<p>Pertama-tama, klik\u00a0<strong>Kelola Hosting<\/strong>\u00a0di menu\u00a0<strong>Hosting<\/strong>.<\/p>\n<p>Pada halaman selanjutnya, klik tab\u00a0<strong>cPanel<\/strong>\u00a0dan pilih\u00a0<strong>All Features<\/strong>. Dengan seketika, Anda dibawa ke halaman utama cPanel.<\/p>\n<h4><span id=\"2_Akses_Resource_Usage\">2. Akses Resource Usage<\/span><\/h4>\n<p>Jika sudah masuk ke cPanel, klik\u00a0<strong>Resource Usage<\/strong>. Menu ini bisa Anda temukan di kategori\u00a0<strong>Metrics<\/strong>. Atau, Anda bisa mencarinya menggunakan search bar yang ada di pojok kanan atas halaman.<\/p>\n<p>Halaman Resource Usage akan menampilkan salah satu status berikut ini, tergantung kondisi\u00a0<em>resource<\/em>\u00a0hosting Anda, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Your site had no issues in the past 24 hours<\/strong>\u00a0\u2014 Artinya, website Anda tidak overload.<\/li>\n<li><strong>Your site has been limited within the past 24 hours<\/strong>\u00a0\u2014 Artinya, website Anda overload. Di bawah pesan ini akan ditampilkan jenis\u00a0<em>resource<\/em>\u00a0yang penggunaannya melebihi kapasitas.<\/li>\n<li><strong>Your site might hit resource limits soon<\/strong>\u00a0\u2014 Artinya, website Anda hampir overload. cPanel juga akan menampilkan jenis\u00a0<em>resource<\/em>\u00a0yang penggunaannya sudah hampir mencapai batas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nah, jika website memang mengalami overload, Anda harus mengecek pemicunya. Caranya akan kami jelaskan di langkah selanjutnya.<\/p>\n<h4><span id=\"3_Cek_Detail_Penggunaan_Resource\">3. Cek Detail Penggunaan Resource<\/span><\/h4>\n<p>Untuk mencari tahu penyebab penggunaan resource yang melebihi batas, Anda bisa klik tombol\u00a0<strong>Details<\/strong>\u00a0di bawah status yang ditampilkan. Atau, Anda juga bisa klik tab\u00a0<strong>Current Usage<\/strong>\u00a0di sebelah tab\u00a0<strong>Dashboard<\/strong>.<\/p>\n<p>Setelah klik Current Usage, Resource Usage akan menampilkan grafik penggunaan masing-masing jenis\u00a0<em>resource<\/em>. Di antaranya,\u00a0<strong>memori<\/strong>,\u00a0<strong>CPU<\/strong>,\u00a0<strong>inodes<\/strong>, dan\u00a0<strong>input\/output<\/strong>.<\/p>\n<p>Sebagai catatan, grafik ini menampilkan\u00a0<strong>penggunaan per jam<\/strong>. Jika Anda ingin melihat grafik yang lebih detail, klik menu drop-down\u00a0<strong>Time Unit<\/strong>. Kemudian, pilih\u00a0<strong>Minute<\/strong>. Dengan demikian, yang ditampilkan adalah\u00a0<strong>penggunaan per menit<\/strong>.<\/p>\n<h4><span id=\"4_Cek_Snapshot\">4. Cek Snapshot<\/span><\/h4>\n<p>Apabila cara di atas belum menunjukkan penyebab pasti website overload, ada cara lain. Klik tab\u00a0<strong>Snapshot<\/strong>. Tab ini menampilkan daftar proses yang terjadi di server Anda di waktu-waktu tertentu.<\/p>\n<p>Seperti yang Anda lihat, ada empat kolom yang ditampilkan dalam daftar proses, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>PID<\/strong>\u00a0\u2014 ID proses<\/li>\n<li><strong>CMD<\/strong>\u00a0\u2014 nama proses<\/li>\n<li><strong>CPU<\/strong>\u00a0\u2014 penggunaan CPU<\/li>\n<li><strong>MEM<\/strong>\u00a0\u2014 banyaknya memori yang digunakan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dari contoh di atas, penggunaan CPU untuk memproses\u00a0<strong>bad_script.php<\/strong>\u00a0melebihi kapasitas karena mencapai 103%. Jadi, bisa disimpulkan bahwa ada masalah dengan skrip tersebut yang membebani kinerja server.