{"id":3497,"date":"2026-10-03T08:22:49","date_gmt":"2026-10-03T01:22:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pasirpengaraian.com\/?p=3497"},"modified":"2026-06-24T10:16:55","modified_gmt":"2026-06-24T03:16:55","slug":"apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html","title":{"rendered":"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain"},"content":{"rendered":"<p>Katakanlah Anda ingin mengakses laman Google, tentunya Anda akan menuliskan google.com di browser, bukan? Nah, yang Anda ketik di browser itulah yang disebut dengan domain. Jadi, domain adalah alamat untuk mengakses sebuah website.<\/p>\n<p>Sama seperti rumah, setiap website di dunia ini pasti memiliki domain sebagai alamat agar bisa mudah dikunjungi.<\/p>\n<p>Nah, bagi Anda yang ingin membangun sebuah website, yuk pelajari apa itu domain, fungsi domain, jenis-jenis domain, hingga cara membeli domain!<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-domain\"><span id=\"Apa_Itu_Domain\">Apa Itu Domain?<\/span><\/h2>\n<p>Domain adalah alamat yang akan mengantarkan Anda ke website yang dituju. Pada dasarnya, domain adalah pengganti dari penggunaan\u00a0IP Address\u00a0yang berupa kombinasi angka.<\/p>\n<p>Jumlah website yang bertambah membuat kombinasi angka pada alamat IP semakin sulit dihafal pengguna. Itulah kenapa sistem penamaan dengan domain jauh lebih efektif.<\/p>\n<p>Sistem nama domain terdiri dari dua elemen utama, yaitu\u00a0<strong>nama domain<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>ekstensi domain<\/strong>. Contohnya, pediaon.com.<\/p>\n<p>Nama domain adalah alamat yang mewakili website Anda. Jika bingung, silakan simak\u00a0tips memilih nama domain\u00a0yang tepat untuk website Anda.<\/p>\n<p>Sementara,\u00a0ekstensi domain\u00a0adalah bagian akhir dari domain. Umumnya, yang paling dikenal adalah .COM atau .ID.<\/p>\n<p>Anda dapat memiliki nama dan ekstensi domain dengan mendaftar pada penyedia layanan domain.<\/p>\n<h2 id=\"h-fungsi-domain\"><span id=\"Fungsi_Domain\">Fungsi Domain<\/span><\/h2>\n<p>Fungsi domain adalah sebagai alat identifikasi sebuah website. Pada dasarnya, website disimpan di sebuah web server. Ketika Anda mengetikkan nama domain, akan ada proses untuk mencari data website di web server tujuan sesuai dengan identitas alamat IP-nya.<\/p>\n<p>Contohnya, saat mengetikkan pediaon.com,\u00a0 Anda bisa mengakses website Pediaon dengan mudah tanpa harus tahu alamat IP Pediaon.<\/p>\n<p>Tak perlu khawatir salah alamat, selama informasi yang dimasukkan sesuai. Alasannya, sebuah domain itu unik. Tak seorang pun bisa menggunakan nama domain yang sudah terdaftar atas nama orang lain.<\/p>\n<p>Hal ini karena ada sebuah organisasi khusus bernama\u00a0<a href=\"https:\/\/www.icann.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">ICANN<\/a>\u00a0(Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yang bertugas menyimpan database seluruh nama domain di dunia.<\/p>\n<p>Nah, ketika Anda ingin mendaftarkan nama domain, penyedia layanan akan mengecek sistem ICANN untuk memastikan apakah nama domain yang Anda inginkan masih tersedia atau tidak.<\/p>\n<h2 id=\"h-jenis-jenis-domain\"><span id=\"Jenis-Jenis_Domain\">Jenis-Jenis Domain<\/span><\/h2>\n<p>Secara umum, domain terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Top Level Domain<\/li>\n<li>Second Level Domain<\/li>\n<li>Third Level Domain<\/li>\n<\/ul>\n<h3 id=\"h-1-tld-top-level-domain\"><span id=\"1_TLD_-_Top_Level_Domain\">1. TLD \u2013 Top Level Domain<\/span><\/h3>\n<p>Top Level Domain atau\u00a0TLD adalah\u00a0ekstensi domain yang letaknya paling akhir dari sebuah domain. TLD yang sering digunakan adalah .com, .id, dan .gov.