Mengubah tampilan website di WordPress sangatlah mudah. Dengan meng-install tema, āwajahā situs Anda langsung berubah. Namun, barangkali Anda belum tahu cara edit tema WordPress. Terutama, jika ini kali pertama AndaĀ membuat website.
š Daftar Isi
- 1. Cara Edit Tema WordPress melalui Menu Kustomisasi Tema (Theme Customizer)
- 2. Cara Edit Tema WordPress melalui Editor Tema
- 3. Cara Edit Tema WordPress dengan Modifikasi File Tema
- File Functions
- File Template
- Stylesheet
- 4. Cara Edit Tema WordPress Dengan Page Builder
- 5. Cara Edit Tema WordPress dengan Theme Framework dan Child Theme
- 7 Tips Aman Mengedit Tema WordPress
- 1. Jangan Coba Mengedit Kode Tema jika Belum Paham
- 2. Patuhi Standar Kode WordPress
- 3. Gunakan Localhost untuk Mengedit Tema
- 4. Periksa Kustomisasi Anda di Staging Site
- 5. LakukanĀ Version Control
- 6. Pastikan Tampilan Tema tetap Responsive
- 7. Jangan Buat Tampilan Jadi Berantakan
- Mana Cara Edit Tema WordPress yang Anda Pilih?
Jangan khawatir! Di artikel ini Anda akan mempelajari beberapa cara mudah untuk mengedit tema WordPress, yaitu:
- Melalui menu kustomisasi tema (theme customizer)
- Melalui editor tema
- Dengan modifikasi file tema
- Dengan page builder
- Dengan framework dan child theme
Yuk, bahas caranya satu per satu!
1. Cara Edit Tema WordPress melalui Menu Kustomisasi Tema (Theme Customizer)
Jika kustomisasi yang diinginkan sebatas warna, jenis teks, dan layout secara umum, Anda dapat menggunakanĀ theme customizer. Ini adalah fitur bawaan WordPress yang memungkinkan Anda untuk mengedit layout tema dengan mudah.
Langkah-langkahnya pun sangat sederhana. Anda tinggal akses Dashboard dan klikĀ Appearance > Customize.
Pada halamanĀ theme customizer, Anda akan dihadapkan dengan dua panel:
- Panel sebelah kiriĀ berisi tab-tab yang mewakili komponen tema yang dapat diedit. Sebagai catatan, komponen yang dapat dikustomisasi di setiap tema berbeda-beda. Misalnya, tema A memperbolehkan Anda mengubah warna dan font teks, sedangkan tema B tidak.
- Panel sebelah kananĀ adalahĀ live previewĀ website Anda. Dengan kata lain, kustomisasi yang Anda lakukan di panel sebelah kiri dapat dilihat di panel ini. DiĀ live preview, komponen yang dapat diedit juga ditandai dengan ikon pensil berwarna biru. Jika di-klik, pengaturannya akan terbuka di panel kiri.
Agar lebih jelas, perhatikan tangkap layar berikut ini.
Seperti yang dapat Anda lihat pada tangkap layar di atas, ada beberapa komponen yang dapat Anda edit, termasuk warna, latar belakang halaman, dan menu.
Untuk mengubah warna, misalnya, klikĀ Colors. Kebetulan, tema yang digunakan untuk tutorial ini hanya memperbolehkan penggantian warna latar belakang halaman, header, dan footer.
Untuk menggantinya, Anda tinggal klikĀ Select ColorĀ dan pilih warna yang diinginkan.
Menariknya,Ā theme customizerĀ WordPress juga memungkinkan Anda untuk mengedit layout tema untuk tiga ukuran layar:
- Desktop
- Tablet
- Smartphone
Dengan begitu, Anda dapat memastikan website sudahĀ mobile-friendly.
Anda dapat mengubah layout ukuran layar yang ingin diedit dengan mengklik salah satu dari ketiga ikon yang ada di pojok bawah panel sebelah kiri. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.
Apabila Anda sudah selesai mengedit tema, klik tombolĀ PublishĀ yang ada di atas panel sebelah kiri.
Selain itu, Anda juga dapat menyimpan kustomisasi yang dilakukan sebelum menerapkannya pada website. Ini dapat Anda lakukan dengan mengklik ikon di sebelah tombol Publish. Kemudian, pilihĀ Save DraftĀ seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Jika Anda tidak ingin menerapkan kustomisasi, Anda dapat mengklik tombolĀ Discard changes.