<\/p>\n<p>Nah, di atas daftar proses ada juga tab\u00a0<strong>Database Queries<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>HTTP Queries<\/strong>. Anda bisa klik kedua tab ini untuk mencari proses database dan HTTP yang bermasalah.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana jika website overload sudah terjadi kemarin atau beberapa hari sebelumnya?<\/p>\n<p>Tidak masalah. Anda tinggal klik menu drop-down tanggal dan waktu yang ada di atas tab-tab tadi.<\/p>\n<h3><span id=\"Cek_Penyebab_Website_Overload_dengan_Plugin_Query_Monitor\">Cek Penyebab Website Overload dengan Plugin Query Monitor<\/span><\/h3>\n<p>Bagi pengguna WordPress, ada cara lain untuk cek penyebab website overload, yaitu menggunakan plugin\u00a0<a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/query-monitor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Query Monitor<\/a>.<\/p>\n<h4><span id=\"1_Install_Plugin_Query_Monitor\">1. Install Plugin Query Monitor<\/span><\/h4>\n<p>Untuk menginstalnya, login ke Dashboard WordPress dan klik\u00a0<strong>Plugins &gt; Add New<\/strong>. Kemudian, klik\u00a0\u00a0<strong>Activate<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Catatan penting!<\/strong>\u00a0Query Monitor memakan banyak resource. Saat tidak Anda gunakan, nonaktifkan dengan klik\u00a0<strong>Deactivate<\/strong>.<\/p>\n<p>Setelah Query Monitor aktif, ikuti langkah-langkah selanjutnya.<\/p>\n<h4><span id=\"2_Aktifkan_Authentication_Cookie\">2. Aktifkan Authentication Cookie<\/span><\/h4>\n<p>Untuk menggunakan Query Monitor, Anda harus mengaktifkan authentication cookie-nya terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Caranya, akses daftar plugin dengan klik\u00a0<strong>Plugins &gt; Installed Plugins<\/strong>\u00a0lagi. Kemudian klik tombol\u00a0<strong>Settings<\/strong> di bawah nama Query Monitor. Jendela pengaturan Query Monitor akan muncul di bawah Dashboard WordPress.<\/p>\n<p>Di pengaturan tersebut, klik tombol\u00a0<strong>Set authentication cookie<\/strong>.<\/p>\n<p>Setelah authentication cookie aktif, Anda bisa menutup\u00a0<em>window<\/em>\u00a0pengaturan Query Monitor.<\/p>\n<h4><span id=\"3_Cek_Daftar_Query\">3. Cek Daftar Query<\/span><\/h4>\n<p>Setelah mengaktifkan authentication cookie Query Monitor, Anda akan menemukan informasi berupa angka-angka di admin bar WordPress.<\/p>\n<p>Angka-angka tersebut menunjukkan informasi performa website Anda meliputi (mulai dari kiri):<\/p>\n<ul>\n<li>Kecepatan loading<\/li>\n<li>Memori yang digunakan untuk loading<\/li>\n<li>Waktu yang digunakan untuk database query<\/li>\n<li>Jumlah database query<\/li>\n<\/ul>\n<p>Apabila ingin tahu lebih lanjut tentang performa website, Anda tinggal arahkan kursor ke informasi <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/memahami-perbedaan-mysql-dan-mysqli.html\">Query<\/a> Monitor dengan menu.<\/p>\n<p>Nah, untuk mencari tahu penyebab website overload, klik menu\u00a0<strong>Queries<\/strong>. Menu ini akan menampilkan daftar database query di bagian bawah browser Anda.<\/p>\n<p>Untuk melihat daftar query lebih jelas, Anda bisa mengatur besar jendela Query Monitor sesuai kebutuhan. Apalagi jika query di website Anda cukup banyak.<\/p>\n<p>Sekarang, tugas Anda adalah mencari query yang memakan waktu lama. Untuk mencarinya, perhatikan kolom\u00a0<strong>Time<\/strong> yang terletak di paling kanan daftar query.