<\/p>\n<p>Contoh top level domain misalnya, www.pediaon.com\/blog\/, TLD-nya adalah <strong>.com<em>\u00a0<\/em><\/strong>dan www.google.com, TLD-nya adalah<strong><em>\u00a0<\/em>.com<\/strong>.<\/p>\n<div class=\"wp-container-2 is-content-justification-center wp-block-buttons\"><\/div>\n<p>TLD juga berfungsi sebagai penanda jenis website, asal negara website, dan sebagainya. Sebagai contoh, kalau website Anda adalah toko online, maka ekstensi yang bisa dipilih yaitu\u00a0<strong>.store<\/strong>.<\/p>\n<p>Anda bisa memilih ekstensi TLD sesuai identitas website Anda. Tak hanya untuk tujuan branding, tapi penting untuk upaya optimasi SEO.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, toko online Anda dengan domain\u00a0<strong>.id\u00a0<\/strong>akan lebih diutamakan oleh mesin pencari bagi pencarian dengan kata kunci bahasa Indonesia dari pengguna di wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Nah, ada beberapa jenis domain TLD, yaitu:<\/p>\n<h4 id=\"h-cctld-country-code-top-level-domain\"><span id=\"ccTLD_-_Country_Code_Top_Level_Domain\">ccTLD \u2013 Country Code Top Level Domain<\/span><\/h4>\n<p>Sesuai namanya, country code TLD atau\u00a0kode domain negara\u00a0menunjukkan identitas negara sebuah website. Plus, isi dari website umumnya khusus untuk masyarakat di negara tersebut.<\/p>\n<p>Biasanya, ekstensi ccTLD menggunakan\u00a0<strong>inisial negara<\/strong>. Contoh domain ccTLD seperti,\u00a0<strong>.id<\/strong>\u00a0untuk Indonesia,\u00a0<strong>.au<\/strong>\u00a0untuk Australia, dan lainnya.<\/p>\n<p>Selain itu ada variasi dari domain .id sesuai dengan tujuan penggunanya, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong><em>.<\/em>ac.id\u00a0<\/strong>\u2013 digunakan oleh lingkungan akademik atau perguruan tinggi.<\/li>\n<li><strong>.sch.id<\/strong>\u00a0\u2013 digunakan oleh website sekolah.<\/li>\n<li><strong>.web.id<\/strong>\u00a0\u2013 digunakan oleh personal maupun organisasi.<\/li>\n<li><strong>.go.id<\/strong>\u00a0\u2013 digunakan oleh website pemerintahan, dan lainnya.<\/li>\n<li><strong>.co.id\u00a0<\/strong>\u2013 digunakan oleh website bisnis atau kegiatan komersial.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Salah satu contohnya adalah domain website milik pemerintah DKI Jakarta berikut:<\/p>\n<p>Kelebihan ccTLD domain adalah dari sisi keamanan. Hal itu karena domain ini memerlukan identitas yang lebih lengkap saat mendaftarkan nama domain.<\/p>\n<p>Dengan begitu, website dengan domain ccTLD sulit digunakan untuk tujuan ilegal. Alhasil, nama domain dengan ccTLD memiliki kredibilitas yang tinggi.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan ccTLD belum sebanyak .com. Jadi, lebih mudah bagi Anda memiliki domain yang diinginkan sebelum dimiliki orang lain.<\/p>\n<p>Sayangnya, proses aktivasi domain ccTLD tidak secepat .com<em>\u00a0<\/em>karena proses verifikasi identitas yang ketat. Selain itu, harga domain ccTLD juga cenderung lebih tinggi karena dianggap eksklusif untuk penggunaan tertentu.<\/p>\n<h4 id=\"h-gtld-generic-top-level-domain\"><span id=\"gTLD_-_Generic_Top_Level_Domain\">gTLD \u2013 Generic Top Level Domain\u00a0<\/span><\/h4>\n<p>Generic Top Level Domain adalah ekstensi domain yang paling umum digunakan di dunia. Biasanya, domain ini menggunakan\u00a0<strong>singkatan kegunaan website<\/strong>.<\/p>\n<p>Nah, contoh jenis gTLD domain adalah :<\/p>\n<ul>\n<li><strong>.com<\/strong><em>\u00a0<\/em>\u2013 commercial atau website general\/bisnis.<\/li>\n<li><strong>.edu<\/strong><em>\u00a0<\/em>\u2013 education atau website pendidikan.<\/li>\n<li><strong>.org\u00a0<\/strong>\u2013 organization atau website organisasi nonprofit.<\/li>\n<li><strong>.net\u00a0<\/strong>\u2013 network atau website jaringan\/jejaring sosial.