Ingat, tombol ini hanya menghapus kustomisasi terakhir yang Anda buat. Apabila tombol Publish sudah diklik, Anda tidak akan dapat mengembalikan tema Anda ke kondisi semula.
2. Cara Edit Tema WordPress melalui Editor Tema
Cara edit tema WordPress lainnya yang dapat Anda lakukan dari backend WordPress adalah dengan editor tema. Anda dapat mengaksesnya diĀ Appearance > Theme Editor.
Pada dasarnya, ini adalah fasilitas yang diberikan WordPress agar Anda dapat memodifikasi kode pada file-file tema.
Namun, Anda tidak dianjurkan untuk melakukannya secara langsung di editor tema ini. Pasalnya, kesalahan pada coding akan membuat website Anda error. Parahnya lagi, error ini membuat Anda tidak dapat mengembalikan website seperti semula.
Oleh karena itu, lebih baik Anda menyalin file yang kodenya ingin dimodifikasi keĀ aplikasi editor teks, sepertiĀ Notepad ++Ā danĀ Atom.
Kemudian, jangan buru-buru menyimpan file tema yang telah Anda edit di editor tema WordPress. Anda perlu membuat staging site dan mengetes kustomisasi yang Anda lakukan agar aman.
Staging site adalah versi draf dari situs Anda, di mana Anda dapat melakukan kustomisasi tanpa mempengaruhi versi yang sedang live atau ditampilkan. Dengan ini, kode yang salah tidak akan merusak website Anda.
Untuk mempelajari caranya, Anda dapat membaca panduan kami tentang membuatĀ staging WordPressĀ di cPanel.
Jika Anda pengguna Hostinger, membuat staging site lebih mudah lagi. Anda tinggal masuk ke Member Area, lalu klik WordPress Management > Sites.
Di halaman selanjutnya, klik tombol titik tiga yang ada di sebelah kanan layar dan pilihĀ Buat Staging. Bingung mencari tombol tersebut? Di tangkapan layar berikut ini, Anda dapat menemukan lokasinya yang ditandai dengan kotak merah.
Mudah, bukan?
3. Cara Edit Tema WordPress dengan Modifikasi File Tema
Di poin sebelumnya Anda telah mengetahui tentang editor tema di WordPress dan fungsinya. Nah, di bagian ini Anda akan diajak mengenali file-file yang dapat Anda edit untuk mengkustomisasi tema.
Untuk mengakses file-file yang dibahas pada bagian ini, Anda dapat menggunakan file manager di cPanel atau panel kontrol yang dimiliki penyedia hosting Anda.
Setelah masuk ke direktori WordPress di file manager, klikĀ public_html > wp-content > themes. Kemudian buka folder tema yang Anda gunakan.
Sebelum mulai mengedit, perlu Anda ingat bahwa modifikasi file diperuntukkan tema gratis yang bisa Anda dapatkan dari repository WordPress. Meskipun Anda juga dapat mengedit file tema pihak ketiga, perubahannya akan hilang ketika Anda meng-update tema tersebut.
Agar dapat mengkustomisasi tema pihak ketiga, Anda perlu membuatĀ child themeĀ yang akan dijelaskan pada poin lain di artikel ini. Sekarang, mari bahas jenis-jenis file tema terlebih dahulu.
File Functions
File yang dimaksud di sini adalahĀ functions.php. Pada dasarnya, file ini berisi kode-kode yang mengatur berbagai fitur di tema Anda. Misalnya widget dan featured image.
Apabila Anda ingin menambahkan fitur baru di tema, Anda dapat menulis kodenya di file ini. Namun, dengan satu catatan: Anda tidak mengganti tema.
Mengapa? Karena kustomisasi yang dilakukan di file functions.php terikat dengan satu tema saja. Ketika tema diganti, otomatis kustomisasi tadi hilang.
Untuk menambahkan fitur yang bersifat permanen, sebaiknya AndaĀ membuat plugin sendiri.
File Template
File template adalah jenis file yang mengatur tampilan konten pada halaman-halaman tertentu situs Anda. Contohnya adalah fileĀ header.phpĀ yang berisi pengaturan konten header website Anda. Apabila ingin mengubah tampilan konten, Anda dapat mengedit file tersebut.
Seperti jenis komponen yang dapat Anda edit diĀ theme customizer, file template yang dimiliki setiap tema berbeda-beda.