<\/p>\n<p>Nah, karena query-query tersebut ditampilkan secara acak, Anda bisa mengurutkannya berdasarkan durasinya. Caranya, klik tanda panah ke arah atas yang ada di sebelah kanan teks\u00a0<strong>Time\u00a0<\/strong>untuk menampilkan query dengan waktu terlama.<\/p>\n<p>Perhatikan daftar\u00a0<strong>caller<\/strong> yang paling lama karena itulah yang bisa jadi menyebabkan website overload.<\/p>\n<h2><span id=\"10_Cara_Mengatasi_Website_yang_Overload\">10 Cara Mengatasi Website yang Overload<\/span><\/h2>\n<p>Sekarang Anda sudah melakukan pengecekan penyebab website overload. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?\u00a0Kami punya sepuluh cara untuk mengatasi website yang overload, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Instal plugin secukupnya<\/li>\n<li>Gunakan plugin dan tema yang update<\/li>\n<li>Resize dan Kompres Gambar<\/li>\n<li>Instal Plugin Cache<\/li>\n<li>Gunakan Content Delivery Network<\/li>\n<li>Minify File HTML, CSS, dan JavaScript<\/li>\n<li>Aktifkan GZIP Compression<\/li>\n<li>Perbarui Versi WordPress Setiap Ada Update<\/li>\n<li>Optimalkan Database MySQL<\/li>\n<li>Batasi Revisi Halaman<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mari kita bahas satu per satu!<\/p>\n<h3><span id=\"1_Instal_Plugin_Secukupnya\">1. Instal Plugin Secukupnya<\/span><\/h3>\n<p>Salah satu daya tarik WordPress adalah banyaknya plugin yang membuat pengelolaan website jadi lebih mudah.<\/p>\n<p>Tak jarang Anda tergiur untuk menginstal bermacam-macam\u00a0plugin WordPress\u00a0yang membuat penggunaan memori server semakin besar. Alhasil, website Anda jadi rawan overload.<\/p>\n<p>Solusinya, lakukan instalasi plugin yang paling penting untuk website Anda.<\/p>\n<p>Selebihnya, Anda tinggal menginstal satu atau dua plugin dengan\u00a0 fungsi khusus seperti WooCommerce untuk toko online Anda.<\/p>\n<p>Nah, Jika sudah terlanjur instal banyak plugin, hapus saja yang tidak Anda butuhkan. Lalu, jika menemukan plugin yang berat ketika pengecekan query, Anda harus mencari plugin alternatif yang lebih ringan.<\/p>\n<h3><span id=\"2_Gunakan_Plugin_dan_Tema_yang_Update\">2. Gunakan Plugin dan Tema yang Update<\/span><\/h3>\n<p>Apa yang Anda perhatikan ketika memilih plugin dan tema? Rating? Ulasan? Atau jumlah download? Jika memperhatikan ketiga aspek tersebut, Anda sudah melakukan langkah yang tepat!<\/p>\n<p>Namun, akan lebih baik kalau Anda juga mengecek kapan terakhir kali sebuah plugin diupdate oleh developernya. Kalau sudah terlalu lama, pertimbangkan lagi ketika akan menggunakannya.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana cara mengecek update atau tidaknya plugin dan tema WordPress? Dari repositori plugin di Dashboard WordPress, klik\u00a0<strong>More Details<\/strong> pada plugin yang ingin Anda cek.<\/p>\n<p>Pada bagian deskripsi, perhatikan bagian\u00a0<strong>Last Updated<\/strong> untuk tahu kapan update terakhir kali dilakukan.<\/p>\n<p>Nah, bagaimana jika Anda ingin mengecek plugin yang sudah diinstal? Tinggal klik\u00a0<strong>Plugins<\/strong>\u00a0di Dashboard WordPress untuk melihat daftar plugin Anda. Selanjutnya, klik\u00a0<strong>View Details<\/strong>\u00a0di masing-masing plugin. Menu ini akan menampilkan deskripsi dan informasi plugin seperti tadi.