<\/li>\n<li><strong><em>.gov\u00a0<\/em><\/strong>\u2013 government atau website pemerintahan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Salah satu website organisasi yang menggunakan gTLD adalah WHO (World Health Organization) dengan domain\u00a0<em>.int<\/em>.<\/p>\n<p>Selain harga yang relatif terjangkau, domain gTLD juga tidak memerlukan dokumen identitas khusus saat pendaftaran nama domain. Tak heran, domain ini menjadi sangat populer dan digunakan oleh banyak website di dunia.<\/p>\n<p>Tantangan ketika ingin menggunakan gTLD adalah banyaknya nama domain yang sudah didaftarkan. Selain itu, domain gTLD rentan digunakan untuk website dengan tujuan tindak kejahatan.<\/p>\n<h4 id=\"h-premium-tld\"><span id=\"Premium_TLD\">Premium TLD\u00a0<\/span><\/h4>\n<p>Premium Top Level Domain atau\u00a0Domain Premium\u00a0adalah ekstensi domain alternatif dengan penamaan premium. Nah, fungsi jenis domain ini adalah sebagai identitas spesifik sebuah website.<\/p>\n<p>Beberapa contoh domain Premium TLD yang populer adalah\u00a0<em>.store, .travel, .doctor, .site, .academy<\/em>, dan lainnya. Salah satu penggunanya adalah website kesehatan asal Polandia di bawah ini yang menggunakan domain halo<em>.doctor<\/em>.<\/p>\n<p>Karena spesifik menggambarkan jenis website, Premium TLD biasanya memiliki harga yang relatif tinggi. Pun demikian, domain jenis ini bisa jadi pilihan untuk nama domain yang unik karena masih jarang digunakan.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-sld-second-level-domain\"><span id=\"2_SLD_-_Second_Level_Domain\">2. SLD \u2013 Second Level Domain<\/span><\/h3>\n<p>Second Level Domain\u00a0adalah nama unik yang Anda daftarkan ketika membeli domain. Biasanya, SLD disebut juga dengan nama website.<\/p>\n<p>Posisi SLD terletak di depan TLD. Contohnya, SLD pada domain www.pediaon.com\/blog\/ adalah <strong>pediaon<\/strong>.<\/p>\n<p>Anda bebas memilih nama untuk SLD selama kombinasi dengan TLD belum terdaftar. Jika sudah terpakai, Anda perlu mencari alternatifnya dengan TLD yang berbeda.<\/p>\n<p>Contohnya, kalau nama domain petshop.com sudah digunakan oleh orang lain, Anda bisa menggunakan TLD .store menjadi pet.store. Atau, langsung menggunakan SLD lain dengan TLD .com seperti petshopindonesia.com.<\/p>\n<h3 id=\"h-3-third-level-domain-atau-subdomain\"><span id=\"3_Third_Level_Domain_atau_Subdomain\">3. Third Level Domain atau Subdomain<\/span><\/h3>\n<p>Jenis domain ketiga adalah\u00a0Third Level Domain\u00a0yang letaknya berada paling depan dari keseluruhan URL.<\/p>\n<p>Contoh Third Level Domain yang paling umum adalah\u00a0<strong>www<\/strong>, seperti\u00a0<strong>www.<\/strong>facebook.com,\u00a0<strong>www.<\/strong>twitter.com,<strong> www.pediaon.com\/blog\/<\/strong>, dan lainnya.<\/p>\n<p>Subdomain bisa berfungsi sebagai halaman baru atau turunan dari sebuah website.<\/p>\n<p>Misalnya, www.pediaon.com\/blog\/ menjadi induk dari member.pediaon.com, form.pediaon.com, dan sebagainya. Nah, kata <strong><em>member <\/em><\/strong>dan\u00a0<strong><em>form <\/em><\/strong>di depan pediaon.com masing-masing menunjukkan sebuah subdomain.<\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-addon-domain-dan-parked-domain\"><span id=\"Apa_Itu_Addon_Domain_dan_Parked_Domain\">Apa Itu Addon Domain dan Parked Domain?<\/span><\/h2>\n<p>Di samping jenis-jenis domain di atas, terdapat dua istilah domain yang berguna saat mengelola domain, yaitu\u00a0<strong>Addon Domain<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Parked Domain<\/strong>.