Anda mungkin belum tahu bahwa WordPress sebenarnya mempunyai tools command line yang bernama WP-CLI. Tool ini mampu mempermudah pengaturan di WordPress. Bahkan bisa mengubah beberapa pengaturan melebihi user admin di WordPress. Apa itu WP-CLI, bagaimana cara install dan cara menggunakan WP-CLI?
đ Daftar Isi
- Apa Itu WP-CLI?
- Cara Install WP-CLI di Linux
- Langkah 1. Unduh File âwp-cli.pharâ.
- Langkah 2. Cek File âwp-cli.pharâ.
- Langkah 3. Atur Hak Akses dan Rename File âwp-cli.charâ.
- Langkah 4. Cek Status WP-CLI.
- Cara Install WP-CLI di Windows
- Cara Menggunakan WP-CLI
- Kumpulan Perintah Dasar di WP-CLI
- Cara Menggunakan WP-CLI untuk Menginstall WordPress
- Langkah 1. Login ke MySQL Server
- Langkah 2. Membuat Database WordPress
- Langkah 3. Membuat User MySQL Server
- Langkah 4. Unduh Instalasi WordPress
- Langkah 5. Atur Informasi dan Database WordPress
- Langkah 6. Memasukkan Informasi Website
- Cara Menggunakan WP-CLI untuk Menginstall Tema di WordPress
- Cara Menggunakan WP-CLI untuk Install Plugin
- Proses Instalasi dan Cara Menggunakan WP Doctor
- Proses Instalasi dan Cara Menggunakan WP Profile
- Penutup
Di artikel ini saya akan membahas mengenai apa WP-CLI, cara install WP-CLI, dan tentu saja cara menggunakan WP-CLI secara lengkap.
Apa Itu WP-CLI?
WP-CLI adalah sebuah tool atau aplikasi yang memungkinkan untuk mengelola dan mengatur WordPress menggunakan command line (baris perintah). Anda bisa melakukan banyak hal melalui tool ini, seperti melakukan upgrade, membuat backup, menerbitkan post atau artikel. Bahkan pengaturan yang hanya bisa dilakukan oleh admin memungkinkan dilakukan menggunakan WP-CLI.
Jadi Anda dapat mengelola blog Anda sendiri melalui perintah-perintah tanpa harus login ke interface dashboard. Terkadang cara ini lebih cepat dibandingkan dengan pengaturan melalui dashboard WordPress.
Selain itu, perintah-perintah yang tidak didukung pada tampilan interface WordPress dapat dilakukan menggunakan WP-CLI. Contohnya saja menulis command script yang lebih efisien. Jadi WP-CLI mempunyai hak akses yang bahkan lebih luar dari user admin.
Kelebihan lain dari WP-CLI adalah mempersingkat waktu instalasi, proses konfigurasi, dan lebih mudah jika ingin melakukan maintenance. Anda pun tidak perlu login satu per satu ke setiap website untuk melakukan beberapa pengaturan. Jadi WP-CLI akan memudahkan Anda dalam mengelola beberapa website WordPress.
Menariknya, perintah WP-CLI dapat dijalankan secara otomatis sehingga Anda tidak perlu menjalankan perintah secara manual untuk melakukan tugas yang sama.
Cara Install WP-CLI di Linux
Setelah mengetahui sedikit apa itu WP-CLI, ada baiknya langsung mencoba menggunakannya. Pada contoh ini saya menggunakan perangkat lokal. Selain perangkat lokal, panduan ini juga bisa Anda gunakan jika menggunakan Virtual Private Server (VPS).
Bagi yang sudah mempunyai layanan web hosting atau WordPress hosting, Anda dapat langsung mengakses WordPress melalui SSH untuk menggunakan WP-CLI.
Jika Anda menggunakan sistem operasi Linux, cara install WP-CLI cukup mudah.
Langkah 1. Unduh File âwp-cli.pharâ.
Silakan unduh terlebih dahulu file âwp-cli.pharâ menggunakan perintah Curl. File ini juga merupakan executable-file yang dapat menjalankan WP-CLI di dalam folder instalasi WordPress.
| $ sudo curl -O https://raw.githubusercontent.com/wp-cli/builds/gh-pages/phar/wp-cli.phar |
Langkah 2. Cek File âwp-cli.pharâ.
