Blog Pediaon

Yogyakarta

DIY, Indonesia

Punya Pertanyaan?

(+62) 821 3688 3308

Kirim Email Anda

[email protected]



Home / Blog / Cara Memperbaiki Render-Blocking JavaScript and CSS

Cara Memperbaiki Render-Blocking JavaScript and CSS

šŸ“… October 19, 2026 šŸ“‚ Teknologi, Website, WordPress

Apakah Anda ingin menghilangkan render blockingĀ JavaScriptĀ danĀ CSSĀ di WordPress? Jika mengujiĀ  website di Google PageSpeed, Anda akan melihat salah satu saran yang diberikan oleh Google adalahĀ  menghilangkan skrip render blocking JavaScript dan CSS.

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan cara mudah memperbaiki render blocking JavaScript dan CSS di WordPress untuk meningkatkan skor Google PageSpeed Anda.

Cara Kerja Render Blocking JavaScript dan CSS

Setiap website pada WordPress memiliki tema dan plugin yang di dalamnya terdapat file JavaScript dan CSS. Skrip ini berakibat pada meningkatnya waktu loading halaman website. Selain itu, skrip tersebut juga dapat memblokir rendering page.

Ketika Anda mengunjungi sebuah website, hal pertama yang dilakukan oleh browser adalah memproses JavaScript dan CSS. Kemudian browser memproses HTML pada halaman website sehingga muncul tampilan full halaman dari website.

Jadi, apabila Anda berada di koneksi yang lebih lambat, proses untuk melihat halaman website akan lebih lama.

Pada panduan ini, kami akan membahas cara memperbaiki blocking render JavaScript dan CSS di WordPress menggunakan dua plugin. Kedua plugin tersebut adalahĀ AutoptimizeĀ danĀ W3 Total Cache. Anda dapat memilih salah satu dari cara yang kami berikan.

1. Memperbaiki Render Blocking JavaScript dan CSS dengan Autoptimize

CaraĀ  pertama ini adalah cara yang paling sederhana dan kami rekomendasikan untuk Anda.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menginstall dan mengaktifkan pluginĀ Autoptimize. Untuk detail pemasangan plugin,

Setelah proses aktivasi, masuk ke halamanĀ SettingsĀ >>Ā AutoptimizeĀ untuk melakukan konfigurasi pengaturan plugin.

Langkah 1 Optimasi Kode JavaScript

Selanjutnya, pada bagian pengaturan JavaScript centang kotak di sebelah tulisanĀ Optimize JavaScript Code?Ā untuk merubah pengaturan JavaScript.

Setelah itu, lakukan optimasi pada JavaScript denganĀ  mencentang beberapa pilihan yang ada.

  • Aggregate JS-files?: Menggabungkan semua file JavaScript yang ada di file website untuk memproses non-render blocking. Jika pilihan ini tidak aktif, masing-masing file JS akan tetap di tempatnya tetapi akan diperkecil ukuran filenya.
  • Also aggregate inline JS?: Pilihan ini berfungsi untuk mengekstrak JavaScript dari HTML.
  • Force JavaScript in <head>?: Pilihan ini berfungsi untuk memproses JavaScript lebih awal. Jika mengaktifkan pilihan ini, akan berpotensi membuat JavaScript Render Blocking.
  • Exclude scripts from Autoptimize: Mengecualikan skrip yang akan dioptimasi.

Pada panduan ini kami memilihĀ Aggregate JS-files?Ā danĀ Also aggregate inline JS?. Dengan begitu, Anda dapat mengizinkan plugin untuk menambahkan inline JS dan menghapus skrip yang dikecualikan secara default oleh WordPress, contoh sepertiĀ jquery.js.

Langkah 2 Optimasi Kode CSS

Kemudian, scroll ke bawah pada bagianĀ CSS OptionsĀ centang pada kotak di samping tulisanĀ Optimize CSS Code?Ā untuk menampilkan pengaturan CSS.

Setelah itu, lakukan optimasi pada CSS dengan cara mencentang beberapa pilihan yang ada. Berikut ini adalah keterangan dari beberapa pilihan tersebut.

  • Aggregate CSS-files?: Pilihan ini akan menggabungkan semua file-file CSS yang ada di file website.
  • Also aggregate inline CSS?: Mengoptimalkan CSS dalam file HTML.