<\/p>\n<h3 id=\"h-addon-domain\"><span id=\"Addon_Domain\">Addon Domain<\/span><\/h3>\n<p>Addon domain\u00a0adalah\u00a0<strong>domain yang ditambahkan setelah Anda memiliki domain utama<\/strong>. File addon domain akan ditambahkan ke sub-direktori domain utama pada folder\u00a0<em>public_html\u00a0<\/em>web hosting Anda.<\/p>\n<p>Contohnya, domain utama Anda adalah\u00a0<em>bisnisku.com,\u00a0<\/em>dan Anda menambahkan addon domain\u00a0<em>bisniscuanku.com<\/em>. Maka, folder\u00a0<em>bisniscuanku.com\u00a0<\/em>akan berada di dalam folder\u00a0<em>public_html\u00a0<\/em>milik\u00a0<em>bisnisku.com.<\/em><\/p>\n<p>Jadi, addon domain seolah membuat Anda memiliki domain baru. Hanya saja penyimpanannya yang berada di dalam domain utama.<\/p>\n<p>Keuntungan menggunakan addon domain adalah, Anda bisa membangun website dengan konten baru yang berbeda dengan domain utama, tanpa perlu membeli hosting baru.<\/p>\n<p>Istilah addon domain ini sering kali disamakan dengan subdomain, padahal keduanya berbeda.<\/p>\n<p>Subdomain masih akan memiliki nama domain utama, misalnya member.pediaon.com. Sedangkan, addon domain bisa menjadi domain independen yang berbeda dari domain utama.<\/p>\n<h3 id=\"h-parked-domain\"><span id=\"Parked_Domain\">Parked Domain<\/span><\/h3>\n<p>Pengertian parked domain adalah\u00a0<strong>fitur yang digunakan untuk mengarahkan satu atau beberapa domain tanpa konten ke satu domain utama<\/strong>.<\/p>\n<p>Cara kerja parked domain sangat sederhana. Katakanlah Anda memiliki domain\u00a0<em>bisnisku.com<\/em>, lalu Anda ingin membuat juga domain\u00a0<em>bisnisku.net<\/em>.<\/p>\n<p>Nah, setiap pengunjung\u00a0<em>bisnisku.net\u00a0<\/em>akan melihat tampilan dan isi konten yang sama persis dengan domain\u00a0<em>bisnisku.com<\/em>. Jika terdapat link yang ada di\u00a0<em>bisnisku.net,\u00a0<\/em>pun akan mengarah ke\u00a0<em>bisnisku.com.<\/em><\/p>\n<p>Dengan begitu, parked domain sangat berguna untuk Anda, jika:<\/p>\n<ul>\n<li>Domain baru belum selesai dibuat, jadi membutuhkan domain lain sebagai tujuan sementara.<\/li>\n<li>Memiliki lebih dari satu domain yang mengarah ke satu website utama.<\/li>\n<li>Mengantisipasi adanya pengunjung yang salah ketik nama domain utama Anda.<\/li>\n<li>Meningkatkan traffic ke domain utama Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-bagaimana-cara-membeli-domain\"><span id=\"Bagaimana_Cara_Membeli_Domain\">Bagaimana Cara Membeli Domain?<\/span><\/h2>\n<p>Nah, setelah tahu apa itu domain dan jenis-jenisnya, bagaimana untuk memiliki domain pilihan Anda?<\/p>\n<p>Yuk, ikut panduan cara membeli domain di Hostinger berikut ini:<\/p>\n<p>1. Lakukan pengecekan ketersediaan nama domain pilihan Anda. Caranya, masuk ke halaman\u00a0Domain Murah Hostinger, lalu masukkan\u00a0<strong>nama domain<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>ekstensi incaran\u00a0<\/strong>Anda.<\/p>\n<p>2. Jika domain tidak tersedia, Anda bisa menggantinya dengan nama domain atau ekstensi lainnya. Jika domain yang Anda inginkan masih tersedia, silakan klik\u00a0<strong>Tambahkan ke Cart<\/strong>.<\/p>\n<p>3. Pilih opsi\u00a0<strong>Tanpa Hosting\u00a0<\/strong>jika Anda hanya ingin membeli domain saja. Tetapi, jika Anda memilih dengan hosting untuk minimal satu tahun, Anda bisa mendapatkan\u00a0<strong>domain gratis<\/strong>!<\/p>\n<p>4. Perhatikan tabel order Anda, jika sudah benar, klik\u00a0<strong>Lanjutkan<\/strong>.<\/p>\n<p>5. Silakan lakukan transaksi pembayaran.<\/p>\n<p>Hostinger menyediakan berbagai pilihan metode pembayaran. Jadi, Anda bisa memilih mana yang nyaman Anda gunakan.<\/p>\n<p>6. Setelah transaksi terkonfirmasi, domain Anda akan langsung aktif dan bisa digunakan.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin melihat versi video terkait domain, silakan simak video ini ya!