<\/p>\n<p>Untuk memeriksa kapan tema di-update terakhir kali, caranya berbeda. Anda harus mengakses repositori tema melalui\u00a0<a href=\"http:\/\/wordpress.org\/themes\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">wordpress.org\/themes<\/a>. Kemudian, arahkan kursor Anda ke tema yang diinginkan dan klik\u00a0<strong>More Info<\/strong>.<\/p>\n<p>Seperti saat cek plugin tadi, Anda akan menemukan informasi tema, termasuk tanggal pembaruan terakhirnya.<\/p>\n<p>Pasalnya, kode atau skrip di plugin dan tema yang lama tidak di-update bisa saja tidak optimal dan malah menyebabkan error di website Anda. Belum lagi kalau plugin tersebut tidak kompatibel dengan versi WordPress yang Anda gunakan.<\/p>\n<p>Yang paling mengkhawatirkan, plugin dan tema yang lama tidak diperbarui rawan ancaman keamanan karena bisa jadi sudah dimanfaatkan oleh hacker untuk memasukkan malware dan skrip berbahaya.<\/p>\n<h3><span id=\"3_Resize_dan_Kompres_Gambar\">3. Resize dan Kompres Gambar<\/span><\/h3>\n<p>Tidak salah jika Anda punya banyak gambar di website. Kurangnya elemen visual justru membuat website tidak terlihat menarik.<\/p>\n<p>Namun, setiap gambar yang Anda upload harus melalui proses resize dan kompresi dulu. Dengan melakukannya, gambar-gambar Anda akan lebih ringan sehingga penggunaan storage server dapat dikurangi.<\/p>\n<p>Nah, mana yang perlu dilakukan terlebih dahulu? Idealnya, Anda resize gambar sebelum mengkompresnya.<\/p>\n<h4><span id=\"Cara_Resize_Gambar\">Cara Resize Gambar<\/span><\/h4>\n<p>Jika menggunakan Windows, Anda bisa menggunakan aplikasi\u00a0<strong>Microsoft Paint<\/strong>. Setelah membuka gambar yang ingin di-resize, klik\u00a0<strong>Home &gt; Resize<\/strong>.<\/p>\n<p>Ketika muncul menu popup, ketikkan dimensi gambar yang Anda inginkan di kolom\u00a0<strong>Resize<\/strong>. Jika sudah, klik\u00a0<strong>Ok<\/strong> dan simpan gambar tersebut.<\/p>\n<h4><span id=\"Cara_Kompres_Gambar\">Cara Kompres Gambar<\/span><\/h4>\n<p>Setelah resize gambar, Anda bisa mengkompresnya dengan tool online, yaitu\u00a0<a href=\"https:\/\/tinyjpg.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">TinyJPG<\/a>. Cara menggunakan tool ini sangat sederhana. Anda tinggal upload gambar yang ingin dikompres dengan klik area yang ditunjuk oleh tanda panah.<\/p>\n<p>Gambar Anda akan segera dikompres oleh TinyJPG setelah di-upload. Setelah proses kompresi selesai, Anda tinggal download gambarnya dengan klik\u00a0<strong>Download<\/strong>.<\/p>\n<h3><span id=\"4_Instal_Plugin_Cache\">4. Instal Plugin Cache<\/span><\/h3>\n<p>Solusi lainnya untuk website overload adalah mengaktifkan cache. Lho, apa itu?<\/p>\n<p>Cache adalah\u00a0data website yang disimpan sementara di server. Tujuannya, ketika pengunjung mengakses website, data inilah yang dikirimkan ke browser mereka. Dengan begitu, kinerja server untuk melayani akses website jadi lebih ringan.<\/p>\n<p>Meski kedengarannya sangat teknis, cara mengaktifkan cache cukup mudah dengan bantuan plugin cache di WordPress, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>WP Super Cache<\/li>\n<li>WP Rocket<\/li>\n<li>W3 Total Cache<\/li>\n<li>LiteSpeed Cache<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tak perlu bingung plugin mana yang Anda butuhkan. Kami sudah menjelaskan\u00a0\u00a0perbandingan plugin<strong>\u00a0<\/strong>tersebut dari sisi performa, fitur, hingga harga.<\/p>\n<p>Nah, jika Anda pengguna Hostinger, mengaktifkan cache bisa dilakukan dengan lebih simpel berkat fitur WordPress Accelerator. Begitu Anda aktifkan, fitur ini akan menginstal LiteSpeed Cache yang dukungan cachenya lengkap.