Sebagai contoh, tema tertentu memiliki fileĀ archive.phpĀ yang berisi pengaturan konten di halaman list posting blog. Beberapa tema, termasukĀ Twenty TwentyĀ yang merupakanĀ defaultĀ WordPress, tidak memilikinya.
Jika ingin melakukan kustomisasi layout halaman tersebut, Anda perlu membuat file archive.php di folder tema yang aktif.
Stylesheet
File stylesheet atauĀ style.cssĀ adalah file yang mengatur tampilan tema secara umum. Pengaturan yang dimaksud meliputi layout, warna teks, dan jenis font.
Untuk mengedit file ini, Anda tetap dianjurkan untuk melakukannya di aplikasi editor teks terlebih dahulu.
Sayangnya, menemukan kode yang mengontrol tampilan komponen yang ingin Anda edit tidak mudah. Apalagi, aplikasi editor tidak menampilkan website Anda secara fisik.
Oleh karena itu, selagi membuka style.css di editor teks, Anda dapat membuka halaman website Anda di browser. Kemudian, Anda dapat memanfaatkan fiturĀ inspectorĀ untuk melihat kode CSS masing-masing komponen. Misalnya seperti pada tangkap layar berikut ini.
Di Google Chrome, Anda dapat menampilkan fitur ini dengan meng-highlightĀ komponen yang ingin diedit dan klik kanan. Setelah itu, pilihĀ Inspect.
Fitur ini juga dapat ditemukan di Firefox. Bedanya, setelah klik kanan pilihlahĀ Inspect Element.
4. Cara Edit Tema WordPress Dengan Page Builder
Menu kustomisasi tema atauĀ theme customizerĀ sudah cukup memudahkan Anda untuk memodifikasi tampilan website.
Namun, seperti yang dibahas tadi, opsi pengaturan di menu kustomisasi tema sangat terbatas. Selain itu, komponen yang dapat dimodifikasi berbeda-beda di setiap tema.
Apabila Anda ingin cara edit tema WordPress yang lebih fleksibel, gunakanlah plugin page builder.
Dengannya, Anda lebih leluasa untuk memilih bagian layout yang ingin diedit. Misalnya jenis font dan warna tulisan, gaya menu navigasi, dan tampilan slider gambar.
Selain itu, antarmukaĀ drag-and-dropĀ page builder memungkinkan Anda melihat langsung perubahan yang dilakukan.
Nah, page builder pada umumnya memang berbayar. Namun, ada beberapaĀ page builder gratisĀ yang bisa Anda dapatkan di repository WordPress.Ā ElementorĀ adalah salah satunya.
Meskipun cuma-cuma, versi gratis Elementor sudah cukup mumpuni untuk memodifikasi tampilan website.
Di bawah ini adalah tampilan editor Elementor secara sekilas.
Dapat Anda lihat bahwa di sebelah kiri layar ada panel berisi jenis-jenis komponen atauĀ sectionĀ yang dapat diletakkan di halaman. Sedangkan di sebelah kanan adalah preview tampilan halaman tersebut.
Jika Anda mengklik suatu komponen, panel di sebelah kiri akan berisi opsi-opsi pengaturan. Dengan pengaturan ini, konten yang Anda klik dapat diubah tampilannya.
Misalnya, gambar di bawah ini adalah pengaturan yang muncul ketika Anda mengklik teks.
Di luar itu, masih ada segudang fitur lain Elementor. Saking banyaknya, bisa jadi Anda justru kebingungan dengan cara kerjanya.
5. Cara Edit Tema WordPress dengan Theme Framework dan Child Theme
Theme framework adalah jenis tema WordPress yang dapat Anda gunakan untuk membuat tema lain.
āLho, bukankah itu sulit?ā Tidak juga. Setidaknya Anda tidak membuatnya dari nol.
Pada dasarnya, theme framework memiliki kode yang dapat Anda salin untuk membuat tema baru atau child theme. Tema ini akan memiliki fitur dan tampilan yang sama dengan theme framework, tapi dapat dikustomisasi sesuka hati.
7 Tips Aman Mengedit Tema WordPress
Mengedit tema WordPress tidak boleh sembarangan. Seperti yang telah disebutkan di awal, kesalahan coding pada file tema dapat merusak website Anda. Bahkan meskipun hanya satu file.
Oleh karena itu, Anda perlu tahu tips-tips agar tidak melakukan kesalahan ketika melakukan modifikasi pada tema. Apa saja itu? Yuk, bahas bersama!