Lakukan pengecekan apakah file âwp-clip.pharâ sudah terunduh dengan baik menggunakan perintah PHP dengan opsi âinfo. Perintah ini akan menampilkan informasi sistem operasi yang dipakai, versi PHP, dan beberapa informasi terkait dengan WP-CLI lainnya.
| $ sudo php wp-cli.phar âinfo |
Langkah 3. Atur Hak Akses dan Rename File âwp-cli.charâ.
Supaya file âwp-cli.charâ dapat dieksekusi dan mudah untuk dijalankan, hal yang perlu Anda lakukan adalah mengubah hak aksesnya menggunakan perintah chmod dan mengubah nama file menjadi lebih singkat.
Pada contoh di bawah ini, file âwp-cli.charâ diubah menjadi âwpâ sehingga ketika Anda ingin menjalankannya tinggal mengetikkan perintah âwpâ saja tanpa panjang mengetik âwp-cli.pharâ.
Ubah hak akses file âwp-cli.pharâ menjadi executable.
| $ sudo chmod +x wp-cli.phar |
Kemudian rename file âwp-cli.pharâ menjadi âwpâ dan pindah ke folder instalasi WordPress.
| $ sudo mv wp-cli.phar /usr/local/bin/wp |
Langkah 4. Cek Status WP-CLI.
Lakukan pengecekan apakah instalasi WP-CLI berhasil atau tidak. Silakan arahkan session ke dalam folder instalasi WordPress. Kemudian jalankan perintah â$ wp core versionâ untuk mengecek versi WordPress menggunakan WP-CLI.
Jika Anda belum mempunyai instalasi WordPress aktif, unduh terlebih dahulu file instalasi WordPress dan pindahkan ke folder penyimpanan web server (folder http). Atau, jika Anda menggunakan web hosting, pindahkan ke dalam folder root domain, biasanya di public_html.
Jika Anda melihat pesan error yang mengatakan âberjalan menggunakan user rootâ, tambahkan opsi ââallow-rootâ ke dalam perintah WP-CLI, seperti di bawah ini:
| $ wp core version âallow-root |
Cara Install WP-CLI di Windows
Proses install WP-CLI di Windows sedikit lebih panjang. Hal ini dikarenakan PHP terkadang tidak tersedia secara default sehingga Anda perlu menginstallnya terlebih dahulu. Anda dapat menginstall PHP secara manual, tapi ada cara yang lebih mudah, yaitu menggunakan perangkat lunak local development server semacam XAMPP atau MAMP. Di kedua perangkat lunak tersebut secara otomatis sudah terinstall PHP sebagai bagian dari proses instalasinya.
Jika PHP sudah terinstall di dalam sistem operasi, Anda perlu mencari di mana file PHP executable dan membuatnya dapat diakses secara global (Anda bisa membaca panduan lengkapnya di PHP manual)
Jika Anda sudah menginstall PHP dan berjalan dengan baik, unduh file âwp-cli.pharâ secara manual dan simpan ke dalam folder, contohnya âc:\wp-cliâ. Supaya Anda dapat menjalankan WP-CLI hanya dengan menggunakan perintah âwpâ seperti di Linux, buat file batch dengan nama wp.bat di folder yang sama dengan file âwp-cli.pharâ.
Kemudian tambahkan beberapa baris di bawah ini ke dalam file batch.
| @ECHO OFFphp âc:/wp-cli/wp-cli.pharâ %* |
Terakhir, tambahkan âc:\wp-cliâ ke dalam file global.
| setx path â%path%;c:\wp-cliâ |
Jika berhasil, perintah WP-CLI seharusnya sudah ada dalam command prompt.
Sebenarnya, ada cara yang lebih mudah untuk install WP-CLI di Windows, yaitu dengan menggunakan perangkat lunak DesktopServer. Sayangnya bagi Anda yang belum berlangganan perangkat lunak ini harus membayar karena fitur WP-CLI hanya tersedia untuk premium user saja.
Namun jika Anda sudah mempunyai akses dan berlangganan DesktopServer, saya menyarankan untuk menggunakan menggunakan cara ini untuk install WP-CLI di Windows.
Cara Menggunakan WP-CLI
Anda sudah sering menggunakan command prompt di Windows atau Terminal di Linux? Jika sudah, WP-CLI mungkin akan sedikit terlihat mudah bagi Anda.
Perintah di WP-CLI sudah saling terintegrasi. Jadi Anda dapat menyusun berbagai perintah di dalam WP-CLI sehingga dipakai untuk menginstall berbagai macam plugin untuk mendukung kerja WP-CLI.