<\/p>\n<p>Untuk melakukannya, simak langkah-langkah di bawah ini:<\/p>\n<p id=\"h-login-ke-member-area-Hostinger\">1. Login ke Member Area Hostinger.<\/p>\n<p>2. Pada daftar layanan hosting di Member Area, klik\u00a0<strong>Kelola Hosting<\/strong>.<\/p>\n<p>3. Di halaman selanjutnya, klik tab\u00a0<strong>WP Management &gt; WordPress Accelerator<\/strong>.<\/p>\n<p>4. Klik tombol\u00a0<strong>off<\/strong>\u00a0yang ada. Jika tulisannya sudah menjadi\u00a0<strong>on<\/strong>, WordPress Accelerator sudah aktif.<\/p>\n<p>5. Setelah WordPress Accelerator aktif, login ke Dashboard WordPress Anda dan konfigurasikan LiteSpeed Cache.<\/p>\n<h3><span id=\"5_Gunakan_Content_Delivery_Network\">5. Gunakan Content Delivery Network<\/span><\/h3>\n<p>Kalau pengunjung Anda berasal dari berbagai penjuru dunia dan mendadak traffic Anda membludak, menggunakan\u00a0Content Delivery Network\u00a0(CDN) bisa menjadi solusi.<\/p>\n<p>CDN adalah jaringan server yang terletak di berbagai negara. Tugasnya untuk menyimpan cache website Anda dan mengirimkannya ke pengunjung terdekat dari server.<\/p>\n<p>Jadi, dengan menggunakan CDN, server tidak perlu bekerja keras mengirimkan data website ke lokasi-lokasi yang jauh dari data center. Alhasil, website overload bisa Anda hindari.<\/p>\n<p>Ada banyak layanan CDN yang bisa Anda gunakan. Salah satunya adalah CDN\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cloudflare.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><strong>Cloudflare<\/strong><\/a>\u00a0yang tersedia dalam versi gratis.<\/p>\n<p>CDN Cloudflare juga sudah terintegrasi dengan Hostinger, jadi Anda tinggal mengaktifkannya di hosting Anda.<\/p>\n<h3><span id=\"6_Minify_File_HTML_CSS_dan_JavaScript\">6. Minify File HTML, CSS, dan JavaScript<\/span><\/h3>\n<p>Website terdiri dari file-file seperti\u00a0HTML,\u00a0CSS, dan\u00a0JavaScript. Kalau jumlah file-file ini terlalu banyak dan berukuran besar bisa menyebabkan website overload. Untuk itu, Anda harus melakukan proses minify atau minification.<\/p>\n<p>Minification\u00a0adalah tindakan di mana Anda menghapus karakter-karakter yang tidak dibutuhkan dalam kode file.<\/p>\n<p>Umumnya, minification dilakukan secara manual. Namun, jangan khawatir apabila Anda bukan seorang developer. Anda bisa melakukan minify dengan bantuan plugin, seperti\u00a0<a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/autoptimize\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\"><strong>Autoptimize<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p>Setelah instal Autoptimize, pastikan Anda mengaktifkan plugin tersebut di halaman pengaturannya. Caranya, klik\u00a0<strong>Settings &gt; Autoptimize<\/strong>\u00a0di Dashboard.<\/p>\n<p>Klik tab\u00a0<strong>JS, CSS &amp; HTML<\/strong>, lalu klik tiga checkbox berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Optimize JavaScript Code<\/li>\n<li>Optimize CSS Code<\/li>\n<li>Optimize HTML Code<\/li>\n<\/ul>\n<p>Terakhir, klik\u00a0<strong>Save Changes<\/strong>\u00a0untuk menyimpan pengaturan Anda.<\/p>\n<h3><span id=\"7_Aktifkan_GZIP_Compression\">7. Aktifkan GZIP Compression<\/span><\/h3>\n<p>Seperti gambar, file-file website juga harus dikompres. Caranya dengan mengaktifkan\u00a0GZIP compression.<\/p>\n<p>Cara mengaktifkan GZIP compression memang sedikit teknis, tapi mudah. