Blog Pediaon

Yogyakarta

DIY, Indonesia

Punya Pertanyaan?

(+62) 821 3688 3308

Kirim Email Anda

[email protected]



Home / Blog / Addon Domain: Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui!

Addon Domain: Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui!

šŸ“… July 30, 2026 šŸ“‚ Domain, Teknologi

Addon DomainĀ adalah domain yang ditambahkan setelahĀ domainĀ utama ada. Biasanya Addon Domain mempunyai folder sendiri di dalam direktori sebuah website di dalam web server. Jadi Addon Domain berada padaĀ sub-direktoriĀ setelah direktori utama.

Pada artikel mengenai Addon Domain ini nanti saya akan membahas mengenai fungsi Addon Domain, perbedaan Addon Domain dengan Subdomain, dan bagaimana cara membuat Addon Domain.

Sebagai contoh pembuka mengenaiĀ Addon Domain, saya coba berikan cerita sederhana seperti ini:

ā€œEko memiliki sebuah website dengan domainĀ ekoblogger.com. File ekoblogger.com berada pada direktori root pada hosting yang biasanya berada pada folderĀ public_html. Setelah website pertamanya sukses, Eko ingin membuat website baru dengan alamat domainĀ ekook.com. Salah satu solusi ā€˜murah’ adalah dengan menambahkannya padaĀ Addon Domain.

Addon Domain yang dibuat Eko akan membuat folder baru di dalamĀ public_htmlĀ dengan nama folderĀ ekook.comĀ (nama folder dapat disesuaikan). Jadi struktur direktorinya akan menjadiĀ public_html/ekook.com. SedangkanĀ ekoblogger.comĀ tetap berada diĀ public_html.ā€

Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:Ā [Infographic]

Jadi, bagaimana cara membuat Addon Domain?. Nanti akan saya bahas pada penjelasan di bawah.

Fungsi Addon Domain

AddonĀ Domain adalahĀ domain yang ditambahkan pada hosting yang sebelumnya sudah ada domain yang terpasang. Jadi Addon Domain merupakan domain kedua, ketiga, dan seterusnya. Fungsi Addon Domain untuk apa?

Berikut keuntungan atau fungsi Addon Domain yang bisa Anda manfaatkan.

  • Pada saat membuat Addon Domain maka beberapa akun sepertiĀ File Transfer ProtocolĀ (FTP) akan dibuat secara otomatis.
  • Tidak perlu membeli hosting baru untuk membuat website pada domain baru.
  • Terbuat folder baru padaĀ public_htmlĀ yang dibuat khusus untuk meletakkan file Addon Domain website, sehingga terpisah dengan domain utama.

Dikarenakan Addon Domain adalah menambahkan domain baru ke hosting yang sudah ada domain sebelumnya, maka resource yang ada juga dibagi menjadi dua. Semua resource sepertiĀ disk space, bandwidth, dan lain sebagainya dibagi menjadi dua. Meskipun dibagi menjadi dua cPanel hanya tetap ada satu, jadi Addon domain tidak mempunyai akses ke cPanel. Akses cPanel hanya bisa dilakukan menggunakan akun domain utama.

Kesimpulannya, fitur Addon domain mempunyai fungsi yang sama seperti domain utama. Hanya saja terdapat beberapa batasan yang tidak bisa dilakukan oleh Addon domain. Salah satunya adalah tidak mempunyai cPanel sendiri.

Perbedaan Addon Domain dengan SubDomain

Pada bagian ini akan saya coba tuliskan mengenai Subdomain dan apa perbedaan Subdomain dengan Addon Domain. Dikarenakan beberapa pengguna terkadang salah atau bingung membedakan antara Addon Domain dengan Subdomain.

Addon Domain adalah domain baru yang ditambahkan pada hosting dan mempunyai Uniform Resource Locator (URL) yang berbeda dengan domain utama. Sedangkan,Ā subdomainĀ adalah domain baru yang masih menjadi bagian dari domain utama. Jadi URL yang digunakan masih mengandung domain utama.

Sebagai contoh, cerita sederhananya seperti ini:

ā€œEko sudah mempunyai website lain dengan alamatĀ ekoblogger.com. Dia ingin membuat website baru dengan tampilan dan panel admin yang berbeda. Website yang baru akan digunakan untuk memproses pembayaran dan forum toko online yang dimilikinya. Namun, Eko tidak ingin membeli domain lagi, jadi solusinya adalah dengan menambahkanĀ subdomainĀ baru ke domain utama yang sudah ada.