1. Jangan Coba Mengedit Kode Tema jika Belum Paham
Seperti yang telah Anda ketahui dari membaca berbagai cara edit tema WordPress tadi, file-file tema ditulis dalam PHP dan CSS.
Apabila Anda baru mulai belajar coding dengan keduanya, jangan buru-buru mencoba mengutak-atik file tema WordPress.
2. Patuhi Standar Kode WordPress
Jika Anda memang membutuhkan coding, patuhilahĀ standar kode WordPress. Standar ini dibuat agar kualitas kode HTML, PHP, CSS, dan JavaScript yang Anda buat sesuai dengan ketentuan WordPress.
Pelajarilah dokumen-dokumen tersebut sebelum mengedit tema agar kode Anda terstruktur dengan baik.
3. Gunakan Localhost untuk Mengedit Tema
Ingin cara yang paling aman untuk mengedit tema? Anda dapat melakukannya dengan meng-install WordPress diĀ localhostĀ atau komputer pribadi terlebih dahulu. Kemudian, install tema yang digunakan pada website live Anda.
Dengan demikian, Anda dapat mengutak-atik kode di file tema dan menguji hasilnya tanpa mempengaruhi situs aslinya.
Namun, pastikan Anda memilikiĀ environmentĀ lokal terlebih dahulu di komputer Anda. Ini mencakup engine, PHP, dan database. Jika Anda pengguna Windows, Anda dapat membuatĀ environmentĀ tersebut dengan memasang stackĀ XAMPPĀ atauĀ WAMP.
4. Periksa Kustomisasi Anda di Staging Site
Meskipun Anda dapat mengedit tema di localhost, sebaiknya Anda juga mencoba hasil kustomisasi di staging site.
Ini dikarenakanĀ environmentĀ di komputer mungkin berbeda dengan yang dimiliki server hosting Anda. Tentunya, perbedaan ini dapat mempengaruhi tampilan dan performa website di komputer lokal.
Baru setelah semuanya tidak menunjukkan masalah, Anda dapat mengaplikasikan kustomisasi tema ke versi situs yang sedang live.
5. LakukanĀ Version Control
Version controlĀ adalah cara melacak perubahan pada kode tema Anda dengan menomori setiap versi yang Anda buat. Intinya, Anda dapat membuat salinan dari setiap file tema yang diedit. Kemudian, namai masing-masing versinya dengan angka.
Ini kedengarannya sepele, tapi akibatnya fatal jika tidak dilakukan. Salah satu contoh manfaatnya adalah ketika sebuah error muncul. TanpaĀ version control, Anda tidak dapat mengembalikan kode tema ke versi sebelumnya.
Selain itu,Ā version controlĀ memudahkan Anda untukĀ mengingat semua perubahan yang pernah dilakukan dalam file tema. Terutama jika Anda bekerja di dalam tim.Ā
6. Pastikan Tampilan Tema tetap Responsive
Sejak 2016,Ā algoritma Google mengutamakan website dengan tampilan responsive. Artinya, peringkatĀ SEOĀ situs Anda akan menurun apabila tema yang digunakan tidakĀ mobile-friendly.
Selain itu, tampilan website yang tidak responsive akan terlihat kacau di layar perangkat mobile.
Inilah alasan Anda perlu memanfaatkan opsi ukuran layar diĀ theme customizer WordPress.
7. Jangan Buat Tampilan Jadi Berantakan
Meskipun ingin mengubah layout tema, sebaiknya Anda tidak melakukannya secara berlebihan. Apalagi hingga menu navigasi, font, dan elemen-elemen lainnya susah dibaca atau dipahami.
Mana Cara Edit Tema WordPress yang Anda Pilih?
Cara edit tema WordPress tidak sesulit yang Anda bayangkan. Sebagai pemula, Anda dapat menggunakanĀ theme customizerĀ yang ada di Dashboard WordPress. Meski paling mudah, cara ini tidak memungkinkan Anda untuk memodifikasi segalanya.
Jika Anda belum paham dengan coding tapi ingin lebih leluasa, page builder adalah solusinya. Plugin ini memiliki fungsi yang mirip denganĀ theme customizer, tapi dapat digunakan untuk mengedit berbagai komponen tema.
Apabila Anda mengenal PHP dan CSS, mengedit dengan coding seperti framework dapat dicoba. Apalagi, cara ini memungkinkan Anda untuk membuat child theme. Dengannya, Anda dapat mencoba kustomisasi tanpa mempengaruhi versi live website Anda.