<\/p>\n<p>Bagaimana, mudah kan\u00a0cara daftar domain\u00a0di\u00a0<strong>Hostinger?\u00a0<\/strong>Setelah itu, Anda bisa merasakan berbagai\u00a0manfaat domain. Jika masih bingung, Anda bisa menyimak\u00a0panduan domain untuk pemula.<\/p>\n<p>Yuk, segera cek domain pilihan Anda dan\u00a0<strong>dapatkan dengan harga terjangkau hanya di Hostinger!<\/strong><\/p>\n<div class=\"wp-container-3 wp-block-buttons\"><\/div>\n<p>Eits, selain membeli domain baru, Anda juga bisa melakukan\u00a0<strong>transfer domain\u00a0ke Hostinger<\/strong>, lho! Jadi, jika domain Anda berada di layanan hosting lain, bisa dipindah ke Hostinger untuk mendapatkan berbagai keunggulan.<\/p>\n<p>Disamping itu, Hostinger merupakan layanan hosting\u00a0<strong>terakreditasi ICANN yang sudah dipercaya ratusan ribu pelanggan<\/strong>\u00a0di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Selain prosesnya yang mudah dan cepat, Hostinger juga mendukung beragam domain. Jadi, apapun domain yang Anda gunakan, tentunya bisa tranfer ke Hostinger!<\/p>\n<h2 id=\"h-sudah-siap-memiliki-domain-terbaik-anda\"><span id=\"Sudah_Siap_Memiliki_Domain_Terbaik_Anda\">Sudah Siap Memiliki Domain Terbaik Anda?<\/span><\/h2>\n<p>Anda sudah paham kan apa itu domain? <a href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/pengaruh-ekstensi-domain-terhadap-seo.html\">Domain<\/a> adalah alamat website yang memudahkan pengunjung mengaksesnya tanpa mengetahui alamat IP terlebih dulu.<\/p>\n<p>Karena unik, untuk memiliki domain berlaku:\u00a0<em>siapa cepat, dia dapat<\/em>. Jadi, kalau sudah memiliki domain incaran, Anda bisa segera mendaftarkannya di penyedia layanan hosting dan domain.<\/p>\n<p>Hostinger bisa menjadi pilihan karena merupakan provider\u00a0web hosting indonesia\u00a0yang sudah\u00a0<strong>terakreditasi ICANN\u00a0<\/strong>dan sudah dipercaya\u00a0<strong>ratusan ribu pelanggan<\/strong>!<\/p>\n<p>Kenapa Anda harus menggunakan domain dari Hostinger?<\/p>\n<ul>\n<li>Bebas pilih nama domain dengan ratusan pilihan ekstensi domain, mulai dari\u00a0<em>.com, .co.id, .id, .xyz, .store, .asia<\/em>, dan masih banyak lainnya!<\/li>\n<li>Sudah terakreditasi ICANN, jadi domain Anda akan aman terdaftar dalam database ICANN.<\/li>\n<li>Tersedia dukungan teknis 24\/7 yang siap membantu Anda.<\/li>\n<li>Lebih bebas memanfaatkan nama domain untuk\u00a0kebutuhan lainnya\u00a0seperti menghubungkan dengan platform CMS, membuat subdomain, hingga mengintegrasikan domain ke Google Mail, dan sebagainya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yang paling istimewa, domain Hostinger bisa Anda dapatkan dengan harga mulai dari belasan ribu rupiah saja! Bahkan, domain sekelas\u00a0<em>.com\u00a0<\/em>dapat Anda miliki\u00a0<strong>hanya dengan Rp115.000<\/strong>!<\/p>\n<p>Jadi, tunggu apa lagi?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Katakanlah Anda ingin mengakses laman Google, tentunya Anda akan menuliskan google.com di browser, bukan? Nah, yang Anda ketik di browser itulah yang disebut dengan domain. Jadi, domain adalah alamat untuk mengakses sebuah website. Sama seperti rumah, setiap website di dunia ini pasti memiliki domain sebagai alamat agar bisa mudah dikunjungi. Nah, bagi Anda yang ingin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5915,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15,5],"tags":[14,16,6,9],"class_list":["post-3497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-domain","category-teknologi","tag-domain","tag-hosting","tag-tutorial","tag-wordpress"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.3 (Yoast SEO v23.3) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu domain? Pengertian, jenis, dan cara membeli domain untuk website profesional agar mudah diakses dan dikenal online.