Domain utamaĀ ekoblogger.comĀ kemudian ditambahkan subdomain baru, dengan alamat domainĀ pembayaran.ekoblogger.com danĀ forum.ekoblogger.com. Saat membuat subdomain baru maka sistem akan otomatis membuat folderĀ pembayaranĀ danĀ forumĀ di public_html. Kurang lebih struktur foldernya akan menjadiĀ public_html/pembayaranĀ danĀ public_html/forumĀ yang terpisah fungsinya.ā€

Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:Ā [Infographic]

Secara sekilas, hampir sama saja dengan Addon domain, karena sama-sama membuat folder baru diĀ public_html. Namun, ada perbedaan yang cukup membedakan antara dua tipe domain ini. Berikut adalah tabel perbedaan antara kedua domain tersebut.

Addon Domain

  • Akun FTP dibuat pada saat menambahkan Addon Domain.
  • Addon adalah domain yang terpisah dengan domain utama. Jika domain utama tidak bisa diakses, Addon Domain tetap bisa diakses.
  • Tidak bisa ditambahkan pada URL yang sama dengan domain utama.

Subdomain

  • Tidak ada kun FTP yang dibuat, akun FTP sama dengan akun domain utama.
  • Jika domain utama mati, maka semua subdomain tidak bisa diakses.
  • Dapat ditambahkan pada URL yang sama dengan domain utama, seperti www.ekoblogger.com/pembayaran.

Sedangkan ada satu jenis domain lain yaitu parked domain. Parked domain atau biasa juga disebut dengan parking domain adalah domain yang ditempelkan pada domain utama. Akibatnya pada saat domain yang diparkingkan jika diakses akan menampilkan sama seperti web domain utama.

Cara Membuat Addon Domain

Pada bagian sebelumnya sudah dibahas mengenai Addon Domain adalah domain yang ditambahkan pada domain utama dan apa perbedaannya dengan Subdomain. Pada bagian ini saya akan mencoba membahas mengenai cara yang tepat untuk menambahkan Addon Domain.

Langkah-langkah singkatĀ cara menambahkan domain ke cPanelĀ adalah seperti ini:

Langkah 1 – Melakukan Akses ke cPanel hosting Melalui Domain Utama

Jika ingin menambahkan Addon Domain tentu saja hal pertama yang dilakukan adalah mengakses panel hosting yang digunakan. Pada panduan tersebut menggunakan cPanel.

Langkah 2 – Cari Fitur AddOn Domains

Di menu cPanel cari fitur AddOn Domains, kemudian klik ā€˜Addon Domains’.

Langkah 3 – Memasukkan Addon Domain di cPanel

Pada menu fitur Addon Domains masukkan domain baru yang ingin ditambahkan.

Note:

  1. Pastikan domain yang akan ditambahkan sudah dibeli dan aktif.
  1. Centang ā€˜Create an FTP account associated with this Addon Domain’ untuk menambahkan akun FTP baru.
  2. Gunakan ā€˜Generate Password’ untuk menghasilkan password yang aman.

Langkah 4 – Mengatur Addon Domain

Sekarang Anda sudah berhasil membuat sebuah addon domain, Anda dapat melihatnya pada bagian Modify Addon Domain di bawah Addon Domains.

Terdapat beberapa pilihan yang dapat Anda gunakan:

  • Addon Domains: Semua addon domain yang telah Anda tambahkan dapat dilihat pada kolom ini.
  • Document Root: Subfolder dari addon domain. Jika Anda klik link subfolder, Anda akan diarahkan ke File Manager dari cPanel.
  • Subdomain: Subdomain yang dibuat otomatis ketika menambahkan domain.
  • Redirects to: Di sini Anda dapat melihat kemana addon domain diarahkan. Jika Anda tidak meredirectnya maka akan terlihat not redirected. Anda dapat mengatur redirect dari addon domain tersebut dengan menekan Manage Redirection yang ada di sebelah kanan.
  • Actions – Pilihan untuk menghapus addon domain

Kesimpulan

Addon Domain adalah fitur yang dapat dimanfaatkan untuk menambahkan website lain yang berbeda dari domain utama. Fitur ini dapat Anda manfaatkan untuk menghemat biaya dikarenakan tidak perlu membeli hosting lagi untuk menambahkan website baru.Ā  Namun Anda harus memastikan bahwa domain Anda sudah aktif, Anda bisaĀ cek domainĀ terlebih dahulu di member area yang Anda miliki. Anda juga bisa memanfaatkanĀ domain .COM promoĀ dari Hostinger.

Selain itu, jika Anda sudah terlanjur punya domain di provider lain, Anda bisa beralih ke Hostinger tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Karena,Ā biaya transfer domainĀ di Hostinger sangat terjangkau!

Semoga setelah membaca artikel ini Anda sudah mengerti mengenai contoh addon domain, cara membuat addon domain, apa itu addon dan parked domain, addon domain and subdomain, dan domain parking. Setelah Addon domain sudah ditambahkan, maka Anda sudah dapat mengatur dan mengkonfigurasi website baru yang sudah dibuat.

Soni Indratmoko

Penulis aktif di Pediaon yang membahas teknologi, website, WordPress, digital marketing, dan berbagai tutorial internet.
ARTIKEL

Lainnya

2 Responses