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini:<\/p>\n<p>1. Login ke cPanel.<\/p>\n<p>2. Akses File Manager.<\/p>\n<p>3. Temukan file\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>\u00a0di folder\u00a0<strong>public_html<\/strong>.<\/p>\n<p>4. Jika file tersebut tersembunyi, klik tombol\u00a0<strong>Settings<\/strong>\u00a0di pojok kanan atas File Manager. Di menu yang muncul, klik checkbox\u00a0<strong>Show Hidden Files<\/strong>\u00a0dan klik\u00a0<strong>Save<\/strong>.<\/p>\n<p>5. Buka file .htaccess dengan klik kanan dan klik\u00a0<strong>Edit<\/strong>.<br \/>\n6. Tambahkan kode berikut ini ke file .htaccess. Jangan lupa, klik\u00a0<strong>Save Changes<\/strong>\u00a0agar kodenya tersimpan.<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>&lt;IfModule mod_filter.c&gt;\r\n&lt;IfModule mod_deflate.c&gt;\r\n AddOutputFilterByType DEFLATE \u201capplication\/atom+xml\u201d \\\r\n \u201capplication\/javascript\u201d \\\r\n \u201capplication\/json\u201d \\\r\n \u201capplication\/ld+json\u201d \\\r\n \u201capplication\/manifest+json\u201d \\\r\n \u201capplication\/rdf+xml\u201d \\\r\n \u201capplication\/rss+xml\u201d \\\r\n \u201capplication\/schema+json\u201d \\\r\n \u201capplication\/vnd.geo+json\u201d \\\r\n \u201capplication\/vnd.ms-fontobject\u201d \\\r\n \u201capplication\/x-font-ttf\u201d \\\r\n \u201capplication\/x-javascript\u201d \\\r\n \u201capplication\/x-web-appmanifest+json\u201d \\\r\n \u201capplication\/xhtml+xml\u201d \\\r\n \u201capplication\/xml\u201d \\\r\n \u201cfont\/eot\u201d \\\r\n \u201cfont\/opentype\u201d \\\r\n \u201cimage\/bmp\u201d \\\r\n \u201cimage\/svg+xml\u201d \\\r\n \u201cimage\/vnd.microsoft.icon\u201d \\\r\n \u201cimage\/x-icon\u201d \\\r\n \u201ctext\/cache-manifest\u201d \\\r\n \u201ctext\/css\u201d \\\r\n \u201ctext\/html\u201d \\\r\n \u201ctext\/javascript\u201d \\\r\n \u201ctext\/plain\u201d \\\r\n \u201ctext\/vcard\u201d \\\r\n \u201ctext\/vnd.rim.location.xloc\u201d \\\r\n \u201ctext\/vtt\u201d \\\r\n \u201ctext\/x-component\u201d \\\r\n \u201ctext\/x-cross-domain-policy\u201d \\\r\n \u201ctext\/xml\u201d\r\n&lt;\/IfModule&gt;\r\n&lt;\/IfModule&gt;\r\n<\/code><\/pre>\n<h3><span id=\"8_Perbarui_Versi_WordPress_Setiap_Ada_Update\">8. Perbarui Versi WordPress Setiap Ada Update<\/span><\/h3>\n<p>Sudahkah Anda update WordPress ke versi terbaru? Jika belum, lakukanlah segera.<\/p>\n<p>Versi terupdate WordPress selalu memperbaiki masalah di versi lama baik dari sisi fitur maupun keamanan. Termasuk ketika ada bug yang menyebabkan website WordPress lambat, developer WordPress akan memperbaikinya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu,\u00a0memperbarui versi WordPress\u00a0bisa mencegah website overload.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, update WordPress juga mudah. Setiap kali ada versi terbaru, pemberitahuannya akan muncul di Dashboard. Anda tinggal klik pemberitahuan tersebut untuk memperbarui versi WordPress.<\/p>\n<p><strong>Apabila menggunakan Hostinger, WordPress Anda bisa diperbarui secara otomatis.<\/strong>\u00a0Caranya:<\/p>\n<p>1. Login ke Member Area dan klik\u00a0<strong>Kelola Hosting<\/strong>\u00a0di daftar layanan hosting.<\/p>\n<p>2. Klik tab\u00a0<strong>WP Management &gt; WordPress Management<\/strong>, lalu klik\u00a0<strong>Auto Update<\/strong>.<\/p>\n<p>3. Klik checkbox\u00a0<strong>Lakukan Update di semua Versi Yang Tersedia<\/strong>\u00a0untuk mengaktifkan fitur auto update. Jika berkenan, Anda juga bisa mengaktifkan pembaruan plugin dan tema otomatis. Klik\u00a0<strong>Update<\/strong> untuk menyimpan pengaturan.