Di bawah ini akan membahas berbagai macam cara menggunakan perintah WP-CLI dan contoh penggunaannya untuk menginstall WordPress dan juga plugin maupun tema yang ada di dalamnya.
Kumpulan Perintah Dasar di WP-CLI
Ada berbagai perintah dasar yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan lebih jauh WP-CLI, di antaranya âwp-infoâ, ââwp-helpâ, dan penggunaanya dasarnya.
Perintah âwp âinfoâ akan memunculkan informasi versi WP-CLI yang Anda pakai.
| wp âinfo |
Jika Anda ingin melihat daftar dokumentasi atau berbagai macam perintah yang tersedia di dalam WP-CLI dapat menggunakan perintah âwp-helpâ.
| wp help |
Anda dapat keluar dari halaman âhelpâ dengan menggunakan perintah âQâ atau âctrl+câ di keyboard.
Selain perintah utama, di dalam WP-CLI terdapat sub-perintah yang bisa ditambahkan setelah perintah utama. Sub-perintah ini dipakai untuk menspesifikasikan perintah lebih detail lagi. Misalnya saja ketika Anda ingin mendapatkan dokumentasi dari perintah âwp comment countâ maka perintah yang Anda pakai adalah âwp help comment countâ.
| wp help comment count |
Cara Menggunakan WP-CLI untuk Menginstall WordPress
Selain untuk mengelola WordPress, WP-CLI juga dapat menginstall WordPress itu sendiri. Proses instalasinya cukup mudah. Anda hanya tinggal mengakses database server dan mengunduh core WordPress untuk proses instalasi.
Cara menggunakan WP-CLI untuk menginstall WordPress ini hanya bisa dilakukan untuk perangkat lokal dan VPS.
Langkah 1. Login ke MySQL Server
Pertama Anda harus login ke dalam database MySQL terlebih dahulu. Jika Anda belum mempunyai atau mengetahui username dan password database, silakan masuk ke âcPanel » MySQL Databasesâ untuk melihat user dan database yang tersedia.
| mysql -u username_and -p |
Langkah 2. Membuat Database WordPress
Setelah masuk ke database MySQL, buat database terlebih dahulu. Pada contoh perintah di bawah ini database diberi nama âwordpressâ.
| create database wordpress; |
Langkah 3. Membuat User MySQL Server
Langkah selanjutnya adalah memberikan akses user untuk mengakses database âwordpressâ menggunakan perintah GRANT.
| grant all on wordpress.* to âusername_andaâ identified by âpassword_andaâ; |
Logout dari MySQL server dan lanjutkan ke langkah berikutnya.
Langkah 4. Unduh Instalasi WordPress
Jika sudah selesai membuat database dan memberikan akses ke dalamnya, langkah selanjutnya adalah mengunduh instalasi WordPress dan mengeksekusinya.
Pastikan saat Anda menjalankan perintah ini di dalam direktori WordPress yang dikehendaki, misalnya di dalam folder public_html.
| wp core download |
Langkah 5. Atur Informasi dan Database WordPress
Setelah proses pengunduhan selesai, akses halaman instalasi WordPress menggunakan browser. Pada tahap ini diminta untuk mengisi beberapa informasi yang berhubungan dengan username dan password database untuk WordPress.
Isi semua informasi sesuai dengan pada saat membuat database di awal tadi.
Selain menggunakan browser, Anda juga bisa menggunakan WP-CLI untuk mengisi beberapa informasi di atas. Caranya dengan perintah seperti di bawah ini.
| wp core config âdbname=wordpress âdbuser=user âdbpass=password âdbhost=localhost âdbprefix=wp_ |
Keterangan:
- dbname, Nama database WordPress di MySQL.
- dbuser, Username MySQL yang sudah dibuat di awal.
- dbpass, Password MySQL yang sudah dibuat di awal.
- dbhost, Alamat hostname server database.
- dbprefix, Tabel prefix untuk database WordPress di MySQL.
Jika perintah di atas dijalankan, WordPress akan membuat file konfigurasi dengan nama âwp-config.phpâ.
Langkah 6. Memasukkan Informasi Website
Langkah selanjutnya adalah memberikan beberapa informasi yang berhubungan dengan website, seperti judul, username dan password untuk login, dan email.