Pada panduan ini memilih,Ā Aggregate CSS-files?Ā danĀ Also aggregate inline CSS?. Tujuannya agar semua file CSS yang ada di website ukurannya diperkecil sehingga load time website akan jauh lebih cepat.

Kemudian simpan perubahan yang telah dibuat dengan cara menekan tombolĀ Save Changes and Empty Cache.

Untuk memastikan keberhasilan perubahan pada plugin Autoptimize, Anda bisa melakukan pengecekan padaĀ Google PageSpeed.

Pastikan lakukan pengecekan pada website untuk melihat tidak ada yang rusak saat Anda mengoptimalkan JavaScripts atau CSS.

2. Memperbaiki Render Blocking JavaScript dan CSS dengan W3 Total Cache

Cara kedua ini akan membutuhkan sedikit lebih banyak langkah dan disarankan untuk pengguna yang sudah familiar atau terbiasa menggunakan plugin W3 Total Cache.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menginstall dan mengaktifkan pluginĀ W3 Total Cache.

Langkah 1 Optimasi Kode JavaScript dan CSS

Selanjutnya, pilih menuĀ PerfomanceĀ >>Ā General SettingsĀ dan scroll ke bawah pada bagian fiturĀ Minify.

Kemudian aktifkan fitur Minify dengan cara mencentang tulisanĀ EnableĀ dan pilih Minify modeĀ Manual. Contoh seperti pada gambar di bawah ini.

Setelah itu, klik tombolĀ Save Settings & Purge CachesĀ untuk menyimpan perubahan.

Selanjutnya, Anda harus mencari file atau link JavaScript yang ingin Anda perkecil (minify).

Untuk mendapatkan link JavaScript yang akan di perkecil, Anda bisa melakukan pengecekan menggunakanĀ Google PageSpeed. Setelah itu, cari tab menuĀ Eliminate render-blocking resourcesĀ seperti di bawah ini.

Kemudian, pilih salah satu di antara render-blocking yang ada dengan cara klik kanan pada salah satu link laluĀ Copy link address.

LaluĀ  masuk ke dashboard WordPress Anda dan pilih menuĀ PerformanceĀ >>Ā Minify.

Lalu scroll ke bawah pada fiturĀ JSĀ danu aktifkanĀ JS Minify SettingsĀ dengan mencentang logoĀ EnableĀ sepertiĀ  di bawah ini.

Setelah mengaktifkanĀ JS minify settings, Anda akan melihat bagianĀ Operations in areas. PilihĀ Non-blocking using asyncsrcĀ sebagai tipe yang di-embed untuk tag before <head>. Sesuaikan perubahan seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian, di bawah sub-headingĀ JS file management, pilih tema yang aktif dan klik tombolĀ Add Script.

Lalu salin (copy) URL script JavaScript dari tab PageSpeed, dan tempel (paste) script tersebut satu per satu. Pada panduan ini akan memperbaiki file JavaScript.

Setelah selesai menambahkan URL JavaScript, simpan perubahan dengan menekan tombolĀ Save all settings.

Untuk memastikan keberhasilan render-blocking JavaScript dan CSS, masuk ke halaman Google PageSpeed Insights untuk mengecek apakah render-blocking sudah bisa teratasi. Dari screenshot di bawah ini, dapat diketahui bahwa mengelola pengaturan W3 total cache ternyata bisa mengatasi error JavaScript and CSS.

Setelah melakukan kedua panduan di atas, Anda perlu tahuĀ cara menggunakan Google Page Speed. Agar Anda bisa membedakan hasil speed website yang sudah diperbaiki dan diperkecil (minify) filenya menggunakan kedua plugin di atas.

Kesimpulan

Render-blocking memberi pengaruh negatif pada kecepatan dan performa website WordPress Anda. Pada panduan kali ini Anda telah mempelajari cara memperbaiki Render-Blocking JavaScript and CSS di website Anda. Meskipun website Anda masih memiliki skrip dan stylesheet render-blocking yang diperlukan, tutorial ini diharapkan dapat membantu Anda dalam menangani masalah seperti ini.

Demikian panduan mengenai cara memperbaiki Render-Blocking JavaScript and CSS Jika masih ada pertanyaan jangan sungkan untuk meninggalkan di kolom komentar.

Soni Indratmoko

Penulis aktif di Pediaon yang membahas teknologi, website, WordPress, digital marketing, dan berbagai tutorial internet.
ARTIKEL

Lainnya

One Response