<\/p>\n<h3><span id=\"9_Optimalkan_Database_MySQL\">9. Optimalkan Database MySQL<\/span><\/h3>\n<p>Setiap aktivitas yang terjadi di website akan menambahkan tabel di database. Dengan berjalannya waktu, ini tentu akan memberatkan database website.<\/p>\n<p>Nah, solusi untuk masalah di atas adalah mengoptimalkan database. Ikuti caranya di bawah ini:<\/p>\n<p>1. Login ke cPanel.<\/p>\n<p>2. Akses phpMyAdmin.<\/p>\n<p>3. Di sisi sebelah kiri halaman phpMyAdmin, klik database yang ingin Anda optimalkan. Ini akan memunculkan daftar tabel dalam database tersebut.<\/p>\n<p>4. Di bawah daftar tabel, klik\u00a0<strong>Check all<\/strong>. Kemudian, klik menu drop-down di sebelahnya dan pilih\u00a0<strong>Optimize table<\/strong>.<\/p>\n<h3><span id=\"10_Batasi_Revisi_Halaman\">10. Batasi Revisi Halaman<\/span><\/h3>\n<p>Pembaruan pada halaman website tentu perlu dilakukan sesuai kebutuhan. Masalahnya, setiap kali Anda memperbarui halaman, ada revisi yang disimpan dalam database untuk tujuan\u00a0<em>restore\u00a0<\/em>(kembali ke versi sebelumnya)<\/p>\n<p>Nah, semakin banyak revisi yang disimpan, semakin berat pula database website. Oleh karena itu, Anda harus membatasi jumlah revisi yang disimpan.<\/p>\n<p>Cara membatasinya sangat mudah. Anda tinggal mengakses folder\u00a0<strong>public_html<\/strong>\u00a0melalui\u00a0<strong>File Manager<\/strong>\u00a0di cPanel seperti saat ingin mengaktifkan GZIP compression tadi. Kemudian, edit file\u00a0<strong>wp-config.php<\/strong>. Di dalamnya, tambahkan kode berikut ini:<\/p>\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>define('WP_POST_REVISIONS', 7);<\/code><\/pre>\n<p>Angka 7 tersebut bisa Anda ganti dengan angka berapapun. Namun, usahakan agar batas jumlah revisi tetap sedikit.<\/p>\n<h2><span id=\"Atasi_Website_Overload_di_Shared_Hosting_Sekarang\">Atasi Website Overload di Shared Hosting Sekarang!<\/span><\/h2>\n<p>Website overload terjadi ketika penggunaan storage dan memori website melampaui limit resource dari penyedia layanan hosting.<\/p>\n<p>Hal ini kerap terjadi pada pengguna shared hosting, baik karena adanya trafik yang tinggi, terserang malware, atau banyaknya query database.<\/p>\n<p>Untuk mengecek penyebabnya, Anda bisa menggunakan\u00a0<strong>resource usage di cPanel<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>plugin Query monitor<\/strong>\u00a0di WordPress. Lalu, mengatasinya dengan 10 cara yang sudah kami bahas di atas.<\/p>\n<p>Nah, kalau website Anda membutuhkan resource yang lebih besar,\u00a0<strong>upgrade ke layanan Cloud hosting adalah solusi yang tepat.<\/strong><\/p>\n<p>Mengapa cloud hosting?<\/p>\n<p>Setidaknya ada tiga kelebihan yang ditawarkan cloud hosting:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li><strong>Resource besar<\/strong>\u00a0\u2014 resource cloud hosting lebih besar dari layanan shared hosting pada umumnya<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>Dedicated resource<\/strong>\u00a0\u2014 masing-masing pengguna hosting menggunakan porsi resource-nya sendiri, sehingga tidak mempengaruhi performa website pengguna lainnya<\/li>\n<li><strong>Kemungkinan down minimal<\/strong>\u00a0\u2014 karena data disimpan di beberapa server, website bisa tetap dijalankan walau ada server yang bermasalah<\/li>\n<\/ul>\n<p>Menariknya, Anda sudah bisa berlangganan <a href=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id?REFERRALCODE=1SONI71\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><strong>Cloud Hosting Hostinger<\/strong><\/a> dengan\u00a0<strong>Rp93.520 per bulan<\/strong>\u00a0saja!