Jika menggunakan WP-CLI, Anda dapat menggunakan perintah seperti di bawah ini.
| wp core install âurl=âdomainand.comâ âtitle=âJudul Websiteâ âadmin_user=âadmin_usernameâ âadmin_password=âadmin_passwordâ âadmin_email=â[email protected]â |
Sampai di sini Anda sudah berhasil menginstall WordPress menggunakan WP-CLI. Selanjutnya adalah membahas cara menggunakan WP-CLI untuk menginstall tema dan juga plugin di WordPress.
Cara Menggunakan WP-CLI untuk Menginstall Tema di WordPress
Anda bisa menggunakan WP-CLI untuk mengelola tema yang ada di WordPress. Misalnya saja untuk melihat tema yang tersedia, menginstall, dan juga menghapusnya.
Contohnya ketika Anda ingin melihat daftar tema yang tersedia menggunakan perintah âwp theme listâ.
| wp theme list |
Kemudian jika Anda ingin mengaktifkan tema yang ada di dalam WordPress cukup dengan menjalankan perintah âwp theme activate nama_temaâ.
| wp theme activate twentysixteen |
âTwenty Sixteenâ merupakan nama tema default yang biasanya ada di WordPress.
Bahkan WP-CLI dapat Anda pakai untuk menginstall tema baru untuk WordPres. Misalnya saja ketika Anda ingin mencari tema yang mendukung penggunaan Bootstrap menggunakan perintah seperti di bawah ini.
| wp theme search bootstrap |
Anda akan diberikan informasi seperti nama dan rating tema yang tersedia.
Jika ingin menginstall dan mengaktifkan tema tersebut, Anda bisa langsung menggunakan perintah seperti di bawah ini.
| wp theme install bootstrap-beauty âactivate |
Perintah di atas akan menginstall tema Bootstrap Beauty dan langsung mengaktifkannya.
Cara Menggunakan WP-CLI untuk Install Plugin
Anda dapat menginstall dan mengaktifkan plugin dengan langsung menyebutkan nama plugin yang tersedia. Perintahnya seperti contoh berikut ini.
Untuk menginstall gunakan opsi âplugin installâ kemudian masukkan nama plugin setelahnya.
| wp plugin install nama_plugin |
Untuk mengaktifkan plugin, gunakan opsi âplugin activateâ kemudian masukkan nama plugin di belakangnya.
| wp plugin activate nama_plugin |
Sebagai contoh, berikut ini cara menginstall WP Doctor dan juga WP Profile di WordPress menggunakan WP-CLI.
Proses Instalasi dan Cara Menggunakan WP Doctor
WP Doktor merupakan tools yang dikembangkan untuk mengecek masalah yang terjadi di website yang menggunakan WordPress. Masalah yang terjadi misalnya hanya muncul layar putih, gagal melakukan pembaruan (update), kegagalan mengunggah file (upload), dan sejenisnya. Jika ingin menggunakan tool ini, Anda harus menginstall terlebih dahulu.
Cara menggunakan WP-CLI untuk instalasi tema ini cukup mudah. Anda bisa menggunakan perintah seperti di bawah ini.
| wp package install [email protected]:wp-cli/doctor-command.git |
Setelah selesai menginstall plugin WP Doctor, Anda bisa langsung menggunakan perintah âwp doctorâ.
Jika ingin melihat apa saja opsi yang tersedia, Anda bisa menggunakan perintah âwp doctor âhelpâ seperti ketika menggunakan perintah Linux melalui terminal.
| wp doctor âhelp |
Kemudian jika Anda ingin melakukan pengecekan menggunakan WP Doctor dapat menggunakan perintah âwp doctor check âallâ. Perintah ini akan mengecek secara menyeluruh terhadap website WordPress.