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu domain? Pengertian, jenis, dan cara membeli domain untuk website profesional agar mudah diakses dan dikenal online.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pediaon\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-03T01:22:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-24T03:16:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Soni Indratmoko\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html\",\"name\":\"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-03T01:22:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T03:16:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\"},\"description\":\"Apa itu domain? Pengertian, jenis, dan cara membeli domain untuk website profesional agar mudah diakses dan dikenal online.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp\",\"width\":1040,\"height\":500,\"caption\":\"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/\",\"name\":\"Blog Pediaon\",\"description\":\"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00\",\"name\":\"Soni Indratmoko\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Soni Indratmoko\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain","description":"Apa itu domain? Pengertian, jenis, dan cara membeli domain untuk website profesional agar mudah diakses dan dikenal online.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain","og_description":"Apa itu domain? Pengertian, jenis, dan cara membeli domain untuk website profesional agar mudah diakses dan dikenal online.","og_url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html","og_site_name":"Blog Pediaon","article_published_time":"2026-10-03T01:22:49+00:00","article_modified_time":"2026-06-24T03:16:55+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":500,"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Soni Indratmoko","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Soni Indratmoko","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html","name":"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp","datePublished":"2026-10-03T01:22:49+00:00","dateModified":"2026-06-24T03:16:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00"},"description":"Apa itu domain? Pengertian, jenis, dan cara membeli domain untuk website profesional agar mudah diakses dan dikenal online.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp","contentUrl":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Apa-Itu-Domain-Pengertian-Jenis-dan-Cara-Membeli-Domain.webp","width":1040,"height":500,"caption":"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/apa-itu-domain-pengertian-jenis-dan-cara-membeli-domain.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Domain? Pengertian, Jenis, dan Cara Membeli Domain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/","name":"Blog Pediaon","description":"Artikel Tips Digital Marketing &amp; Berita Website Terbaru","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/2e7d44f3d6a5bab9b9e60b19fdc72c00","name":"Soni Indratmoko","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/52bfeee1a9c39b9b35b4cd9cf40b5ec8afad9025fd2b187f7f560d86091e65b3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Soni Indratmoko"},"sameAs":["https:\/\/www.pediaon.com\/blog"],"url":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/author\/soniindratmoko"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3497"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6332,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3497\/revisions\/6332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pediaon.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}