<\/p>\n<p>Anda akan mendapatkan berbagai fitur untuk performa website terbaik, seperti\u00a0<strong>LiteSpeed Memcached<\/strong>\u00a0yang akan membuat beban server berkurang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan kalau pengunjung kesulitan mengakses website Anda. Mereka pasti jengkel, kan? Anda juga mungkin bingung kenapa hal itu bisa terjadi. Nah, penyebab kondisi ini bisa jadi karena\u00a0website overload, yang mana sering terjadi pada pengguna shared hosting. Tapi jangan khawatir, ada banyak cara untuk mengatasi website yang overload. Walau begitu, Anda juga perlu tahu berbagai penyebabnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5888,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,5],"tags":[16,6,7,9],"class_list":["post-3764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hosting","category-teknologi","tag-hosting","tag-tutorial","tag-website","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting dengan optimasi resource, caching, dan konfigurasi agar website tetap stabil dan cepat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting dengan optimasi resource, caching, dan konfigurasi agar website tetap stabil dan cepat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-03T08:16:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-23T06:38:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html\",\"name\":\"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-03T08:16:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-23T06:38:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting dengan optimasi resource, caching, dan konfigurasi agar website tetap stabil dan cepat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting","description":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting dengan optimasi resource, caching, dan konfigurasi agar website tetap stabil dan cepat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting","og_description":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting dengan optimasi resource, caching, dan konfigurasi agar website tetap stabil dan cepat.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-07-03T08:16:56+00:00","article_modified_time":"2026-06-23T06:38:27+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html","name":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp","datePublished":"2026-07-03T08:16:56+00:00","dateModified":"2026-06-23T06:38:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting dengan optimasi resource, caching, dan konfigurasi agar website tetap stabil dan cepat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Panduan-Lengkap-Mengatasi-Website-Overload-di-Shared-Hosting.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/panduan-lengkap-mengatasi-website-overload-di-shared-hosting.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Lengkap Mengatasi Website Overload di Shared Hosting"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3764"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6159,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3764\/revisions\/6159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}