| wp doctor check âall |
Keterangan masing-masing pengecekan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
| core-verify-checksums | Memverifikasi apakah WordPress sudah sesuai dengan checksumnya âidentitas dari sebuah file. |
| file-eval | Mengecek apakah WordPress mengandung kode eval\(.*base64_decode\(.* yang mengindikasikan kode berbahaya. |
| cache-flush | Mendeteksi banyaknya kode wp_cache_flush() yang muncul. |
| autoload-options-size | Mengecek pengaturan autoload yang melebihi normal (900kb). |
| constant-savequeries-falsy | Mengecek apakah fungsi SAVEQUERY sudah sesuai dengan pengaturan normal atau belum. |
| constant-wp-debug-falsy | Mengecek apakah âwp debugâ dalam kondisi aktifk atau tidak dengan mengecek fungsi WP_DEBUG. |
| core-update | Mengecek apakah WordPress sudah dalam kondisi terbaru. Error akan muncul jika ada pembaruan major tetapi WordPress belum diperbarui. |
| cron-count | Mengecek adanya cron job. Error akan muncul jika di dalam WordPress terdapat cron job lebih dari 50. |
| cron-duplicates | Mengecek adanya cron job yang mempunyai fungsi yang sama. Error akan muncul jika terdapat lebih dari 10 cron job yang sama. |
| option-blog-public | Mengecek website WordPress dalam status publish dengan mengecek nilai pada opsi âblog_publicâ. |
| plugin-active-count | Mengecek jumlah plugin yang aktif. Pengecekan ini akan memunculkan error jika terdapat lebih dari 80 plugin yang aktif. |
| plugin-deactivated | Mengecek plugin yang tidak aktif. Muncul pesan warning jika terdapat 40% plugin yang tidak aktif. |
| plugin-update | Mengecek ketersediaan versi plugin terbaru. Memunculkan pesan warning jika terdapat plugin yang belum diperbarui ke versi terbaru. |
| theme-update | Mengecek ketersediaan versi tema terbaru. Memunculkan pesan warning jika terdapat tema yang belum diperbarui. |
| php-in-upload | Mengecek apakah ada ada file PHP di dalam folder Uploads. |
| language-update | Mengecek ketersediaan versi bahasa yang baru. |
Menjalankan Salah Satu Opsi WP Doctor
Jika ingin melakukan beberapa pengecekan saja, Anda dapat mengganti opsi âall dengan jenis pengecekan yang ingin dilakukan. Misalnya saja ketika ingin mengecek âautoload-options-sizeâ dan âcore-verify-checksumsâ, Anda dapat menggunakan perintah seperti di bawah ini.
| wp doctor check autoload-options-size core-verify-checksums |
Proses Instalasi dan Cara Menggunakan WP Profile
Website Anda terasa lambat? Anda dapat mengeceknya menggunakan WP-CLI dengan bantuan plugin WP Profile. WP Plugin berguna untuk melakukan pengecekan penyebab website Anda terasa lambat dimuat.
WP Profile melakukan pengecekan website dengan memisahkan proses loading menjadi beberapa bagian dan melakukan pengecekan masing-masing bagian. Plugin ini memberikan informasi mengenai lokasi, callbacks, dan waktu unduh.
Supaya dapat menggunakan plugin ini tentu saja perlu melakukan proses instalasi terlebih dahulu. Cara menggunakan WP-CLI untuk menginstall plugin WP Profile sama seperti plugin pada umumnya. Namun lokasi yang dipakai adalah folder ârootâ dari website yang aktif.
| wp package install wp-cli/profile-command |
Setelah plugin terinstall dengan baik, Anda dapat langsung menggunakannya dengan perintah âwp profileâ. Contohnya ketika Anda ingin melihat beberapa opsi yang tersedia, Anda dapat menggunakan perintah seperti di bawah ini.
| wp-profile âhelp |
Penutup
WP-CLI merupakan tools serbaguna yang memudahkan pengelolaan website WordPress. Tool ini dapat Anda pakai untuk, mengubah dan menambahkan tema maupun plugin, mengatur cron job, bahkan juga dapat menginstall WordPress dari awal.
Tidak hanya itu, Anda pun bisa mengubah berbagai macam script langsung menggunakan tools ini. Jadi jika menggunakan WP-CLI Anda mempunyai hak akses yang bahkan melebihi user admin di WordPress.
Pengaturan menggunakan WP-CLI mempunyai kelebihan lebih cepat dan mudah jika Anda sudah menguasai beberapa perintah dasarnya. Anda tidak perlu login ke dalam dashbaord yang terkadang membutuhkan waktu yang lama dan mengunduh tampilan yang cukup besar. Jika menggunakan WP-CLI, Anda bisa mengubah pengaturan hanya menggunakan Terminal atau command prompt.
Semoga artikel cara menggunakan WP-CLI ini bermanfaat untuk Anda. Anda mungkin mempunyai pengalaman sendiri ketika menggunakan WP-CLI. Jangan lupa juga subscribe untuk mendapatkan informasi terbaru dari kami seputar dunia teknologi, digital marketing, dan bisnis.